Perkembangan jati diri anak usia dini saat ini menghadapi tantangan akibat menurunnya minat terhadap permainan tradisional dan meningkatnya penggunaan gawai. Kondisi tersebut mengakibatkan berkurangnya kesempatan anak untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, dan percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan jati diri anak usia dini melalui kegiatan permainan tradisional bakiak di TK Al-Utsmani, Batang-Batang Laok, Batang-Batang, Sumenep. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi guru, kepala sekolah, dan anak-anak TK Al-Utsmani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional bakiak berperan penting dalam membentuk jati diri anak melalui kegiatan yang menumbuhkan kerja sama, tanggung jawab, kemandirian, keberanian, dan kemampuan mengendalikan emosi. Anak-anak belajar mengenali peran masing-masing, menghargai teman, serta menerima hasil permainan dengan sportif. Hambatan yang ditemukan meliputi kurangnya kekompakan antar anak, rasa takut jatuh, serta kondisi cuaca yang tidak mendukung. Meskipun demikian, guru berperan aktif dalam membimbing dan memotivasi anak sehingga kegiatan berjalan efektif. Dengan demikian, permainan tradisional bakiak terbukti menjadi sarana efektif dalam mengembangkan jati diri anak usia dini di lingkungan pendidikan taman kanak-kanak.