Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Keterampilan Mengajar Mahasiswa Pendidikan Matematika pada Mata Kuliah Pembelajaran Matematika SMA Lusia Bince Kumanireng
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.4900

Abstract

The purpose of this research is to determine the ability of prospective student educators in compiling learning tool components in the form of lesson plans, components of classroom learning implementation, personality and social components. The research method chosen in this study is a qualitative descriptive method with the data sources used being lesson plans prepared by students, learning videos carried out by practical students, and interviews to look at personality and social components. The research subjects were mathematics education students who were undertaking a teaching practice program. The results of the analysis show that the components of the Learning Implementation Plan (RPP) obtained an average score of ; The Learning Implementation Component Assessment obtained an average score of ; The personality and social component assessment obtained an average score of
Jejak matematis dalam wayang: eksplorasi etnomatematika pada simbol dan struktur permainan tradisional Lusia Bince Kumanireng; Meliana Tere Maran
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34032

Abstract

AbstrakTujuan pengabdian ini adalah untuk menemukan dan mengkaji unsur-unsur matematika yang terdapat dalam permainan tradisional wayang kertas, yang dibuat dari kertas berukuran pas foto, dengan menggunakan pendekatan etnomatematika. Kajian ini berpusat pada simbol-simbol visual dan struktur permainan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data dalam pengabdian ini adalah anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun yang aktif bermain wayang kertas. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling, yakni memilih aktif bermain wayang kertas. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling, yakni memilih anak-anak yang memiliki pengalaman langsung dan pemahaman mendalam tentang permainan wayang. Objek pengabdian ini mencakupi: wayang kertas (baik yang dibuat oleh anak-anak maupun wayang kertas lama yang masih tersimpan); struktur permainan wayang kertas (termasuk aturan main, pola interaksi, narasi, dan gerakan yang terjadi selama permainan); serta simbol dan motif pada wayang (seperti bentuk, pola, atau representasi visual lainnya pada wayang kertas maupun dalam konteks permainan). Instrumen yang digunakan meliputi pedoman observasi (berisi poin-poin yang perlu diamati selama proses permainan wayang), pedoman wawancara (berisi daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada anak-anak), dokumentasi (mendokumentasi visual wayang kertas dan lingkungan permainan. Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa jejak matematis yang terdapat pada permainan kartu wayang yakni Tanda positif (+) dan bentuk bela ketupat; Lingkaran berulang, Tanda negatif(-);Tanjakan segitiga/ tandah panah; Lingkaran, satuan pengukuran. Kata kunci: etnomatematika; kartu wayang; simbol dan struktur matematika. AbstractThe purpose of this community service is to find and study the mathematical elements contained in the traditional game of paper puppets, which are made from photo-sized paper, using an ethnomathematics approach. This study focuses on visual symbols and game structures. The research method used is qualitative with a case study design. The data sources in this community service are children aged 6 to 12 years who actively play paper puppets. The selection of subjects was carried out by purposive sampling, namely selecting those who actively play paper puppets. The selection of subjects was carried out by purposive sampling, namely selecting children who have direct experience and a deep understanding of the puppet game. The objects of this community service include: paper puppets (both those made by children and old paper puppets that are still stored); the structure of the paper puppet game (including the rules of the game, interaction patterns, narratives, and movements that occur during the game); and symbols and motifs on the puppets (such as shapes, patterns, or other visual representations on the paper puppets or in the context of the game). The instruments used include observation guidelines (containing points that need to be observed during the puppet game process), interview guidelines (containing a list of questions to be asked to children), documentation (documenting visuals of paper puppets and the game environment. The results of this service show that the mathematical traces found in the puppet card game are Positive signs (+) and the shape of the ketupat; Repeating circles, Negative signs (-); Triangular slopes/arrow signs; Circles, units of measurement. Keywords: ethnomathematics; puppet cards; mathematical symbols and structures.
Literasi Digital berbasis GeoGebra untuk Meningkatkan Kemampuan Spasial Siswa dalam Pembelajaran: Using GeoGebra Media to Improve Students' Spatial Abilities in Learning Roberta Uron Hurit; Alfian Nara Weking; Dominikus Boli Watomakin; Lusia Bince Kumanireng
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v4i2.1129

