Yogo Dwi Prasetyo
Chemistry Education Study Program, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pembelajaran Berdiferensiasi Melalui Penyusunan Bahan Ajar Kimia Berbasis STEM di Lingkungan Lahan Basah dalam Kurikulum Merdeka Yogo Dwi Prasetyo; Syahmani Syahmani; Fauzia Dwi Sasmita; Misbah Misbah; Andy Azhari; Afifah Warohmah; Risqa Masila; Nanda Anadia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.10176

Abstract

Berdasarkan data awal melalui kuesioner yang diisi oleh guru Kimia di MGMP Kabupaten Barito Kuala (Batola) diperoleh bahwa (1) pemahaman guru tentang pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) berada pada kategori cukup sebanyak 70,6%; (2) pemahaman guru tentang pembelajaran berdiferensiasi berada pada kategori cukup sebanyak 58,8%; dan (3) pemahaman guru tentang penyusunan rencana pembelajaran Kurikulum Merdeka berada pada kategori cukup sebanyak 64,7%.  Masalah yang ditemukan ini perlu diatasi oleh tim Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) dengan memberikan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi melalui penyusunan bahan ajar kimia berbasis STEM di lingkungan lahan basah dalam Kurikulum Merdeka bagi guru Kimia di MGMP Kabupaten Barito Kuala. Tujuan kegiatan ini ialah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru kimia tentang penyusunan bahan ajar kimia berbasis STEM di lingkungan lahan basah dalam Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini dilakukan 3 kali pertemuan yaitu 1 kali pertemuan secara online  pada tanggal 21 Juli 2023 dan 2 kali pertemuan secara offline pada tanggal 29 Juli dan 4 Agustus 2023. Adapun metode yang gunakan ada 4 tahap yaitu tahap analisis, tahap perencanaan, tahap pelatihan dan tahap evaluasi. Berdasarkan hasil angket evaluasi kegiatan maka dapat disimpulkan bahwa guru dapat menyusun bahan ajar kimia berbasis STEM dengan memperoleh nilai sebesar 72,44% termasuk kategori paham. Pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru kimia dalam menyusun bahan ajar kimia berbasis STEM.Based on preliminary data through a questionnaire filled out by Chemistry teachers at MGMP Barito Kuala (Batola) Regency, it was found that (1) teachers' understanding of Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) learning was in the sufficient category at 70.6%; (2) teachers' understanding of differentiated learning is in the sufficient category at 58.8%; and (3) teachers' understanding of the preparation of Independent Curriculum learning plans is in the sufficient category at 64.7%. This problem needs to be addressed by the Compulsory Service Lecturer Program (PDWA) team by providing differentiated learning training through preparing STEM-based chemistry teaching materials in a wetland environment in the Independent Curriculum for Chemistry teachers at MGMP Barito Kuala Regency. This activity aims to provide chemistry teachers with knowledge and skills regarding preparing STEM-based chemistry teaching materials in wetland environments in the Independent Curriculum. This activity was carried out in 3 meetings: one online meeting on 21 July 2023 and 2 offline meetings on 29 July and 4 August 2023. The method used was four stages, namely the analysis stage, the planning stage, the training stage, and the evaluation. Based on the activity evaluation questionnaire results, it can be concluded that teachers can prepare STEM-based chemistry teaching materials by obtaining a score of 72.44%, including the understanding category. This training can improve chemistry teachers' knowledge and skills in preparing STEM-based chemistry teaching materials.
Culturally Wetland Responsive Teaching to Improve Science Literacy and Wasaka Character Syahmani Syahmani; Rilia Iriani; Muhammad Kusasi; Yogo Dwi Prasetyo; Hakki Norhasanah; Nur Farhana Abdul Rahman
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v5i2.1075

Abstract

Chemistry students still have low levels of scientific literacy, although in the era of the Industrial Revolution 4.0 and the transition to Society 5.0, students need these skills. An alternative for raising students' scientific literacy and character is the Culturally Wetland Responsive Teaching (CWRT) approach. This developmental research tested the validity, practicality, and effectiveness of e-modules based on CWRT for the colligative properties of solutions. The ADDIE development model was used for the research method. Both test and non-test instruments were used for data collection. The e-module was tested on 23 students from grades A1 and A2 in the Chemistry Education Study Program at a public university in South Kalimantan, Indonesia. The analysis showed that the e-modules were highly valid regarding content, presentation, language, and media feasibility. They were also highly practical in individual and small group tests, limited trials, and assessing lecturers' ability to use e-modules and manage classes. The modules were effective, as evidenced by the N-gain value of science literacy competence and the wasaka character of students in the high category. The results suggest that e-modules based on Culturally Wetland Responsive Teaching are valid, practical, and effective for teaching the colligative properties of solutions.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL BERBANTUAN POWTOON PADA MATERI PERANAN KOLOID DALAM KEHIDUPAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA Siti Halimah; Syahmani Syahmani; Arif Sholahuddin; Muhammad Kusasi; Yogo Dwi Prasetyo
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol. 8 No. 2 (2024): JCAE DESEMBER 2024
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v8i2.3077

