Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : jmb

Literasi Keuangan, Fear of Missing Out (FOMO), Gaya Hidup Hedonistik, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa dengan Minat Investasi sebagai Variabel Mediasi Muhammad Distian Andi Hermawan
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 1 No. 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi keuangan digital dan media sosial pada tahun 2025 telah membentuk dinamika baru dalam perilaku keuangan mahasiswa. Kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital diiringi dengan meningkatnya tekanan sosial, gaya hidup konsumtif, serta risiko pengambilan keputusan yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, Fear of Missing Out (FOMO), gaya hidup hedonis, serta penggunaan teknologi informasi terhadap perilaku keuangan mahasiswa dengan minat investasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan FOMO berpengaruh positif signifikan terhadap minat investasi dan perilaku keuangan mahasiswa. Gaya hidup hedonis berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku keuangan, namun tidak berpengaruh terhadap minat investasi. Penggunaan teknologi informasi tidak memiliki pengaruh signifikan baik terhadap minat investasi maupun perilaku keuangan. Selain itu, minat investasi terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa serta berperan sebagai variabel mediasi. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan dalam membentuk perilaku keuangan mahasiswa yang sehat dan berkelanjutan di era digital.
Green Human Resource Management for Organizatinal Sustanabilty: A Systematic Literature Review (2021-2026) Muhammad Distian Andi Hermawan; Debi Septiani
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 1 No. 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis berkelanjutan telah mendorong organisasi untuk mengintegrasikan perspektif lingkungan ke dalam sistem manajemen strategis, termasuk manajemen sumber daya manusia. Green Human Resource Management (GHRM) muncul sebagai pendekatan strategis yang menyelaraskan praktik manajemen sumber daya manusia dengan tujuan keberlanjutan lingkungan melalui pengembangan kompetensi hijau, peningkatan kesadaran lingkungan karyawan, dan pembentukan budaya organisasi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian mengenai Green Human Resource Management dalam mendukung keberlanjutan organisasi melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) pada periode 2021–2026. Penelitian mengikuti kerangka Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA 2020) yang meliputi tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel ilmiah yang relevan. Penelusuran literatur dilakukan melalui beberapa basis data akademik, yaitu Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Emerald Insight, Taylor & Francis Online, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan Green Human Resource Management, Sustainable Human Resource Management, Organizational Sustainability, Green Innovation, dan Environmental Performance. Hasil kajian menunjukkan bahwa GHRM memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberlanjutan organisasi melalui berbagai praktik utama, seperti rekrutmen dan seleksi hijau, pelatihan dan pengembangan hijau, manajemen kinerja hijau, kompensasi hijau, serta pengembangan perilaku hijau karyawan. Selain itu, penelitian-penelitian terbaru menunjukkan adanya peningkatan fokus pada integrasi GHRM dengan inovasi hijau, praktik Environmental, Social, and Governance (ESG), transformasi digital sumber daya manusia, dan penguatan kapabilitas organisasi yang berkelanjutan. Meskipun demikian, literatur yang ada masih menunjukkan adanya kesenjangan penelitian terkait standardisasi indikator pengukuran, studi lintas industri, serta integrasi teknologi baru dalam praktik manajemen sumber daya manusia berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui pemetaan yang komprehensif terhadap tren penelitian GHRM sekaligus mengidentifikasi arah penelitian di masa mendatang guna memperkuat peran manajemen sumber daya manusia dalam mewujudkan keberlanjutan organisasi.
Productivity And Efficiency Of Msmes In The Digital Era: A Literature Review From A Microeconomic Perspective Muhammad Distian Andi Hermawan
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 1 No. 4 (2026): Juli-September
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to analyze microeconomic concepts and theories that are relevant to the productivity and efficiency of MSMEs, as well as to identify and review the results of previous research that examine the determinants of productivity and efficiency of MSMEs in the digital era, and analyze the influence of digitalization on cost structure, production functions, and decision-making behavior in MSMEs. The research method used is literature review. Literature review is a term used to refer to a specific research methodology or research and development carried out to collect and evaluate research related to the focus of a particular topic. The results of this Literature Review are. Digitalization has great potential to increase the productivity and efficiency of MSMEs through technology improvement mechanisms (), reduction of transaction and distribution costs, and increased labor effectiveness (L). However, these positive impacts are highly dependent on the internal readiness of MSMEs (capital, skills, culture), external infrastructure (technology, logistics, regulations), and adaptive business strategies. To maximize this potential, integrated policies are needed, including training, technology financing, digital infrastructure, and MSME assistance, in addition to further research that is more in-depth in microeconomics