Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK MELALUI MEDIA GAMBAR SERI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PENGANDAIAN DIRI SEBAGAI TOKOH CERITA U'um Qomariyah; Shofa Marya Ulfa
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2: November 2016
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v5i2.14686

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi dan tes awal keterampilan menulis cerita pendek pada siswa kelas X-4 SMA Negeri 2 Bae Kudus tergolong masih rendah. Penyebabnya adalah kurang tepatnya teknik yang digunakan dalam pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran yang sangat minimal, dan siswa kurang tertarik serta kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Pada saat dilakukan tes awal, kesulitan yang dialami siswa yaitu ketika menentukan ide atau tema yang dijadikan sebagai inspirasi dalam menulis cerpen, serta mengembangkan tema tersebut menjadi cerpen yang runtut dan utuh. Solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui pemberian media gambar seri dengan menggunakan teknik pengandaian diri sebagai tokoh cerita. Tes keterampilan menulis cerpen pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 70,02 atau dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83,08 atau dalam kategori baik. Dari pencapaian nilai dari siklus I ke siklus II diperoleh peningkatan sebesar 13,06. Peningkatan keterampilan menulis cerpen ini juga diikuti dengan perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif. Kata kunci: keterampilan menulis cerpen; media gambar seri; teknik pengandaian diri sebagai tokoh cerita ABSTRACT Based on observations and initial tests the skills of writing short stories in class X-2 SMAN 2 Bae Kudus is still low. The cause is less precise techniques used in teaching, learning media utilization which is very minimal, and students are less interested and less enthusiastic in participating in writing short stories learning. In the initial tests, the difficulties which are experienced by students are when determining the ideas or themes that are used as inspirations in writing short stories, and developing the theme into a short story that is coherent and integrated. The right solution to solve that problem is through the provision of media image series using the technique of presuppositions themselves as the characters. Writing short story skills test cycle I obtain an average value of 70.02 or and increase in the cycle II into 83.08 or in good categories. From the attainment of the first cycle to the second cycle is obtained an increase of 13.06. The increase in writing short story skills is also followed by change in student behavior to be more positive. Keywords: writing short story skills; media image series; modality techniques themselves as characters
Pemanfaatan Artificial intelegence (AI) sebagai Katalisator Peningkatan Keterampilan Menulis Guru Sumartini; U'um Qomariyah; Maharani Intan Andalas; Dyah Prabaningrum
ANDIL Mulawarman Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 4 (2024): ANDIL Mulawarman J Comm Engag
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/andil.v1i4.1551

Abstract

Sehubungan dengan Gerakan Literasi Nasional penulis termotivasi untuk melakukan pengabdian berjudul “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai Katalisator Peningkatan Keterampilan Menulis Guru”. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengedukasi literasi menulis, khususnya menulis cerpen sebagai sebuah wahana ekspresi tulis bagi guru dan mengenalkan AI untuk memberi kemudahan menulis, tetapi pemanfaatannya akan tetap menjunjung tinggi nilai etika dan moral akademisi. Pelatihan ini sejalan dengan kebijakan Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) No. 16 Tahun 2009 tanggal 10 November 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membudayakan literasi dan meningkatkan profesionalisme guru melalui pembuatan karya bersama berupa antologi cerpen sebagai wahana ekspresi tulis. Pengabdian ini bekerja sama dengan platform e-guru.id. Hasil dari pengabdian ini semua guru dalam pelatihan mampu menggunakan ChatGPT, Bing Ai, dan Wattpad sebagai katalisator peningkatan menulis guru, khususnya karya sastra.
DARI MITOS KE MAKNA ANALISIS TRANSFORMASI DEDES DALAM AROK DEDES MENGGUNAKAN MORFOLOGI VLADIMIR PROPP Agustin Linawati; U'um Qomariyah; Teguh Supriyanto
sarasvati Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL SARASVATI
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The novel Arok Dedes by Pramoedya Ananta Toer reconstructs the mythological narrative of Ken Arok and Ken Dedes into a historically critical discourse rich in ideological significance. In traditional myth, Dedes is commonly portrayed as a passive and symbolic figure whose role is limited to legitimizing male power. In contrast, this novel presents Dedes as an active, reflective, and strategic subject within the dynamics of power. This article aims to analyze the transformation of Dedes from myth to meaning through Vladimir Propp’s morphological approach. By mapping Propp’s narrative functions within the structure of Arok Dedes, particularly those related to actantial roles such as the princess, donor, and dispatcher, this study reveals a significant shift and expansion of Dedes’s narrative functions. She is no longer positioned merely as an object of the narrative but emerges as an agent of change who influences the direction of conflict and resolution. Employing a library research method with a structural and qualitative literary analysis approach, this study finds that Pramoedya Ananta Toer deconstructs traditional myth by modifying narrative functions, especially those associated with female characters, thereby positioning Dedes as a center of historical consciousness and power relations. Keywords: Arok Dedes, morphological approach, transformation Abstrak Novel Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer merekonstruksi kisah mitologis Ken Arok dan Ken Dedes menjadi narasi historis-kritis yang sarat dengan muatan ideologis dan kesadaran sejarah. Dalam mitos tradisional, tokoh Dedes kerap diposisikan sebagai figur pasif, simbolik, dan sakral yang berfungsi sebagai legitimasi kekuasaan laki-laki. Namun, dalam novel ini, Dedes mengalami transformasi signifikan menjadi subjek yang aktif, reflektif, dan strategis dalam dinamika kekuasaan. Artikel ini bertujuan menganalisis transformasi tokoh Dedes dari ranah mitos menuju pembentukan makna melalui pendekatan morfologi cerita Vladimir Propp. Analisis dilakukan dengan memetakan fungsi-fungsi naratif Propp dalam struktur cerita Arok Dedes, terutama fungsi-fungsi yang berkaitan dengan peran aktan seperti putri, donor, dan dispatcher. Hasil pemetaan menunjukkan adanya pergeseran dan perluasan fungsi naratif yang dialami tokoh Dedes, dari objek narasi menjadi agen perubahan yang turut menentukan arah konflik dan resolusi cerita. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan pendekatan struktural dan analisis sastra kualitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Pramoedya Ananta Toer secara sadar mendekonstruksi struktur mitos lama dengan memodifikasi fungsi-fungsi naratif, khususnya dalam representasi tokoh perempuan, sehingga Dedes tampil sebagai pusat kesadaran sejarah, ideologi, dan relasi kekuasaan. Kata kunci: Arok Dedes, Pendekatan Morfologi, transformasi