Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Korean Wave terhadap Pengetahuan, Minat, Gaya Hidup, dan Keputusan Pembelian Produk Makanan Korea di Surabaya Daniel Pandu Mau; Geneiver Konny; Mahmudi; Ivy Dian Puspitasari Prabowo; Yesarela Pandu Mau; I Wayan Arta Artana
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 2 (2025): August
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i2.471

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh Korean Wave (Hallyu) terhadap pengetahuan, minat, gaya hidup, dan keputusan pembelian produk makanan Korea di Surabaya, Indonesia. Korean Wave telah menyebar secara global dan memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek budaya, termasuk musik, drama, makanan, dan fashion. Penelitian ini berfokus pada pengaruh fenomena budaya tersebut terhadap perilaku konsumen di Surabaya, sebuah kota besar di Indonesia. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 29 item diterapkan kepada individu yang tertarik pada budaya dan makanan Korea. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antara variabel-variabel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang produk makanan Korea meningkat secara signifikan, yang pada gilirannya mendorong minat yang lebih besar dan integrasi elemen budaya Korea ke dalam gaya hidup sehari-hari. Citra merek yang positif dari produk makanan Korea turut memperkuat keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Korean Wave memiliki pengaruh yang kuat terhadap pasar konsumen di Surabaya, dengan implikasi yang signifikan bagi pemasar yang ingin memanfaatkan tren budaya ini. Temuan ini memberikan pemahaman penting mengenai peran fenomena budaya global dalam membentuk perilaku konsumen lokal, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan strategi pemasaran di industri makanan Korea.
TINGKAT PENERIMAAN SENSORIS PENTOL VEGAN BERBAHAN DASAR TEPUNG KEDELAI MELALUI UJI HEDONIK Brenda Gracia Christi; Titin Lestariningsih; Mahmudi
The Sages Journal Vol. 4 No. 01 (2025): The Sages Journal: Culinary Science and Business_Agustus
Publisher : LPPM Akademi Sages

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61195/sages.v4i01.33

Abstract

Perkembangan pola makan berbasis nabati mendorong meningkatnya kebutuhan akan produk pangan vegan yang tidak hanya memenuhi aspek gizi dan prinsip vegan, tetapi juga memiliki tingkat penerimaan sensoris yang baik. Pentol sebagai jajanan tradisional Indonesia berpotensi dikembangkan menjadi produk vegan, tetapi kajian mengenai penerimaan sensoris pentol vegan yang sepenuhnya bebas bahan hewani masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesukaan konsumen terhadap pentol vegan berbahan dasar tepung kedelai melalui uji sensoris metode hedonik. Penelitian menggunakan desain eksperimental deskriptif dan dilaksanakan pada bulan Mei 2024 di Vihara Buddhayana Surabaya. Produk pentol vegan diformulasikan menggunakan tepung kedelai sebagai sumber protein utama dengan penambahan jamur kancing, jamur kuping, dan wortel. Uji sensoris melibatkan 25 panelis tidak terlatih dari komunitas vegan yang menilai atribut warna, rasa, aroma, dan tekstur menggunakan skala hedonik lima tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh atribut sensoris memperoleh tingkat kesukaan pada kategori “cukup suka” hingga “suka”. Nilai rata-rata tertinggi diperoleh pada atribut rasa sebesar 3,56, diikuti oleh warna sebesar 3,44, serta aroma dan tekstur masing-masing sebesar 3,36. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pentol vegan berbahan dasar tepung kedelai dapat diterima oleh konsumen vegan, meskipun aspek visual dan tekstural masih perlu dioptimalkan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan produk jajanan vegan berbasis bahan lokal yang berkelanjutan dan berpotensi diterima oleh konsumen.
EVALUASI SENSORI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP NASI RENDANG BERBASIS GASTRONOMI MOLEKULER Anggyta Ismi Aulia; Mahmudi; Daniel Pandu Mau
The Sages Journal Vol. 4 No. 01 (2025): The Sages Journal: Culinary Science and Business_Agustus
Publisher : LPPM Akademi Sages

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61195/sages.v4i01.35

Abstract

Kuliner tradisional Indonesia, khususnya rendang, tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya dan kearifan lokal. Seiring perubahan preferensi konsumen yang semakin menekankan pengalaman sensori dan visual, pendekatan gastronomi molekuler menjadi salah satu strategi inovatif dalam pengembangan kuliner tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi konsumen terhadap nasi rendang berbasis gastronomi molekuler dibandingkan dengan nasi rendang tradisional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui uji hedonik terhadap 30 panelis tidak terlatih dengan penilaian pada aspek warna, penampilan, rasa, aroma, dan tekstur menggunakan skala lima tingkat, kemudian dianalisis menggunakan ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasi rendang berbasis gastronomi molekuler memperoleh tingkat penerimaan yang secara signifikan lebih tinggi pada aspek warna dan penampilan, dengan nilai rata-rata masing-masing 4,3 dan 4,9, dibandingkan nasi rendang tradisional yang masing-masing memperoleh nilai rata-rata 3,0 dan 2,8. Pada aspek rasa, kedua sampel menunjukkan tingkat kesukaan yang relatif setara dengan nilai rata-rata di atas 4,0. Sebaliknya, nasi rendang tradisional lebih disukai pada aspek aroma dan tekstur, dengan nilai rata-rata masing-masing 3,8 dan 4,7. Hasil ini menunjukkan bahwa gastronomi molekuler efektif meningkatkan daya tarik visual tanpa mengubah karakter rasa, tetapi aspek aroma dan tekstur yang bersifat familiar tetap berperan penting dalam membentuk preferensi konsumen.
Pelatihan Kewirausahaan Kuliner bagi Guru Bimbingan Konseling SMA: Mengolah Zuppa Soup sebagai Peluang Usaha Pensiun Daniel Pandu Mau; Ivy Dian Puspitasari Prabowo; Mahmudi; Titin Lestariningsih; Daniel Ch. Tarigan; Andreas Aditama Dachi
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.2618

Abstract

Pelatihan kewirausahaan kuliner bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di Kabupaten Sidoarjo bertujuan untuk mempersiapkan peserta menghadapi masa pensiun melalui pengembangan keterampilan berwirausaha, khususnya dalam pembuatan Zuppa Soup. Pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta dari MGBK SMA Kabupaten Sidoarjo dan dilaksanakan melalui analisis kebutuhan, pembekalan teori terkait bisnis makanan dan minuman (F&B), pelatihan praktis pembuatan Zuppa Soup, serta evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pengetahuan peserta. Sebanyak 86,7% peserta puas atau sangat puas dengan materi yang disampaikan, khususnya dalam aspek manajemen usaha, pengembangan produk, dan operasional dapur. Namun, beberapa peserta menginginkan pendalaman lebih lanjut pada materi pemasaran digital dan manajemen keuangan. Evaluasi juga menunjukkan bahwa tantangan utama peserta adalah dalam penerapan strategi digital dan pengelolaan cash flow. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan kewirausahaan peserta, namun perlu perbaikan pada materi pemasaran digital dan manajemen keuangan untuk mendukung keberlanjutan bisnis kuliner mereka. Rekomendasi untuk pelatihan berikutnya meliputi peningkatan materi pemasaran digital, pendalaman manajemen keuangan, dan dukungan mentoring pasca pelatihan.