Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENYULUHAN PENGHITUNGAN ZAKAT PERTANIAN (ZAKAT KELAPA SAWIT) BAGI PETANI KELAPA SAWIT DESA LANGSAT HULU KECAMATAN SENTAJO RAYA: PKM Meri Yuliani; Dian Meliza; Fitrianto Fitrianto; Alek Saputra; Redian Mulyadita
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2696

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Kuantan Singingi merupakan kegiatan implementasi nyata hasil IPTEK rintisan civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Kuantan Singingi yang diselenggarakan oleh program studi Perbankan Syariah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Kuantan Singingi untuk masyarakat. Prodi perbankan syariah bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuantan Singingi dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini yang ikut turun lansung dalam Penyuluhan penghitungan Zakat Pertanian Kelapa Sawit kepada petani kelapa sawit Desa Langsat Hulu, kegiatan penyuluhan ini dilakukan karna sampai saat ini belum ada masyarakat Desa Langsat Hulu yang membayar zakat pertanian khususnya zakat kelapa sawit kepada BAZNAS Kabupaten Kuantan Singingi melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Langsat Hulu. Bertambahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Langsat Hulu khususnya petani kelapa sawit tentang penghitungan zakat pertanian (zakat kelapa sawit) serta petani kelapa sawit mau membayarkan zakatnya ke BAZNAS Kabupaten Kuantan Singingi melalui UPZ yang ada di Desa Langsat Hulu dengan demikian akan adanya kontribusi positif baik kepada petani kelapa sawit Desa Langsat Hulu ataupun kepada pihak BAZNAS Kabupaten Kuantan Singingi dan Terjalinnya kerjasama antara prodi perbankan syariah BAZNAS Kabupaten Kuantan Singingi.
SOSIALISASI DAN EDUKASI PERBANKAN SYARIAH DI SMKN 02 TELUK KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Dian Meliza; Alek Saputra; Fitrianto Fitrianto; Meri Yuliani; Redian Mulyadita
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i1.3150

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Kuantan Singingi merupakan kegiatan implementasi nyata hasil IPTEK rintisan sivitas akademika Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Kuantan Singingi yang diselenggarakan oleh sivitas akademika Universitas Islam Kuantan Singingi untuk masyarakat, dengan judul “SOSIALISASI DAN EDUKASI PERBANKAN SYARIAH DI SMKN 02 TELUK KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI ” dan telah dilaksanakan pada Desember, Tangggal 21 Desember 2018 berbentuk Komunikasi Dialougis yang sasarannya Siswa SMKN 02 Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi, sedangkan sifat kegiatan ini bersifat Perinstis dengan hasil Sangat Baik karena terjalin komunikasi dua arah antara Tim Pengabdian Kepada Masyrakat dan SMKN 02 Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini di danai oleh DIPA UNIKS Pelaksanaan program dilakukan secara kelompok unit-unit resmi yang ada di Universitas Islam Kuantan Singingi atas koordinasi LPPM UNIKS. Pendanaan proposal diawali dengan proses seleksi proposal yang diajukan pada LPPM UNIKS. Kriteria seleksi proposal terutama didasarkan atas luasnya kemanfaatan program bagi masyarakat. Keluaran daripada pengabdian kepada masayarakat harus berdampak nyata dapat memecahkan permasalahan yang terdapat pada khalayak sasaran hidup. Keluaran yang diharapkan dari program pengabdian kepada masyarakat diantaranya : Pengetahuan Siswa, Terbukanya Lapangan Kerja dan penanaman jiwa Insani dengan baik dan berdaya saing
Solusi Al-Qur’an terhadap Persoalan Kemiskinan Umat: Revitalisasi Entrepreneur Milenial Berbasis Ekonomi Digital: Alek Saputra*, Redian Mulyadita, Dian Meliza Alek Saputra; Redian Mulyadita; Dian Meliza
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 1 No. 2 (2023): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/xsx3r829

