Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Mencegah Penularan Covid-19 Dengan Memahami 6 Langkah Cuci Tangan Baik dan Benar Menurut WHO Pada Siswa dan Siswi SMA Islam Uswatun Hasanah Cempaka Putih Muhamad Siladani Fatuhu; Mega Sara Yulianti; Andika Apriawan
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/h9t7y629

Abstract

Mencuci tangan merupakan satu tehnik yang paling mendasar untuk menghindari masuknya kuman kedalam tubuh. Tujuan kegiatan ini untuk mencegah penularan COVID-19 kepada siswa-siswi SMA Islam Uswatun Hasanah Cempaka Putih, kecamatan Batukliang Lombok Tengah, melalui cuci tangan. Metode Pendidikan Kesehatan (Pengabdian) ini menggunkan 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar. Langkah pertama basahi tangan, gosok sabun pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar sehingga menghasikan busa secukupnya selama 15-20 detik. Langkah kedua usap dan gosok kedua punggung tangan secara bergantian. Langkah ketiga gosok sela-sela jari tangan hingga bersih. Langkah keempat bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci. Langkah kelima gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian. Langkah keenam letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan dan bilas dengan air bersih serta keringkan. Dari kegiatan ini diharpakan siswa/siswi dapat menerapkan cucitangan dilingkungan sekolah pada khsusunya dan di lingkungan masyarakat pada umumnya serta membantu sprogram pemerintah Indonesia dalam proses pencegahan dan pemutusan rantai penularan COVID-19 sehingga dapat segera memulihkan angka Kesehatan penduduk di Indonesia.
Penyuluhan Alat Kontrasepsi KB Pada Pasangan Usia Subur di Masa Pandemi COVID-19 di Dusun Senang Kabupaten Lombok Timur Dwi Andayani; Mega Sara Yulianti
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v3i1.235

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan menetapkan dua belas indikator keluarga sehat demi mencapai program prioritas (Nawa Cita), Seperti keluarga mengikuti KB, ibu bersalin di fasilitas Kesehatan, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, penderita hipertensi berobat teratur, tidak ada nggota keluarga yang merokok, dan sekeluarga menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional. Dalam Renstra BKKBN tahun 2020-2024 menyatakan bahwa isu strategis yang menjadi salah satu masalah di Indonesia yakni menurunnya angka pemakaian alat kontrasepsi modern (Mcpr) menjadi 57,2% dan rendahnya pengetahuan pada remaja tentang andemic reproduksi serta persiapan kehidupan berkeluarga. kelompok umur remaja, penggunaan alat kontrasepsi KB yang paling jarang digunakan yakni kondom dan sterilisasi sebanyak 0,2%. Di Wilayah Puskesmas BatuYang Tingkat pengetahuan PUS terhadap penggunaan alat kontrasepsi rendah sebanyak 62 orang (62,6%). Tujuan dari kegiatan ini memberikan pengalaman belajar pada PUS, meningkatkan pengetahuan, sikap serta perilaku dalam pemakaian KB; jenis-jenis alat kontrasepsi, efek samping, keuntungan KB, dan waktu pemasangan alat kontrasepsi KB yang tepat sehingga mewujudkan keluarga yang berkualitas di Dusun Senang. Motode Ceramah dan diskusi serta pembagian famplet. Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang alat kontrasepsi KB peserta PUS setelah dilakukan penyuluhan di dusun senang, yang diketahui dari hasil pretest tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 3 peserta (8.3%) dan hasil postest menjadi 28 peserta (77.8%).
Supportif-Edukatif Dalam Menghadapi Menarche Pada Siswi SDN 48 Ampenan Kota Mataram Ni Komang Wijiani Yanti; Mega Sara Yulianti; Dian Neni Naelasari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.509

