Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam) sebagai Bahan Obat Tradisional Made Dwike Swari Santi; Gede Trima Yasa; Iwan Saka Nugraha
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i2.83

Abstract

Manfaat daun kelor untuk kesehatan memang sudah terkenal sebagai obat herbal. Daun kelor (Moringa oleifera) sejak lama digunakan sebagai obat tradisional yang baik untuk mencegah kanker dan menjaga tekanan darah. Hal ini dipengaruhi oleh kandungannya yang baik untuk kesehatan seperti antioksidan dan berbagai nutrisi lainnya. Antioksidan yang ada dalam kandungan daun kelor, antara lain vitamin C, beta karoten, quercetin, dan chlorogenic acid. Manfaat daun kelor untuk kesehatan memang dipengaruhi oleh nutrisi yang terkandung di dalamnya. Selain antioksidan, daun kelor juga mengandung vitamin dan mineral, antara lain vitamin B6, vitamin B2, vitamin C, vitamin A, zat besi, dan magnesium. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk menjelaskan tentang pemanfaatan daun kelor sebagai bahan obat tradisional pada siswa farmasi di SMK Bintang Persada Denpasar. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 83 siswa farmasi dengan metode pretest dan post-test. Hasil yang didapatkan yaitu terjadi peningkatan pada nilai pretest (sebelum diberikan edukasi) yaitu sebesar 62,11% menjadi 83,22% pada hasil post-test (setelah diberikan edukasi). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna pada nilai post-test yaitu meningkat setelah diadakannya edukasi, sehingga edukasi pemanfaatan daun kelor perlu diberikan untuk meningkatkanemahaman manfaat tanaman herbal sebagai bahan obat tradisional khususnya dalam bidang kefarmasian pada siswa farmasi.
E EVALUATION OF ANTIBIOTIC USE IN INPATIENT PEDIATRIC PNEUMONIA PATIENTS AT BANGLI REGIONAL GENERAL HOSPITAL: EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI Made Dwike Swari Santi; Ni Putu Ayu Deviana Gayatri; Gede Trima Yasa
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.280

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang masih banyak dijumpai pada negara berkembang seperti Indonesia. Secara khusus pneumonia adalah peradangan paru oleh bakteri dengan gejala berupa panas tinggi disertai batuk berdahak, napas cepat (frekuensi nafas >50 kali/menit), sesak, serta gejala lainnya seperti sakit kepala, gelisah dan nafsu makanberkurang. Banyaknya penggunaan antibiotik yang tidak rasional menyebabkan kegagalan terapi yang diterima oleh pasien. Tujuan penelitian: untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia anak di RSUD Bangli berdasarkan tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Metode penelitian:  yang digunakan adalah penelitiannon eksperimental yaitu penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel yangdigunakan metode purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil Penelitian diperoleh dari total 83 sampel penelitianyang didapatkan, pada karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin pasien pneumonia terbanyak yaitu laki-laki 55,42% (46 pasien), rentang usia 0–5 tahun sebanyak 80,72% (67 pasien). Pada penggunaan antibiotik terbanyak pada kasus pneumonia yaituantibiotik ceftriaxone sebanyak 54,22% (45 pasien). Hasil penelitian: evaluasi kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasienanak yang terdiagnosa pneumonia menunjukkan telah tepat pasien sebanyak 100. Kesimpulan: dalam penelitian ini adalah evaluasi penggunaan antibiotik pada pengobatan pneumonia anak di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Bangli periode Juli 2020 hingga Juni 2021 sudah rasional serta telah sesuai dengan standar Pedoman Pelayanan Medis Ikatan DokterAnak Indonesia tahun 2009, Guideline Dipiro dan Formularium Rumah Sakit..