Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menciptakan Lingkungan Masyarakat yang Beragam dan Inklusif Melalui Pendidikan Multikultural Annisa Kamila Zahro; Panca Wisnu Wardani; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6498

Abstract

Lingkungan masyarakat yang beragam masih menghadapi persoalan eksklusi sosial yang tampak dari rendahnya interaksi lintas budaya dan meningkatnya stereotip antar kelompok, sehingga diperlukan model pendidikan multikultural yang mampu membentuk ruang sosial yang inklusif; penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana implementasi pendidikan multikultural dapat menciptakan masyarakat yang lebih menerima keberagaman melalui studi kasus pada komunitas lokal perkotaan dengan karakteristik heterogen etnis, agama, dan status sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa praktik pendidikan multikultural yang dilakukan melalui dialog antarbudaya, kegiatan kolaboratif, dan internalisasi nilai kesetaraan berhasil meningkatkan empati, mengurangi prasangka, serta memperkuat kohesi sosial antarwarga. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan multikultural berperan signifikan dalam membangun lingkungan masyarakat yang inklusif, meskipun tantangan seperti ketimpangan akses informasi dan resistensi budaya masih dijumpai implikasinya, model ini dapat direplikasi pada konteks masyarakat lain dengan penyesuaian kebutuhan lokal.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Instalasi dan Edukasi Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di Desa Tepansari sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Infrastruktur Danang Isworo Wijayanto; Mufthi Amartia Arbi; Vionny Vionny; Mizana Amaliya; Safitri Wanci Ratri; Annisa Kamila Zahro; Muhammad Wawan Fuadul A; Muhammad Zainul F; Nurul Fajriyah; Rizal Luthfi M; Atik Atina R; Adi Prasetyo; Dwi Cahyo S; Muhammad Subagio; Asri Septi Mutiani
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v4i1.1863

Abstract

The lack of street lighting infrastructure on the connecting roads between hamlets in Tepansari Village hinders community mobility and increases security risks at night. This community service program aims to implement Solar Power Street Lighting (PJUTS) technology as a renewable energy solution while building infrastructure independence through community empowerment. The implementation method uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach which includes five stages: discovery, design, define, delivery, and destiny. The program involved a collaboration between 7 KPM students, 2 village officials, and 10 local residents. The results of the service show that two PJUTS units have been successfully installed at strategic points and are functioning optimally independently without the burden of village electricity costs. In addition to physical outputs, this activity succeeded in increasing the technical capacity of residents in preventive maintenance of solar panel and battery components through a learning-by-doing process. The immediate impact felt by the community is an increased sense of security and mobility comfort, which supports social-religious and economic activities at night. This program proves that the integration of appropriate technology and participatory empowerment is an effective strategy in realizing sustainable rural infrastructure independence in accordance with SDGs point 7 targets.