Sigit Widodo
Sekolah Tinggi Teologi Anderson Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Anugerah Yang Menghancurkan Perseteruan Dalam Rekonstruksi Teologi Perdamaian Paulus Berdasarkan Efesus 2:14-18 Dan Dialog Dengan SDG 16 Royke Kumowal; Sigit Widodo; James Andris Landele; Yeheskiel Matani
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 7 No. 2 (2026): Juli 2026 -- (Publication in Progress)
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik sosial, intoleransi, diskriminasi, dan ujaran kebencian menunjukkan bahwa perdamaian di Indonesia belum cukup dibangun melalui toleransi formal. Penelitian ini menelaah Efesus 2:14–18 untuk menjelaskan bagaimana anugerah Allah melalui salib Kristus menghancurkan perseteruan, mendamaikan manusia dengan Allah, dan membentuk satu tubuh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi terhadap Alkitab, artikel jurnal ilmiah, dan literatur teologi tentang teologi perdamaian Paulus, rekonsiliasi, konflik sosial, serta SDG 16, khususnya Target 16.1. Data dianalisis secara eksegetis, teologis, deskriptif, interpretatif, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamaian soteriologis menjadi dasar kesatuan eklesiologis dan melahirkan tanggung jawab etis untuk menolak diskriminasi, superioritas identitas, pembalasan, dan kekerasan. Rekonstruksi ini menghasilkan konsep etika perdamaian anugerah yang bersifat Kristosentris, relasional, anti-diskriminasi, anti-retaliasi, transformatif, dan publik. SDG 16 ditempatkan sebagai ruang dialog kontekstual, bukan sumber teologi, sehingga perdamaian sosial tetap dibedakan dari Injil pendamaian. Temuan ini menegaskan bahwa gereja dipanggil menghidupi perdamaian sebagai buah keselamatan melalui pendidikan perdamaian, mediasi konflik, perlindungan korban, dan penolakan ujaran kebencian. Dalam konteks masyarakat majemuk, konstruksi ini menjaga pemberitaan Injil sekaligus menegaskan tanggung jawab sosial gereja. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi teologi perdamaian Paulus berdasarkan Efesus 2:14–18 dan merumuskan relevansinya bagi respons gereja terhadap kekerasan dalam dialog dengan SDG 16.