Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

OPTIMASI PENENTUAN LOKASI DAN KELUARAN DAYA AKTIF PEMBANGKIT KECIL TERSEBAR METODE ALGORITMA GENETIKA STANDAR PADA PENYULANG 1 SISTEM DISTRIBUSI 20 KV TARAKAN achmad budiman
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 1 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 1 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.546 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i1.259

Abstract

Abstract - The use of distributed generation (DG) at Feeder I Tarakan Distribution System 20 kV aims to meet the needs of consumer electricity, but it is expected to reduce the loss of power on the network. Therefore, optimization is needed in determining the location and output of DG’s active power. The standard genetic algorithm method is used in the determination of the location and output of active power for 3 units of each 250 kW capacity in Feeder I Tarakan Distribution System 20 kV. The optimized results were achieved for optimal locations on 22,28, 47 buses with each 196, 192, 200 kW active power output and 37.73 % or 17,000 Watt network loss. Keywords: standard genetic algorithm, electrical distribution system, distributed generation  Intisari - Pemanfaatan pembangkit kecil tersebar (PKT) pada Penyulang I Sistem Distribusi Listrik Tarakan 20 kV bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan listrik konsumen dan diharapkan dapat meminimalkan rugi daya pada jaringan. Untuk itu diperlukan optimasi dalam menentukan lokasi dan keluaran daya aktif PKT. Metode algoritma genetika standar digunakan dalam penentuan lokasi dan keluaran daya aktif untuk 3 Unit PKT kapasitas masing-masing 250 kW pada Penyulang I Sistem Distribusi 20  KV Tarakan. Hasil optimasi yang dicapai untuk lokasi optimal pada bus 22, 28, 47 dengan masing-masing keluaran daya aktif 196, 192, 200 kW dan penurunan rugi daya jaringan sebesar 37,73 % atau 17.000 Watt. Kata Kunci : algoritma genetika standar, sistem distribusi listrik, pembangkit kecil tersebar
PENGARUH RESISTANSI PEMBUMIAN TERHADAP PRAKIRAAN JANGKA PENDEK BIAYA INSTALASI SISTEM PEMBUMIAN PERALATAN PADA GEDUNG LABORATORIUM TEKNIK UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Achmad Budiman
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i1.889

Abstract

Pembumian sistem yang kurang mampu untuk menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik. Risiko yang lebih banyak arus tidak akan optimal disalurkan kembali ke bumi. Semakin kecil nilai resistensi, semakin baik sistem pembumian. Dalam kondisi tertentu tanah, landasan ketahanan nilai juga dipengaruhi oleh kedalaman penanaman elektroda. Pengukuran hasil tanah satu batang perlawanan nilai dengan panjang 1.5 m, diameter 0.045 m, kedalaman 3 m di gedung Laboratorium rekayasa Universitas Borneo Tarakan diperoleh nilai R (bumi) = 12,76 Ω, sementara perhitungan R (bumi) = 12.85 Ω dengan rata-rata nilai tanah liat berlumpur resistivitas (ρ) = 38.58 Ω-m. Untuk pencapaian Ω ≤ 5 nilai perlawanan grounding yang diperlukan dalam persyaratan umum instalasi listrik (PUIL 2000) akan memerlukan minimal tiga tanah batang, biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah sistem grounding dengan tanah tiga batang adalah Rp. 11.875.000. Jangka pendek biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah sistem grounding dengan asumsi tingkat pertumbuhan tetap 3,5% pada tahun 2018 dari Rp 12,291,571.45 sampai 2022 adalah Rp 14,109,206.10.
Dampak Keandalan Generator Set 3 Fase terhadap Kontinuitas Suplai Listrik saat Terjadi Pemadaman Mus Muliadi; Ismit Mado; Achmad Budiman; Subarianto Subarianto; Agustinus Rantepadang
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 23, No 2: September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/emitor.v22i2.22728

