Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM MAHASISWA KKN UINSU: MODERASI BERAGAMA, DIGITALISASI, PENDIDIKAN, LINGKUNGAN, DIKELURAHAN PADANG MAS KEC.KABANJAHE, KAB.KARO Fitra Hidayat Lubis; Anisa Khairani; Raisah Armayanti Nasution; Azizah sofiana; Nadiah Najah
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5081

Abstract

Abstrack :Community Service Program (KKN) is a form of student service to the community through the direct application of knowledge. The KKN activity in Padang Mas Village aims to implement strategic programs covering religious moderation, digitization, education, and environmental preservation. A participatory approach is used to build synergy between students and the local community in resolving social issues and improving the quality of life of residents. The results of this activity show an increase in community understanding of the values of tolerance, the use of digital technology, awareness of education, and concern for the environment. This study uses a qualitative descriptive method with observation, interview, and documentation techniques. These findings are expected to become a model for sustainable CSL implementation that is relevant to local needs.            Keywords: community service program, religious moderation, digitalization, education, environment, padang mas.  Abstrak:Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan secara langsung. Kegiatan KKN di Kelurahan Padang Mas bertujuan untuk mengimplementasikan program-program strategis yang mencakup moderasi beragama, digitalisasi, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. Pendekatan partisipatif digunakan untuk membangun sinergi antara mahasiswa dan masyarakat lokal dalam menyelesaikan isu-isu sosial dan meningkatkan kualitas hidup warga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai toleransi, pemanfaatan teknologi digital, kesadaran pendidikan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi model implementasi KKN yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan lokal. Kata kunci: KKN, moderasi beragama, digitalisasi, pendidikan, lingkungan, padang mas.
GAYA KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MA SWASTA NURUL FADHILLAH Nadiah Najah; Inom Nasution
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan instruksional kepala madrasah, menganalisis dampaknya terhadap kinerja guru, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya di MA Swasta Nurul Fadhillah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus fenomenologis. Partisipan penelitian terdiri atas tujuh guru yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala madrasah berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran melalui supervisi akademik yang rutin, pembinaan profesional guru, pengawasan kurikulum, komunikasi kolaboratif, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam seluruh mata pelajaran. Kepemimpinan instruksional yang diterapkan berdampak signifikan terhadap peningkatan kinerja guru, khususnya dalam aspek kedisiplinan administrasi pembelajaran, kesiapan mengajar, penguasaan materi, pengelolaan kelas, inovasi metode pembelajaran, serta penguatan profesionalisme melalui partisipasi dalam pelatihan dan MGMP. Faktor pendukung implementasi kepemimpinan instruksional meliputi komitmen kepala madrasah, budaya religius yang kuat, koordinasi kurikulum yang sistematis, komunikasi terbuka, serta dukungan terhadap pengembangan kompetensi guru. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan media pembelajaran, beban administrasi yang tinggi, keterbatasan waktu supervisi, serta perbedaan kemampuan adaptasi guru terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian kepemimpinan instruksional pada konteks madrasah swasta serta rekomendasi praktis bagi peningkatan mutu pendidikan Islam secara berkelanjutan.