Abstract

Menstruasi pertama merupakan hal yang sangat wajar dialami oleh remaja perempuan normal dan tidak perlu di khawatirkan. Pada kenyataannya menarche membuat perasaan bingung, gelisah, malu, tidak nyaman selalu menyelimuti perasaan perempuan yang mengalami menstruasi pertama. Kejadian menarche yang semakin dini harus diimbangi dengan kesiapan anak. Ketidaksiapan menghadapi menarche menyebabkan siswi memiliki respon negatif seperti malu, takut, dan khawatir. Tujuan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu meningkatkan pengetahuan siswi SD melalui penyuluhan, simulasi dan penumbuhan kepercayaan diri siswi dalam menghadapi menarche. Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberi penyuluhan, simulasi dan penumbuhan kepercayaan diri siswi dalam menghadapi menarche. Lokasi pengabdian dilakukan di SDN 48 Ampenan dengan jumlah siswi perempuan kelas 5 dan kelas 6 sebanyak 25 orang. Kegiatan supportif-edukatif dilakukan dengan memberikan materi dan pemutaran video. Materi pendidikan kesehatan reproduksi berupa pubertas, organ reproduksi wanita, pemeliharaan organ reproduksi, proses menstruasi, cara mengatasi masalah menstruasi, keputihan, dan kesiapan menghadapi menarche. Simulasi dilakukan untuk memberikan gambaran langsung tentang kondisi organ reproduksi wanita, proses pubertas, dan proses menstruasi. Tahap simulasi juga diperagakan cara menggunakan pembalut yang benar dan perlakuan pembalut setelah digunakan. Setelah kegiatan penyuluhan selesai siswi putri akan diberikan leaflet dengan tujuan agar informasi yang diperoleh saat penyuluhan dapat disebarluaskan kepada teman sebayanya. Pemberian pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada siswi SD perlu dilakukan baik sebagai mata pelajaran tambahan oleh guru pembimbing Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) maupun berupa penyuluhan diluar kegiatan belajar mengajar.
Edukasi Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Ibu Dengan Anak Usia 6-24 Bulan di Desa Kediri Dusun Pelowok Selatan Kabupaten Lombok Barat Mega Sara Yulianti; Ni Komang Wijiani Yanti; Muhamad Siladani Fatuhu
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.511

Abstract

Tingkat pendidikan rendah yang terjadi pada desa Kediri Dusun Pelowok Selatan dapat disebabkan karena faktor ekonomi dan tingginya pernikahan dini. Selain itu pengaruh sosial media mengenai iklan produk MP-ASI dengan berbagai macam nilai gizi yang menggiurkan, banyaknya bayi yang diasuh oleh orang tua atau mertua dikarenakan orang tua pergi keluar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Rendahnya pemahaman ibu, keluarga, dan masyarakat mengenai pentingnya ASI bagi bayi mengakibatkan program pemberian ASI eksklusif tidak berlangsung secara optimal. Rendahnya tingkat pemahaman tentang pemberian ASI eksklusif dikarenakan kurangnya informasi atau pengetahuan yang dimiliki oleh para ibu mengenai segala nilai plus nutrisi dan manfaat yang terkandung dalam ASI. Di dusun Pelowok Selatan praktik pemberian MPASI tidak sesuai standar sebanyak 17 orang (88,3%). Tujuan dari kegiatan ini untuk Meningkatkan pengetahuan Ibu tentang pemberian MP-ASI yang baik dan benar. Metode ceramah dan diskusi serta pembagian pamplet. Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 17 orang (68%) yang awalnya tidak sesuai standar, menjadi 22 orang (88%).
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Terkait Pentingnya Rekam Medik Bagi Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Labupai Kabupaten Lombok Barat Ni Komang Wijiani Yanti; Mega Sara Yulianti; Megawati Megawati
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v1i2.631

Abstract

Rekam medis merupakan bagian dari arsip yang menggambarkan segala aktivitas sebuah fasilitas pelayanan kesehatan dalam kurun waktu tertentu. Rekam Medis ialah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis ini memiliki fungsi penting bagi pasien dan juga dokter. Oleh karena itu pengisian rekam medis ini harus lengkap dan tidak boleh ditunda pengisiannya baik bagi pasien ataupun tenaga kesehatan. Namun, banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi penting dari melengkapi rekam medis dan keterbukaan informasi pribadinya yang harus diberikan kepada fasilitas pelayanan kesehatan bahkan tenaga kesehatan yang merawatnya dalam menunjang mutu informasi pada rekam medis tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya pada pasien di Puskesmas Labuapi tentang pentingnya rekam medis bagi masyarakat yang berobat di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode penyuluhan dilakukan secara tidak langsung atau dalam jaringan (daring) dengan berkoordinasi via online grup whatsapp selama 3 kali pertemuan serta dikirimkan materi presentasi serta video pembelajaran. Masyarakat yang terlibat sebanyak 34 orang. Tahap evaluasi dilakukan melalui google form. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan masyarakat dari rata-rata 37,53 menjadi 79,06 dengan point maksimal 100. Kegiatan berjalan dengan baik dan perlu adanya monitoring lebih lanjut. Luaran pengabdian masyarakat dipublikasikan pada jurnal nasional ber-ISSN.
Penyuluhan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Masa Nifas Dengan Memanfaatkan Bahan Makanan Yang Tersedia di Rumah di Desa Labuapi Kabupaten Lombok Barat Ni Komang Wijiani Yanti; Mega Sara Yulianti; Dian Neni Naelasari; Megawati Megawati
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v1i1.633

