Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KELENGKAPAN LAPORAN OPERASI PASIEN DENGAN KEAKURATAN KODE KASUS PATAH TULANG DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Vincensia Dea; Romaden Marbun; Rea Ariyanti
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v17i2.339

Abstract

Lembar laporan operasi salah satu bagian dari berkas rekam medis, mempunyai kegunaan yang sangat luas, karena tidak hanya menyangkut antara pasien dengan pemberian pelayanan kesehatan saja. Kelengkapan dokumen rekam medis dibutuhkan pada pelayanan di rumah sakit. Terutama kasus yang beresiko seperti tindakan-tindakan invasif di ruang bedah. Karena kasus bedah merupakan kasus beresiko tinggi maka akan dibutuhkan data yang lengkap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya kasus malpraktik yang bisa masuk ke ranah hukum. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan studi korelasi yaitu mencari hubungan antara satu keadaan dengan keadaan lain yang terdapat dalam satu populasi yang sama. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari dokumen rekam medis pasien bedah yang berkunjung pada Januari 2020 - Desember 2020. Sampel penelitian ini berjumlah 82 sampel berkas rekam medis pasien kasus operasi patah tulang. Instrumen Penelitian yang digunakan adalah menggunakan lembar check-list yang telah disusun. Analisis data menggunakan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dan Analisa Korelasi Rank Spearman. Pada penelitian ini diperoleh bahwa kelengkpaan laporan operasi dengan kategori lengkap sejumlah 14 berkas, kategori cukup lengkap sejumlah 50 berkas dan kategori tidak lengkap sejumlah 18 berkas. Sedangkan keakuratan kode kasus patah tulang dengan kategori akurat sejumlah 17 kode, kategori cukup akurat sejumlah 55 kode dan kategori tidak akurat sejumlah 10 kode. Dari hasil uji analisa korelasi Rank Spearman dapat diketahui bahwa nilai sig (p) adalah sebesar 0,003 sehingga nilai sig (p) < 0,05. Dari hasil tersebut menjelaskan bahwa ada hubungan antara kelengkapan laporan operasi pasien dengan keakuratan kode kasus patah tulang di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan (RKZ) Malang.
THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITIES AND COGNITIVE FUNCTION IN THE ELDERLY Wisoedhanie Widi Anugrahanti; Romaden Marbun; Nadia Oktiffany Putri
NurseLine Journal Vol. 5 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v5i2.60161

Abstract

The elderly will experience an aging process that is characterized by physical changes, intellectual changes, and a decrease in various body functions. Deterioration of intellec tual function including cognitive function is one of the functions that will decrease in the elderly. Physical activity is a factor that can inhibit cognitive decrease in the elderly. One of the preventive actions that can be done by the elderly in slowing down the decrease of cognitive function is to increase physical activity. Physical activity is thought to stimulate nerve growth which might inhibit cognitive decrease in the elderly. When doing physical activity, the brain will be stimulated by talamus so that it will increase the Brain Derived Neurotropic Factor which plays a role in keeping nerve cells fit and healthy. The purpose of this study was to identify the relationship between physical activity and cognitive func tion in the elderly. This study was a quantitative study with a categorical correlative analytic method. The study used cross sectional study design. The chi-square test and ordinal logistic regression test were used for data analysis. The results of this study stated that the overall physical activities which were exercise, mild activity, heavy activity, use of stairs and participate in social activities showed a significant relationship to cognitive function. Participating in social activities and mild activity were the most significant physical activities that showed relationship to cognitive function, with p-value = 0.001 < 0.05. In conclusion, the findings highlight that the choice of appropriate physical activity can help to maintain cognitive function in the elderly