Abstract

Indonesia is a Muslim-majority country, namely 207,176,162 of the total population of 237,641,326, or 87.18% of Indonesia's population is Muslim. However, from an economic perspective, Muslims in Indonesia do not constitute the majority in controlling assets. Becoming a young entrepreneur has recently become a hot topic for discussion. Considering the large number of millennials who are successful as entrepreneurs, they can lead to the development of a country's economy. However, becoming a millennial entrepreneur is not as easy as one might imagine, considering that in the online era, all gadgets can create laziness, thus creating people who lie down. For this reason, creating a generation of millennial entrepreneurs is an effort that must be developed by a country by instilling entrepreneurial values ​​into the millennial soul. Based on the personality and characteristics of a millennial entrepreneur who applies Islamic values ​​as a Muslim, this can be used as a reference for basic capital in his business activities. Judging from the problems above, the focus of the discussion in this article is a solution to the problem of people's poverty by emphasizing the revitalization of millennial entrepreneurs based on the digital economy as a breakthrough in the people's economy today
Running Home-Scale Solusi Pengentasan Kemiskinan Kultural: Kajian Tentang Industri Rumah Tangga Sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan Kultural: Alek Saputra*, Redian Mulyadita Alek Saputra; Redian Mulyadita
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/j1rtj976

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan alam yang melimpah sehingga dijuluki dengan surganya bumi. Penelitian Lisandra (2022) menyatakan Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti tanah, hutan,air, udara, energy serta flora dan faunanya. 2Seyogyanya masyarakat sejahtera, No Poverty, namun realita dilapangan masih banyak masyarakat yang masih hidup dibawah kemiskinan. Badan pusat statistik Indonesia 2023 menyatakan penduduk miskin 25,89 juta. 40% diantaranya merupakan umat muslim. Dan kemiskinan ini dominasi oleh kemiskinan Kultural. Home-scale berbasis syariah hadir sebagai solusi mengentaskan kemiskinan kultural. Studi terdahulu mengidentifikasikan bahwa usaha rumahan mampu menambah peningkatakan pendapatan keluarga penelitian Erly Dkk (2022) upaya pemberdayaan ibu rumah tangga melalui tanaman kangkung mampu meningkatkan ekonomi keluarga. Penelitian heppy kusuma astute pemberdayaan masyarakat desa melalui model industry rumahan. Hasil dari kedua penelitian ini melahirkan nilai positif bagi keluarga dalam memperoleh lapangan pekerjan sehingga mampu meningkatkan ekonomi dalam keluarga dan memiliki pendapatan tambahan. Maka dalam penelitian ini, ingin memberikan nilai-nilai syariah dalam menjalankan industry rumah  tangga. Tujuan dari tulisan ini yaitu memberikan pola pikir kepada umat islam dalam mengentasakan kemiskinan khususnya kemiskinan kultural agar senantiasa menyandingkan antara urusan dunia dengan urusan akhirat.
Reorientasi Peran Masjid sebagai Penguatan Ekonomi Umat Alek Saputra; Redian Mulyadita
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 3 No. 1 (2025): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/z1a7cn09

Abstract

Masjid memiliki peran sentral dalam kehidupan umat Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi. Rasulullah Saw. telah memberikan teladan dengan membangun masjid sebagai langkah awal dalam mempersatukan umat Islam di Madinah. Tradisi ini dilanjutkan oleh para khalifah, yang menjadikan pembangunan masjid sebagai prioritas dalam setiap wilayah yang ditaklukkan. Indonesia, dengan populasi muslim terbesar di dunia, memiliki 299.644 masjid dan 364.085 mushalla. Namun, potensi besar ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi umat Islam. Masjid, yang berada dekat dengan masyarakat akar rumput, seharusnya berperan sebagai motor penggerak ekonomi umat. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis literatur, kitab tafsir, dan dokumen resmi, serta kajian teks Al-Qur'an untuk menggali konsep masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam. Ayat-ayat Al-Qur'an, seperti QS. At-Taubah: 18 dan QS. Al-Baqarah: 125, serta hadis Nabi Muhammad Saw., menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, dan ekonomi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dengan jumlah masjid yang besar di Indonesia, terdapat peluang besar untuk menjadikannya sebagai penggerak ekonomi umat melalui pengelolaan zakat, wakaf produktif, koperasi masjid, dan pemberdayaan usaha mikro. Namun, hal ini memerlukan pengelolaan yang profesional dan transparan, termasuk pelatihan manajemen, penyusunan program ekonomi berbasis masjid, serta optimalisasi teknologi digital. Reorientasi peran masjid ini diharapkan dapat menjadi solusi strategis dalam pemberdayaan masyarakat muslim secara berkelanjutan.