Abstract

Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, dari mulai persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti keadaan semula (sebelum hamil). Kebutuhan dasar ibu nifas pada masa nifas untuk mempercepat proses involusi dan memperlancar laktasi selain personal hygiene yang terpenting adalah pemenuhan asupan gizi pada masa nifas. Pada involusi kebutuhan gizi protein baik protein nabati atau hewani sangat penting karena berfungsi untuk mempercepat proses penyembuhan, dan pemulihan serta untuk memperlancar proses produksi ASI. Fenomena yang terjadi pada masyarakat dimana masih banyak ibu yang memiliki budaya pantang makan yang mengandung protein baik hewani atau nabati. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu nifas tentang asupan nutrisi protein dengan produksi ASI. Peningkatan pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi masa nifas dapat memberikan kesiapan kepada calon ibu dalam menghadapi masa nifas. Kegiatan penyuluhan kesehatan tentang kebutuhan nutrisi masa nifas di Labuapi Kab. Lombok Barat berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama calon ibu dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung sumber tenaga, sumber pembangun (protein), sumber pengatur dan pelindung (mineral, vitamin, dan air) dengan memanfaatkan bahan makanan yang tersedia di rumah.
Pencatatan Identifikasidan Rekam Kesehatan Personal Masyarakat Lansia di Desa Kediri Kabupaten Lombok Barat Mega Sara Yulianti; Ni Komang Wijiyani Yanti; Parihayani Ayuningtyas
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v1i1.634

Abstract

Rekam kesehatan adalah tempat penyimpanan data dan informasi mengenai pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada pasien. Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk merancang sistem informasi rekam medis bagi lansia yang dapat digunakan untuk menghasilkan informasi yang valid, lengkap, dan tepat waktu serta untuk mendukung peningkatan pelayanan bagi lansia. Metode yang dilaksanakan pada kegiatan ini berupa ceramah dan diskusi, dimana sasaran program ini adalah para petudan dan kader posyandu lansia dengan jumlah peserta 20 orang di UPTD Puskesmas Kediri Kabupaten Lombok Barat. Materi yang disampaikan mencakup pencatatan personal rekam kesehatan yang detail dan lengkap. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pengabdian inidapat dilihat dari antusiasnya para kader dalam mendengarkan materi yang disampaikan, dan diakhir penyampaian materi kader diberikan post test dan mereka bisa menjawab soal –soal yang diberikan dengan cepat dan benar. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan dari rata-rata 37,53 menjadi 79,06 dengan point maksimal 100. Kegiatan berjalan dengan baik dan perlu adanya monitoring lebih lanjut.
Pemahaman Cara Pembuatan dan Penggunaan Cairan Desinfektan Untuk Mencegah Penularan Virus Covid 19 di Desa Bujak Kabupaten Lombok Tengah 2021 Muhamad Siladani Fatuhu; Mega Sara Yulianti
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v1i1.639

Abstract

Sejak diumumkannya kasus pertama virus corona di Indonesia oleh presiden Joko widodo pada awal maret 2020, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Jumlah kasus pasien positif virus Corona semakin meningkat setiap hari, begitu juga dengan angka kematiannya. Upaya menjaga kebersihan lingkungan dengan penggunaan desinfektan bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tugas semua masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang ada di desa- desa khususnya Desa Bujak kecamatan Batukliang Lombok Tengah. Oleh sebab itu, pemerintah senantiasa menghimbau masyarakat agar dapat membuat desinfektan secara mandiri di rumah. Akan tetapi, masyarakat di Desa Bujak kecamatan Batukliang Lombok Tengah tepatnya di SMA Islam Uswatun Hasanah Cempaka Putih, kecamatan Batukliang Lombok Tengah masih banyak yang belum mengetahui cara membuat desinfekttan, kalaupun tahu membuat desinfektan pada umumnya mereka hanya sekedar mencampur bahan kimia tanpa mengetahui kandungan senyawa di dalam botol kemasan, bagaimana sifat senyawa tersebut dan bagaimana takaran tepatnya. Akibatnya, pencampuran bahan kimia tersebut justru dapat berdampak negative bagi mereka seperti pembentukan senyawa baru yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat.