Lisa Lailatus Sa’diyah
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Cerdas Cermat Ceria Untuk Meningkatkan Pengetahuan Numerasi Dan Numerik Siswa SD Negeri Sidobandung 1 Dan SD Negeri Sidobandung 2 Lisa Lailatus Sa’diyah; Sri Dewi; Lina Christi Alfiah; Via Aprilia Nugraha; Antomi Saregar; Utama Alan Deta
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v1n1.p6-10

Abstract

Desa Sidobandung terletak di Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Dua sekolah dasar yang menjadi pilar pendidikan bagi anak-anak desa Sidobandung untuk menempuh pendidikan dasar yaitu SD Negeri Sidobandung 1 dan SD Negeri Sidobandung 2. Minimnya sarana prasarana penunjang proses kegiatan belajar mengakibatkan kurangnya pengetahuan numerasi dan numerik yang dimiliki siswa di sekolah tersebut. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan kegiatan lomba cerdas cermat ceria (CCC). Cerdas cermat adalah suatu teknik pembelajaran yang dilakukan melalui sebuah perlombaan untuk meningkatkan pengetahuan numerasi dan numerik siswa. Sampel dalam kegiatan dibagi dalam dua kategori yakni kelas rendah dan kelas tinggi. Kelas rendah meliputi kelas 1 sampai 3 dan kelas tinggi meliputi kelas 4 sampai 6. Kelas rendah dipilih dari 3 orang perwakilan masing-masing kelas kategori rendah begitu pun dengan kelas tinggi pada setiap sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya dibagi dalam 2 sesi, dengan sesi pertama merupakan perlombaan bagi kelas rendah dan sesi selanjutnya perlombaan untuk kelas tinggi. Setiap kelompok yang dapat menjawab akan memperoleh poin dengan ketentuan tertentu. Perlombaan berjalan dengan lancar dan dimenangkan dengan kelompok yang memperoleh poin tertinggi pada masing-masing sesi. Penyebab yang menjadikan perbedaan poin kelompok cukup jauh adalah kurangnya diskusi setiap anggota kelompoknya. Ini dikarenakan kurangnya penerapan kegiatan berdiskusi siswa oleh guru saat di kelas. Selain itu ini juga disebabkan oleh kurangnya fokus siswa dalam mengerjakan soal yang telah diberikan. Oleh karena itu, untuk selanjutnya kegiatan berdiskusi di sekolah perlu ditumbuhkan.