Desi Susanti
UIN SUSKA RIAU

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS ETIKA PELAYANAN KARYAWAN HOTEL SYARIAH DITINJAU MENURUT EKONOMI ISLAM ( Studi Pada Hotel Raudah Pekanbanbaru ) Desi Susanti; Ahyarul Abrar; Henrizal Hadi
Finest : Jurnal Riset dan Pengembangan Ekonomi Islam Vol 5, No 2 (2021): Finest : Jurnal Riset dan Pengembangan Ekonomi Islam
Publisher : Finest : Jurnal Riset dan Pengembangan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah  untuk  mengetahui  Standar Etika Pelayanan Karyawan Hotel Rauda Pekanbaru, Untuk mengetahaui  penerapan Etika pelayanan di Hotel Rauda Pekanbaru, dan untuk mengetahui Tinjauan Ekonomi Islam terhadap standar dan penerapan Etika Pelayanan Karyawan berdasarkan prinsip syariah.  Populasi dalam penelitian yaitu tamu Hotel Rauda sebanyak  40 orang  dengan teknik  Acidental Sampling. jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder . Teknik  pegumpulan data yaitu Observasi, Wawancara, Angket,  Studi kepustkaan.  Analisa yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian bahwa standar etika pelayanan karyawan Hotel Rauda Pekanbaru sudah menjalankan tugas masing-masing sesuai dengan bidangnya sesuai  SOP Standar Operation Procedure.  Penerapan Etika pelayanan pada Hotel Rauda Pekanbaru terdiri dari: prinsip persamaan, ramah-tamah dalam melayani, kesopanan, mengunakan tutur kata yang baik, sabar dalam melayani permintaan tamu, adanya rasa aman dan nyaman untuk para tamu, adanya kerja sama atau tolong menolong antar bagian, melayani dengan wajah yang berseri, dan tidak berat hati dalam melayani telah dilaksanakan dengan baik oleh para karayawan Hotel Rauda Pekanbaru, namun kecepatan dalam melayani tamu kadang-kadang masih lambat dan  belum maksimal. Tinjauan Ekonomi Islam tentang Penerapan Etika Pelayanan Karyawan berdasarkan prinsip syariah diterapkan diantaranya adanya prinsip persamaan tanpa membeda-bedakan tamu hotel, ramah dalam melayani, sopan, sabar, adanya rasa aman dan nyaman , prinsip Kerjasama atau tolong menolong antara bagian, Mengunakan tutur kata yang lembut dan tabasuum. Namun, ada  temuan penulis bahwa belum ada standar yang baku dari Dsn- Mui menegnai Hotel Syariah  dan masih adanya biaya yang dikeluarkan untuk melebelkan hotel syariah.
ANALISIS PENDISTRIBUSIAN ZAKAT PENDIDIKAN OLEH IZI CABANG PEKANBARU henrizal hadi; Desi Susanti; Ahyarul Abrar
Finest : Jurnal Riset dan Pengembangan Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2022): Finest : Jurnal Riset dan Pengembangan Ekonomi Islam
Publisher : Finest : Jurnal Riset dan Pengembangan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Kelayakan Bantuan Pendidikan dalam Pendistribusian Zakat Oleh IZI Riau dan mengetahui Pandangan Ekonomi Islam terhadap Kelayakan Bantuan Pendidikan dalam Pendistribusian Zakat Oleh IZI Riau. Penelitian ini dilakukan di Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Provinsi Riau. Populasi dalam penelitian ini adalah penerima bantuan pendidikan dalam program beasiswa mahasiswa tahfidz IZI Riau yang berjumlah 10 orang, teknik sampling adalah sampling jenuh atau mengambil total populasi untuk dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian setelah dilakukannya pengelolaan data dengan menggunakan rumus statistika sederhana mengenai kelayakan bantuan pendidikan dalam pendistribusian dana zakat oleh IZI Riau. Dengan hasil presentase dan rata-rata (mean) yaitu sebesar 80% merasa “layak” bantuan dana pendidikan dalam pendistribusian yang dilakukan oleh IZI Riau, dan 20% sisanya mustahik merasa pendistribusian cukup layak dilakukan oleh IZI Riau. Berdasarkan persektif Ekonomi Islam kelayakan bantan pendidikan dalam pendistribusian zakat dilakukan dengan prinsip rabbaniyah sesuai dengan QS Al Mulk (15), dan mengharapkan keridhaan Allah sesuai dengan QS Al Qasas (60) dan perlu memperhatikan prinsip pembangunan ekonomi Islam.