Abstract

Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Spasial siswa SMP Satu Atap Riangpuho. Peningkatan kemampuan ini dilakukan dengan melaksanakan proses pembelajaran matematika mengunakan aplikasi Geogebra. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 50 siswa SMP Satu Atap Riangpuho. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 3 Tahap, yaitu: 1) Tahap ceramah/presentasi, 2) Tahap Demostrasi, 3) Tahap Eksperimen dan Simulasi. Luaran dari PkM ini telah dibuat modul hasil Kegiatan Pembelajaran Matematika dengan Geogebra dan telah di serahkan ke sekolah. Hasil Kegiatan PkM ini menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa dalam membuat bangun ruang dan jaring-jaring bangun ruang belum Maksimal. Hal ini dapat dilihat pada pembahasan yang diperoleh menunjukkan beberapa peserta didik belum memenuhi indikator kemampuan spasial dalam membuat jaring-jaring bagun ruang.
Optimalisasi pembelajaran matematika melalui penggunaan media papan musi di SDN Lebao Tanjung Lusia Bince Kumanireng; Bernadus Bin Frans Resi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38897

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pembelajaran matematika melalui implementasi media Papan Musi di SDN Lebao Tanjung. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa kelas IV SDN Lebao Tanjung yang berjumlah 19 orang. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi tahap persiapan (observasi, koordinasi, dan produksi media), tahap pelaksanaan (sosialisasi, demonstrasi, dan praktik terbimbing), serta tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada antusiasme dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran. Secara kuantitatif, penggunaan media Papan Musi mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa yang terlihat dari hasil evaluasi pasca kegiatan yang melampaui standar ketuntasan minimal. Secara kualitatif, media ini berhasil mengubah persepsi siswa terhadap matematika menjadi lebih menyenangkan dan konkret melalui visualisasi pin warna. Simpulan dari pengabdian ini adalah media Papan Musi efektif sebagai alat peraga manipulatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar. Kata Kunci: matematika; papan musi; KPK; FPB Abstract This community service activity aims to optimize mathematics learning through the implementation of Papan Musi media at SDN Lebao Tanjung. The target partners in this activity were 19 fourth-grade students of SDN Lebao Tanjung. The implementation method included the preparation stage (observation, coordination, and media production), the implementation stage (socialization, demonstration, and guided practice), and the evaluation stage. The results showed a significant increase in student enthusiasm and active participation during the learning process. Quantitatively, the use of Papan Musi media was able to improve students' conceptual understanding, as evidenced by post activity evaluation results that exceeded the minimum mastery standards. Qualitatively, this media succeeded in changing students' perceptions of mathematics to be more enjoyable and concrete through color pin visualization. The conclusion of this service is that Papan Musi media is effective as a manipulative teaching tool to improve the quality of mathematics learning at the elementary school level. Keywords: mathematics; papan musi; LCM; GCD
Pendampingan pembelajaran matematika berbasis GeoGebra sebagai upaya inovasi kelas di SMP Satap Riangpuho Benadus Bin Frans Resi; Lusia Bince Kumanireng; Anggelina Salesia Ima Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38907