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran berupa media audio-visual powtoon yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatan motivasi dan pemahaman konsep siswa terhadap sub materi peranan koloid dalam kehidupan. Jenis penelitian ini adalah R & D (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model ADDIE. Subjek penelitian dilakukan pada peserta didik kelas XI MIPA 7 SMA Negeri 7 Banjarmasin dengan jumlah siswa yaitu 40 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi, angket keterbacaan, angket respon dan penilaian dari tes dan non-tes. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan media yang dikembangkan telah memenuhi kriteria berikut: (1) Valid, dilihat dari aspek validitas isi,bahasa, dan media dalam kategori sangat valid. (2) Praktis, dilihat dari aspek keterbacaan media audio-visual powtoon pada uji coba perorangan dan kelompok kecil dalam kategori sangat praktis, angket respon peserta didik (praktis) dan respon guru (sangat praktis). (3) Efektif, dilihat dari n-gain pemahaman konsep peserta didik sebesar 0,73 (tinggi) dan motivasi belajar sebesar 0,45 (sedang).
EFEKTIVITAS, TANTANGAN, DAN PELUANG PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA KURIKULUM PENDIDIKAN KIMIA PASCA-PANDEMI COVID-19: KAJIAN SISTEMATIS Yogo Dwi Prasetyo; Syahmani Syahmani; Rusmansyah Rusmansyah
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol. 8 No. 2 (2024): JCAE DESEMBER 2024
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v8i2.3096

Abstract

Systematic Literature Review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi COVID-19 pada pembelajaran kimia. PJJ dipilih sebagai pendekatan terbaik untuk terus memberikan pendidikan di era pandemi. Artikel dalam review ini di ambil dari Scopus Database (2019-2022) berdasarkan kriteria kelayakan. Dari 63 artikel, 42 diantaranya tereliminasi, dan sebanyak 21 yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Sebagian besar penelitian (52,38%) menyatakan bahwa PJJ efektif digunakan dalam pembelajaran kimia, 38,08% menyatakan PJJ menurunkan performa siswa, khususnya keterampilan praktik di laboratorium, dan 9,52% menyatakan PJJ sama efektifnya dengan pembelajaran tatap muka. Terlepas dari pro dan kontra, penerapan PJJ memiliki banyak peluang untuk berkembang pesat seiring dengan perkembangan TIK. Meningkatkan kualitas program PJJ merupakan tantangan nyata dalam mengembangkan konten pembelajaran yang menarik dan juga pengembangan kurikulum Pendidikan Kimia.
PEMBELAJARAN SAVI DENGAN ANIMASI MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI IKATAN ION DAN KOVALEN Chairunnisa Chairunnisa; Restu Prayogi; Yogo Dwi Prasetyo
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol. 8 No. 3 (2025): JCAE APRIL 2025
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v8i3.3441

Abstract

Perkembangan industri di dunia kerja telah mendorong peningkatan pentingnya keterampilan pemecahan masalah bagi setiap individu dalam sumber daya manusia. Hal ini mengubah paradigma masyarakat terhadap pendidikan di lingkungan sekolah, yang harus mampu menghasilkan peserta didik yang memenuhi kriteria keterampilan tersebut. Oleh karena itu, penelitian literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penerapan metode inquiry dalam proses pembelajaran terhadap kemampuan softskill berpikir kritis siswa. Penelitian literatur ini bertujuan untuk menilai dampak inquiry learning pada kemampuan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Hasil analisis literatur menunjukkan adanya pengaruh positif pada kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) setelah menerapkan metode pembelajaran inquiry. Selain itu, terdapat peningkatan hasil belajar siswa dan respon positif dari siswa terhadap pembelajaran berbasis inquiry. Dari analisis literatur ini, disimpulkan bahwa implementasi metode inquiry efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada proses pembelajaran di Sekolah Menengah Atas.