Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH MENENGAH Muhammad Subagio; Ahmad Fawwazun Rifqi; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6243

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pendidikan multikultural dalam Kurikulum Merdeka di sekolah menengah serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi konsep dasar pendidikan multicultural, prinsip Kurikulum Merdeka, strategi implementasi, faktor pendukung dan penghambat, serta implikasi pembelajaran terhadap perkembangan karakter siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menyediakan ruang fleksibel bagi guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai multikultural di dalam pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, dan praktik kontekstual. Penerapan yang tepat dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap keberagaman, menumbuhkan sikap toleran, memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta menciptakan budaya sekolah yang inklusif. Namun demikian, implementasinyamasih menghadapi kendala seperti kompetensi guru yang beragam, perbedaan karakter siswa, dan kurangnya dukungan keluarga atau masyarakat. Secara keseluruhan, pendidikan multikultural dalam Kurikulum Merdeka memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi yang berkarakter, demokratis, dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman sosial budaya Indonesia.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Instalasi dan Edukasi Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di Desa Tepansari sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Infrastruktur Danang Isworo Wijayanto; Mufthi Amartia Arbi; Vionny Vionny; Mizana Amaliya; Safitri Wanci Ratri; Annisa Kamila Zahro; Muhammad Wawan Fuadul A; Muhammad Zainul F; Nurul Fajriyah; Rizal Luthfi M; Atik Atina R; Adi Prasetyo; Dwi Cahyo S; Muhammad Subagio; Asri Septi Mutiani
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v4i1.1863

Abstract

The lack of street lighting infrastructure on the connecting roads between hamlets in Tepansari Village hinders community mobility and increases security risks at night. This community service program aims to implement Solar Power Street Lighting (PJUTS) technology as a renewable energy solution while building infrastructure independence through community empowerment. The implementation method uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach which includes five stages: discovery, design, define, delivery, and destiny. The program involved a collaboration between 7 KPM students, 2 village officials, and 10 local residents. The results of the service show that two PJUTS units have been successfully installed at strategic points and are functioning optimally independently without the burden of village electricity costs. In addition to physical outputs, this activity succeeded in increasing the technical capacity of residents in preventive maintenance of solar panel and battery components through a learning-by-doing process. The immediate impact felt by the community is an increased sense of security and mobility comfort, which supports social-religious and economic activities at night. This program proves that the integration of appropriate technology and participatory empowerment is an effective strategy in realizing sustainable rural infrastructure independence in accordance with SDGs point 7 targets.