Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TANTANGAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA KEGIATAN PEMBELAJARAN MAHASISWA Muhamad Rizki Firdaus; Rafael Roy Irawan; Chairul Huda Yudi Mahardika; Prasetyo Lumban Gaol
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i9.1174

Abstract

Teknologi pembelajaran terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Dalam pembelajaran sehari hari kita sering jumpai adanya pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan, seperti yang sering dilakukan oleh guru atau dosen yaitu mengkombinasikan alat teknologi dalam peroses pembelajaran. Perkembangan teknologi terus mendorong pendayagunaan artificial intelligence pada cara pembelajaran mahasiswa di Indonesia. Keberadaan AI telah memberikan dampak signifikan bagi dunia pendidikan. Dengan kemampuannya dalam menganalisis dan memproses data, AI telah memberikan solusi yang inovatif sekaligus efektif dan memungkinkan pendekatan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Mahasiswa tidak lagi hanya terpaku pada metode pembelajaran konvensional, tetapi mereka dapat mengakses sumber daya edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka secara individual. Pendayagunaan artificial intelligence pada segi pembelajaran yang bertujuan untuk memperoleh efisiensi dalam memberi kemudahan mencari media pembelajaran. Namun Artificial intelligence tidak hanya memberikan manfaat positif, melainkan juga akan dapat mendatangkan dampak negatif, perkembangan teknologi Artificial intelligence berdampak positif dengan semakin mudah mendapatkan informasi dan ini menyebabkan kurangnya minat belajar mahasiswa karena lebih mengandalkan Artificial intelegence.
KEKUATAN PEMBUKTIAN TES DNA DALAM PENETAPAN ANAK KANDUNG MENURUT HUKUM ACARA PERDATA Muhamad Rizki Firdaus; Nuryati Solapari; Efriyanto
Ajudikasi: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 10 No. 1 (2026): Ajudikasi : Jurnal Ilmu Hukum (on Process)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ajudikasi.v10i1.12372

Abstract

Status hukum anak merupakan aspek penting dalam hukum perdata karena menentukan identitas hukum, hubungan keperdataan, serta hak-hak yang melekat pada anak. Perkembangan ilmu pengetahuan menghadirkan pemeriksaan Deoxyribonucleic Acid (DNA) sebagai metode ilmiah dengan tingkat akurasi tinggi untuk membuktikan hubungan biologis antara anak dan orang tua. Namun, hukum acara perdata Indonesia belum mengatur secara eksplisit kedudukan hasil pemeriksaan DNA sebagai alat bukti yang berdiri sendiri sehingga menimbulkan ketidakpastian mengenai kedudukan hukum, kekuatan pembuktian, dan penilaiannya oleh hakim dalam perkara permohonan penetapan anak kandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan yuridis dan kekuatan pembuktian hasil pemeriksaan Deoxyribonucleic Acid (DNA) dalam sistem hukum acara perdata di Indonesia, serta menganalisis pertimbangan hakim dalam Penetapan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 423/Pdt.P/2025/PN Tng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan DNA merupakan keterangan ahli yang dituangkan dalam bentuk surat berdasarkan Pasal 154 Herziene Indonesisch Reglement (HIR), sehingga bukan merupakan alat bukti yang berdiri sendiri. Kekuatan pembuktiannya bergantung pada saat hakim menilai  keseluruhan alat bukti yang diajukan di persidangan. karena itu, diperlukannya pengaturan yang lebih jelas mengenai kedudukan, penggunaan, dan kekuatan pembuktian hasil pemeriksaan DNA guna mewujudkan kepastian hukum, konsistensi putusan, dan perlindungan hak-hak keperdataan anak.