Abstract

Kebutuhan listrik menjadi masalah yang terjadi setiap tahunnya, terutama pada lingkungan yang sangat membutuhkan suplai listrik yang sangat tinggi seperti perusahaan, industri, perkantoran, dan gedung perkuliahan. Untuk mempertahankan kelangsungan suplai energi listrik jika terjadi gangguan perlu di back up sistem pembangkit. Sebagaimana operasi sistem pembangkit tenaga listrik, perlu juga menjaga kontinuitas dan keandalan pembangkit listrik cadangan ini. Untuk mengetahui tingkat keandalan dan ketersediaan di butuhkan data peralatan, data operasional dan data kerusakan. Penelitian ini menghitung specified operating time (SOT), jumlah total kerusakan dan jumlah genset yang tidak dioperasikan karena keperluan pemeliharaan rutin atau berjadwal, menghitung jam pemeliharaan (S) dan total waktu pemeliharaan masing-masing genset dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Dari SOT dikurangi jumlah total waktu pemeliharaan, akan didapat nilai actual operating time (AOT) masing-masing genset. Data SOT dan AOT diperlukan untuk menghitung tingkat ketersediaan genset secara individu dan tingkat ketersediaan genset sebagai catu daya cadangan. Selanjutnya, penelitian ini menghitung mean time between failure (MTBF) masing-masing genset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2022 tingkat keandalan genset PT. Intracawood Manufacturing sebesar 99%. Tingkat keandalan generator set termasuk dalam kelompok jarang mengalami gangguan atau kerusakan (R≥ 90%) dan tingkat rata-rata ketersediaan generator set di tahun 2022 sebesar 98.5%. Penelitian ini menunjukkan bahwa target operasi sistem pembangkit listrik di PT. Intracawood Manufacturing jarang mengalami gangguan
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT PLTMG TANJUNG SELOR 15 MW Eman Dacruz; Sugeng Riyanto; Achmad Budiman
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.4397

Abstract

Pengaruh perubahan beban terhadap konsumsi bahan bakar pembangkit PLTMG. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengaruh perubahan beban terhadap biaya bahan bakar pembangkit PLTMG berbanding lurus dimana semakin tinggi perubahan beban yang dihasilkan maka semakin tinggi pula biaya yang dikeluarkan. Biaya bahan bakar suatu kerugian sangat mempengaruhi daya yang dihasilkan, yang selanjutnya akan mempengaruhi beban. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu analisa tentang pengaruh perubahan beban tersebut terhadap biaya operasional khususnya pada biaya bahan bakar yang dikeluarkan.Berdasarkan analisis Pemakaian Bahan Bakar Selama satu hari Engine 1 juah lebih besar di bandingkan Engine 2 yaitu sebesar 35,739 Liter dan 24,928 liter, Sedangkan untuk Produksi Listrik Engine 1 jauh lebih kecil di bandingkan Engine 2 yaitu sebesar 142.229 kWh dan 86.027kWh . Sedangkan untuk pemakaian SFC untuk membangkitkan 1 kWh Engine 1 lebih kecil dari pada Engine 2 yaitu 0.251277869 Liter/kWh dan 0.255308617 liter/ kWh. Sedangkan untuk Efesiensi Thermal sendiri jauh lebih bagus Engine 1 dibandingkan Engine 2 yaitu 1.2 % dan 0.8%. Dan untuk Heat rate Engine 1 juah lebih kecil dari pada Engine 2 yaitu sebesar 33.702 Btu/ kWh dan 52.9392 Btu/ kWh karena perawatan Engine 1 lebih sering di bandingkan Engine 2.
STUDI SETTING RELE DIFFERENSIAL PADA TRAFO DAYA PT. PLN TARAKAN Muhammad Farhan Jafar; Achmad Budiman
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.3466

Abstract

Trafo daya adalah suatu komponen yang berperan penting dalam menyuplai tenaga listrik, maka dari itu perlu suatu alat proteksi untuk melindunginya. Sistem proteksi yang digunakan adalah rele differensial. Rele differensial bekerja didasarkan atas keseimbangan arus primer dan arus sekunder trafo yang dilindungi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan analisis numerik. Hasil yang diperoleh dari perhitungan arus differensial adalah 0,241 A dan arus restrain 4,08 A. Pada sisi 20 kV didapatkan arus sekunder CT (In) sebesar 3,96 A dengan nilai arus pickup adalah 0,5 A. Nilai arus bias1 sama dengan nilai arus restrain yaitu 4,08 A dan nilai arus bias 2 adalah 12,24 A. Pada saat terjadi gangguan arus satu fasa ketanah sebesar 1.723,75 A disisi Tegangan 20 kV maka menyebabkan rele differensial bekerja untuk memproteksi trafo daya PT. PLN Tarakan.