Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PARTISIPASI PEMILIH PEMULA DALAM MENGHADAPI PEMILU 2024 DI SMAN 1 CISARUA DESA LEUWIMALANG KABUPATEN BOGOR Rahadi Budi Prayitno; Arlis Prayugo; Susiana Setianingsih; Gede Wijaya Kusuma; Otti Ilham Khair; Jovan Prima Firmansyah; Wahyudi Pramono
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 02 (2023): APRIL 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi pentingnya partisipasi pemilih pemula untuk siswa/siswi sekolah SMA Negeri 1 Cisarua Desa Leuwimalanng Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor dalam menghadapi pemilihan umum tahun 2024. Tujuan PKM ini untuk meningkatkan pemahaman generasi muda khususnya siswa SMA terhadap pengetahuan politik, untuk meningkatkan partisipasi serta kesadaran generasi muda dan untuk mencerdaskan generasi muda khususnya pemilih pemula akan pentingnya pengetahuan dan partisipasi politik khususnya. Pelaksanaan kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi, kepada siswa/siswi yang telah memiliki hak memilih pada SMA Negeri 1 Cisarua. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM, disimpulkan bahwa dengan adanya kegiatan PKM ini adalah semakin meningkatnya pemahaman terhadap partisipasi politik, baik dalam proses pemilu maupun mengawal berjalannya pembangunan
Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Depok Susiana Setianingsih; Marisa Permatasari; Gede Wijaya Kusuma; Ratna Indriasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3622

Abstract

This study aims to analyze the financial performance of the local government of Depok City for the fiscal years 2019 to 2023 using four financial ratios: fiscal decentralization, financial independence, financial effectiveness, and financial efficiency. A qualitative approach was applied, with data sourced from the budget realization reports of Depok City during the study period. The findings indicate that Depok City’s financial performance is generally strong across all four indicators. The fiscal decentralization ratio reflects the city's growing capacity to generate its own revenue. The financial independence ratio places Depok at a medium-to-high level of autonomy, with an increasingly consultative relationship with the central government—signifying positive progress toward regional self-reliance. The financial effectiveness ratio is very good, as locally generated revenue consistently exceeded set targets, suggesting both accurate budgeting and effective execution. Lastly, the financial efficiency ratio shows that the city's spending was cost-effective and well-managed, with development goals largely achieved within budgetary constraints. These results suggest that Depok City is on the right track in managing its local finances and progressing toward good governance through improved financial accountability and performance.
PEMAHAMAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA DALAM PEMILU 2024 DI SMAN 1 SEWON BANTUL YOGYAKARTA Arlis Prayugo; Otti Ilham Khair; Rahadi Budi Prayitno; Susiana Setianingsih; Gede Wijaya Kusuma; Jovan Prima Firmansyah; Agus Salman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37301

Abstract

Pemilu serentak akan digelar pada tahun 2024 tepat pada 14 Februari 2024. Praktis gelaran pesta demokrasi membuat antusiasme dikalangan para politisi berlomba-lomba dalam menggaet suara pemilih terutama pemilih pemula. Sejumlah survey menunjukkan generasi milenial dan generasi Z diprediksi menjadi kelompok pemilih dengan proporsi terbesar di pemilu 2024. Pemilih muda atau pemilih milenial merupakan pemilih dengan rentang usianya antara 17-37 tahun. Pada pemilu serentak 2024 diprediksi jumlah pemilih muda akan mengalami peningkatan. Jika berkaca pada pemilu serentak 2019, data dari KPU jumlah pemilih muda sudah mencapai 70 juta - 80 juta jiwa dari 193 juta pemilih. Ini artinya 35%-40% pemilih muda sudah mempunyai kekuatan dan memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilu yang nantinya berpengaruh kepada kemajuan bangsa. Tapi persoalan lain yang bisa terjadi pada keikutsertaan para pemilih pemula dalam pesta demokrasi itu, mereka juga bisa berpeluang menjadi penyumbang “golput” dalam pemilu 2024. Mengingat partisipasi politik generasi muda semakin potensial untuk mencapai pemilu yang berkedaulatan dalam meraih dukungan publik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah upaya penyadaran peran partisipasi politik pemilih pemula yang akan memandu pemilih pemula untuk memilih calon yang punya visi dan misi yang baik serta berpihak kepada kepentingan generasi muda. Adapaun metode yang digunakan adalah dengan materi sosialisasi pemahaman kepemiluan dengan diskusi dan tanya jawab di kelas, dengan melakukan pengkuran serta evaluasi melalui pretest dan post test. Dan hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa-siswi terhadap pemilihan umum, dan kesadaran akan peran partisipasi politik pemilih pemula.
Penguatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Desa Karang Tengah Definitif Endrina Kartini Mendrofa; Susiana Setianingsih; Catur Widiatmoko; Gede Wijaya Kusuma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8873

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel di Desa Karang Tengah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan secara partisipatif. Data diperoleh melalui tiga tahapan kegiatan, yaitu identifikasi pemahaman awal peserta, pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), dan evaluasi pemahaman akhir peserta. Materi yang dibahas meliputi transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa, peran kelembagaan desa, keterbukaan informasi publik, serta pemanfaatan teknologi informasi melalui website dan media sosial desa sebagai sarana penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aparatur Desa Karang Tengah telah memiliki pemahaman yang baik mengenai tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel. Pelaksanaan tata kelola tersebut didukung oleh kelembagaan desa yang aktif, mekanisme pertanggungjawaban yang telah berjalan, serta pemanfaatan berbagai media informasi desa. Selain itu, kegiatan FGD memberikan penguatan pemahaman peserta mengenai pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penguatan kapasitas aparatur desa guna mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.