Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN TAX AMNESTY DI INDONESIA Khoirul anwar
JUMBA (Jurnal Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi) Vol 2 No 2 (2023): JUMBA (Jurnal Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi)
Publisher : Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Artikel ini disusun untuk mendiskripsikan tingkat efektivitas pajak, khususnya penerimaan pajak dan kepatuhan pajak di Indonesia. Dengan metode pendekatan diskriptif melalui analisis sumber-sumber yang berhubungan dengan penerapan tax amnesty, studi menunjukkan bahwa penerapan tax amnesty belum efektif. Pemerintah perlu mencari solusi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas pajak di Indonesia. Perbaikan sistem penerapan pajak serta kebijakan yang tepat akan meningkatkan efektivitas
SOSIALISASI HUKUM TENTANG JUDI ONLINE BAGI MASYARAKAT DESA MENANG KECAMATAN PAGU KABUPATEN KEDIRI Khoirul Anwar; Dhyan Andika Irawan; Ahmad Rifai; Sofyetin Atiana
Dharma Wiyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Dharma Wiyata
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital telah memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia, baik dalam bidang pekerjaan, pendidikan, maupun gaya hidup sehari-hari. Namun demikian, kemajuan tersebut juga memunculkan potensi penyalahgunaan teknologi, salah satunya berupa meningkatnya praktik judi online yang semakin meluas dan sulit untuk dikendalikan. Fenomena ini tidak hanya terbatas di wilayah perkotaan, tetapi juga telah menjangkau masyarakat pedesaan, termasuk ibu rumah tangga dan remaja yang tergolong rentan terhadap dampak negatif penggunaan internet. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Desa Menang mengenai bahaya judi online dari berbagai aspek, yaitu hukum, sosial, dan psikologis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, di mana masyarakat turut terlibat secara aktif dalam sesi sosialisasi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman hukum serta kesadaran digital peserta terkait dampak dan konsekuensi hukum dari praktik judi online. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya komitmen masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi serta menghindari aktivitas ilegal di ruang digital. Kata Kunci: Internet, Judi Online, Masyarakat, Teknologi,
Legal Politics Of The Constitutional Court Decision Number 22/Puu-XV/2017 Concerning The Minimum Age Limit For Marriage Khoirul Anwar; Dhyan Andika Irawan; Ahmad Rifai; Sofyetin Atiana
Rechtsvinding Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.1942

Abstract

This research reviews 2 problem formulations, First, how is the history of the regulation of the minimum age limit for marriage before the Constitutional Court Decision No. 22 / PUU- XV / 2017? Second, how is the legal policy of the minimum age limit for marriage after the Constitutional Court Decision No. 22 / PUU- XV / 2017? To be able to review the case, this research procedure is used with a normative legal study that uses a historical approach and laws, where the data sources used are secondary information sources. Based on the research and reviews conducted, the following results were obtained: Initially, the history of setting minimum marriage age limits in Indonesia began before the Dutch colonial era. At that time, the applicable marriage law was based on each individual's religious law. Later, during the Dutch occupation, ethnicity-based classifications were implemented, with each group having its own specific rules. During the Old Order, Law No. 22 of 1946 concerning Marriage Registration, Divorce, and Reconciliation (hereinafter referred to as NTR) was enacted. During the New Order, Law No. 1 of 1974 concerning Marriage was enacted, followed by its first revision during the reform era, Law No. 16 of 2019 concerning Amendments to Law No. 1 of 1974 concerning Marriage. Second, the political will of the state government is a determining factor in the direction of the law, including the determination of minimum marriage age limits.
SOSIALISASI INOVASI PRODUK DAN DESAIN PACKAGING DI DESA BANGSONGAN KABUPATEN KEDIRI Riyanah; Sri Utami Hanggondosari; Nur Dina; Hendra Kusuma; Khoirul Anwar; Dhyan Andika Irawan; Ahmad Rifai; Sofyetin Atiana; Novi Wahyu Ramadani Arrohim
Dharma Wiyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Dharma Wiyata
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan inovasi produk dan desain packaging kepada masyarakat Desa Bangsongan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.. Target kegiatan sosialisasi ini adalah agar peserta memahami akan pentingnya meningkatkan produk, baik itu produk baru maupun modifikasi dari produk yang sudah ada untuk promosi dan pemasaran produk serta untuk meningkatkan daya saing pasar Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 20 Desember 2025. Setelah melakukan diskusi dengan masyarakat Desa Bangsongan sebelum sosialisasi dimulai, disepakati bahawa kegiatan dimulai dengan pre-test kepada peserta untuk mengetahui tingkat pemahaman sebelum dilakukan sosialisasi inovasi produk dan desain packaging dan di akhir sosialisasi dilakukan post-test. Peserta yang hadir sebanyak 27 orang. Ada beberapa peserta yang sudah mengenal tentang inovasi produk dan desain packaging dan ada yang mengaku belum tahu sama sekali. Kegiatan ini berjalan dengan lancar, efisien dan efektif serta sesuai target. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah peserta mengakui menjadi lebih tahu dan paham tentang inovasi produk dan desain packaging. Hal ini ditunjukkan dengan jawaban peserta dari hasil post-test yang dilakukan, yaitu sangat paham sebesar 64% dan paham 36%.