Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Maritime Character Formation Training for the Nahdlatul Ulama Students Association (IPNU) in Gowa Regency: Pelatihan Pembentukan Karakter MARITIM bagi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Gowa Muslimat; St. Nursa’adah; Andi Meirling; AB. Takko Bandung; Muh. Akhdan Abizar Anwar; Indarwati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i4.15704

Abstract

Maritime Character Formation Training for the Nahdlatul Ulama Student Association (IPNU) in Gowa Regency is a community service program aimed at providing understanding and awareness of the importance of understanding, strengthening, maintaining, and applying maritime character for the younger generation in daily life. This training reinforces the idea that every individual in Indonesian society should make maritime character their identity. This community service involves the younger generation of IPNU in Gowa Regency using active and participatory methods. The training teaches the importance of applying maritime character for the younger generation in shaping their future and the future of the nation. Character imbued with humanistic, wise, religious, innovative, resilient, integrity, and independent values is a capital in facing future challenges and helps build the nation to become more advanced, stronger, and highly competitive in the global arena. The formation of maritime character needs to be continuously developed and carried out widely so that the message conveyed can reach the entire community.
ANALISIS DAYA TUTUR METAFORA DALAM LIRIK LAGU MARS SASTRA UNHAS: PERSPEKTIF PRAGMATIK Kasmawati -; Andi Meirling
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 14 No. 1 (2026): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v14i1.51173

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis daya tutur metafora dalam lirik lagu Mars Sastra Universitas Hasanuddin melalui perspektif pragmatik. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi tindak tutur ilokusi dan implikatur yang terkandung dalam ungkapan metaforis pada lirik lagu tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis pragmatik berdasarkan teori tindak tutur Searle dan pragmatik Yule. Data berupa kata, frasa, dan ungkapan metaforis dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode padan dan agih untuk mengungkap fungsi komunikatif metafora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora dalam lirik lagu merealisasikan tindak tutur representatif, direktif, ekspresif, dan komisif. Representatif digunakan untuk menyatakan identitas dan nilai akademik, direktif berfungsi sebagai ajakan kolektif, ekspresif mengungkapkan kebanggaan terhadap almamater, sedangkan komisif menunjukkan komitmen bersama. Implikatur metaforis mencerminkan solidaritas, semangat perjuangan, tanggung jawab sosial, dan nasionalisme mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin. Kata kunci: metafora, pragmatik, tindak tutur ilokusi, implikatur, Mars Sastra Unhas.
Model Welenrengnge: Penguatan Karakter Maritim Siswa SMAN 3 Sidenreng Rappang AB Takko Bandung; St. Nursa'adah; Andi Meirling; Muh. Sunre; Ismail Basri; Naura Anggita Syahrani; Shanti Shanti; Muh. Rizal
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.479

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan dan memperkuat karakter maritim pada siswa SMA Negeri 3 Sidenreng Rappang melalui penerapan Model Welenrengnge. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yakni di lingkungan sekolah dan di Puncak Bila, guna memberikan konteks belajar yang berbeda dan memperkaya pengalaman peserta. Kegiatan dirancang dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi kelompok, presentasi nilai karakter, praktik ibadah berjamaah, dan permainan edukatif yang merepresentasikan nilai-nilai karakter MARITIM, seperti manusiawi, arif, religius, inovatif, tangguh integritas, dan mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi Model Welenrengnge efektif dalam meningkatkan keaktifan, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Nilai-nilai karakter MARITIM tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga diinternalisasi melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna. Pihak sekolah memberikan respons positif dan mendorong keberlanjutan program ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Dengan demikian, Model Welenrengnge terbukti sebagai pendekatan yang relevan dalam pengembangan karakter MARITIM di kalangan pelajar.