Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Kayu Gelam (Melaleuca cajuputi Powell) sebagai Struktur Perkuatan Jalan Muhammad Afief Ma'ruf; Rusdiansyah; Rusliansyah
Jurnal Rekayasa Tropis, Teknologi, dan Inovasi (RETROTEKIN) Vol. 1 No. 2 (2023): RETROTEKIN (Rekayasa Tropis, Teknologi, dan Inovasi)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu gelam yang termasuk dalam genus Melaleuca dari famili Myrtaceae merupakan tumbuhan yang tumbuh secara alami di lahan gambut Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan daerah lainnya. Kayu gelam oleh Departemen Kehutanan digolongkan dalam kelas kuat II dan kelas awet kayu III. Salah satu bentuk pemanfaatan kayu gelam di dunia konstruksi adalah sebagai struktur perkuatan jalan. Penelitian ini mengidentifikasi bentuk penggunaan kayu gelam sebagai struktur perkuatan jalan dan besar volume kayu gelam yang digunakan. Metode penelitian adalah pengamatan lapangan serta studi literatur mengenai pemanfatan kayu gelam sebagai struktur perkuatan jalan. Kayu gelam yang dimanfaatkan untuk struktur perkuatan jalan umumnya digunakan pada perkuatan urugan jalan, pondasi dinding penahan tanah, dan pondasi siring timbunan dengan diameter 8-10 cm dan panjang 3,5-4 m. Penggunaan kayu gelam baik sebagai pondasi maupun sebagai dinding penahan tanah dikarenakan penggunaan kayu gelam tersebut terbukti mampu memperkuat daya dukung maupun tahanan geser tanah. Total volume penggunaan kayu gelam sebagai pondasi jalan di Kota Banjarmasin selama tahun 2022 mencapai 678.606 m3. Jumlah ini menunjukkan bahwa pemanfatan kayu gelam dalam pekerjaan jalan masih sangat dibutuhkan terutama di Kalimantan Selatan dan sekitarnya yang memiliki struktur tanah lunak dan tanah rawa.
ANALISIS KUALITAS AIR SEBAGAI DASAR PEMANFAATAN PADA LAHAN PERTANIAN DESA SABUHUR KABUPATEN TANAH LAUT Elma Sofia; Ulfa Fitriati; Muhammad Afief Ma'ruf; Eddy Nashrullah; Muhammad Hafi
Jurnal Infrastruktur Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Infrastruktur
Publisher : Jurnal Infrastruktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/w8j6y249

Abstract

Agriculture is a crucial sector in Indonesia’s economic development. It provides food for the population, feed and energy resources, and serves as a primary source of livelihood for rural communities. To enhance rice production, one key government program is the development of irrigation networks. These networks play a vital role in agriculture and directly impact both the quality and quantity of rice yields. Regions with natural resources that are suitable for tidal or swamp irrigation systems are continually evaluated and developed. These areas are used for agriculture, aquaculture, and water transportation. This study analyzes water quality to determine its suitability for agricultural use as outlined in Government Regulation No. 22 of 2021. Parameters measured include field assessments of physical water quality using the U-50 HORIBA multi water quality checker. These parameters cover temperature, acidity, electrical conductivity, dissolved oxygen, and total dissolved solids. The research site is Sabuhur Village, Jorong District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province. Measurements of physical and chemical water quality show that water conditions in agricultural land and nearby rivers or ponds are within acceptable ranges to support farming. This condition confirms that the surrounding aquatic environment does not pose significant constraints on plant growth and instead serves as a key factor in agricultural productivity. Thus, the water at the research site is suitable for agricultural use. However, further research is needed on soil characteristics, both physical and chemical.