Abstract

AbstrakPembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah pertama masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama rendahnya pemahaman konsep siswa akibat dominasi metode pembelajaran konvensional dan minimnya pemanfaatan teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam menggunakan GeoGebra sebagai media pembelajaran serta mendorong inovasi pembelajaran matematika di SMP Satap Riangpuho. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah guru matematika dan siswa dengan jumlah peserta sebanyak 27 orang yang terdiri dari 2 guru dan 25 siswa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan, pendampingan, praktik langsung, serta diskusi reflektif yang dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan GeoGebra, yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dari 56 pada pre-test menjadi 82 pada post-test. Selain itu, sebanyak 88% peserta menyatakan kegiatan sangat bermanfaat dan 90% peserta merasa GeoGebra membantu dalam memahami konsep matematika secara visual. Secara kualitatif, kegiatan ini juga meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa serta mendorong guru untuk mengimplementasikan pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis teknologi. Dengan demikian, pendampingan pembelajaran matematika berbasis GeoGebra terbukti efektif sebagai upaya inovasi kelas yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah. Kata kunci: GeoGebra; Pembelajaran matematika; inovasi kelas; pendampingan; teknologi pendidikan Abstract      Mathematics learning at the junior high school level still faces various challenges, particularly students’ low conceptual understanding due to the dominance of conventional teaching methods and the limited use of technology. This community service activity aimed to enhance the competence of teachers and students in using GeoGebra as a learning medium, as well as to promote innovation in mathematics learning at SMP Satap Riangpuho. The target participants of this activity were mathematics teachers and students, with a total of 27 participants consisting of 2 teachers and 25 students. The implementation methods included training, mentoring, hands-on practice, and reflective discussions carried out through preparation, implementation, and evaluation stages. The results showed a significant improvement in participants’ understanding and skills in using GeoGebra, as indicated by an increase in the average score from 56 in the pre-test to 82 in the post-test. In addition, 88% of participants stated that the activity was highly beneficial, and 90% reported that GeoGebra helped them better understand mathematical concepts through visualization. Qualitatively, the activity also increased students’ engagement and learning motivation, while encouraging teachers to implement more interactive and technology-based learning. Therefore, GeoGebra-based mathematics learning assistance has proven to be an effective strategy for classroom innovation in improving the quality of mathematics learning in schools. Keywords: GeoGebra; mathematics learning; classroom innovation; mentoring; educational technology
Analisis Kualitas Interaksi Pembelajaran Matematika Realistik Pada Latihan Mengajar Mahasiswa Berdasarkan Observasi Dosen Lusia Bince Kumanireng
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 3 (2025): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i3.1868

Abstract

This study focuses on analyzing the quality of RMR interactions during student teaching practice. The study used a qualitative approach with a case study design. The research methods used were systematic observation and reflective interviews. Data were analyzed using Classroom Interaction Analysis techniques modified for RMR needs. This study was conducted in the Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Larantuka Institute of Teacher Training and Technology. The subjects of this study were 10 sixth-semester students taking the realistic mathematics course. Subjects were selected using a purposive sampling technique. The research objects covered three main aspects: Quality of Learning Interactions; Implementation of RMR Principles; and Questioning Skills. Data collection in this study was carried out through Structured Participatory Observation; Semi-Structured Interviews; and Document Analysis. The research instruments used were Observation Sheets; Interview Guidelines; and Field Notes. The collected data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model, which consists of three interactive stages: Data Condensation; Data Presentation; Verification and Conclusion Drawing. The results of the study show that, in the aspect of the quality of learning interactions, the majority of students have been able to create learning interactions that are in the good category; the aspect of Implementation of Realistic Mathematics Learning Principles is known, the Use of Context achieved the highest score of 4.5 while the Student Contribution item achieved the lowest score of 2.9 and at the Formalization stage obtained a relatively low score of 3.1; and the aspect of Student Question Quality provided results, namely, for clarification questions obtained a percentage of 45%, convergent questions 35%, exploratory questions 15%, and divergent questions 5%.
Pembuatan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika di SDK Lewotala dalam Meningkatkan Pemahaman Matematis Siswa pada Topik Bangun Ruang Roberta Uron Hurit; Lusia Bince Kumanireng
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i2.181

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa SDK Lewotala. Peningkatan pemahaman ini dilakukan dengan pengenalan alat peraga matematika sehingga dapat membantu siswa dalam mengenal matematika dalam kehidupana sehari-hari. Tim PKM mengusung kegiatan Pembuatan Alat peraga dalam konsep bermain sambil belajar sehingga proses pembelajaran matematika lebih menyenangkan dan menjadi pembelajaran yang bermakna. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 60 siswa SDK Lewotala. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 4 metode, yaitu: 1) Metode ceramah/presentasi, 2) Metode diskusi, 3) Metode eksperimen, dan 4) Metode demonstrasi. Luaran dari PkM ini telah dibuat media/alat peraga yang disimpan di Perpustakaan Sekolah. Hasil PkM ini menunjukkan bahwa ada beberapa indikator yang tidak tercapai yaitu para siswa belum bisa membedakan bangun ruang dengan benar. Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan matematis siswa dalam mengenal perbedaan dan bentuk alat peraga masih minim.