Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPONS KEBIJAKAN TERHADAP POTENSI KRISIS PANGAN GLOBAL Hari Hermawan; Harmi Andrianyta
Jurnal Kebijakan Publik Vol 14, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v14i4.8354

Abstract

FAO telah memberikan peringatan akan terjadinya ancaman krisis pangan dunia sejak April 2020. Perang Rusia-Ukraina, salah satu penyebab terganggunya pasokan pangan khususnya gandum di pasar global, sehingga membuat sejumlah negara penghasil gandum menghentikan ekspornya dan mengutamakan kebutuhan pangan di dalam negeri untuk mengamankan pasokan pangannya. Beberapa negara yang menghentikan ekspor gandum, yakni India, Kirgizstan, Kazakhstan, Serbia, Afganistan, Algeria, Kosovo, serta Ukraina. Sehingga memicu lonjakan harga gandum pasar global. Ditahun 2010-2020, Ukraina menempati posisi ketiga dalam impor gandum ke Indonesia, disusul Amerika Serikat, dan Rusia. Kebutuhan gandum Indonesia yang harus dipenuhi dari Import gandum dari Ukraina rata-rata 8,3 juta/tahun (USD 2,4 milyar/tahun). Hal itu, membuat pemerintah Indonesia mulai mencari alternatif pengganti gandum untuk mengurangi impor. Pemerintah mulai melirik sorgum sebagai pengganti gandum. Hal ini didasarkan pada potensi dan keunggulan yang dimiliki sorgum. Makalah ini menelaah bagaimana dengan kesiapan Indonesia dalam mengantisipasi ancaman krisis pangan. Sejumlah isu terkait ketahanan Indonesia saat ini meliputi sisi ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan air, Lembaga pemerintahan dan SDM, serta potensi tanaman sorgum dan strategi pengembangan sorgum mendukung ketahanan pangan diulas secara mendalam. Sebagai penutup, sejumlah rekomendasi kebijakan untuk pengembangan sorgum mendukung ketahanan pangan akan disajikan.
Strategy for Strengthening Indonesia's Economic Cooperation with BRICS to Achieve National Food Security Hari Hermawan; Fitria Yuliani
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol. 19 No. 2 (2025): Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/bilp.19.2.108-122

Abstract

This paper aims to formulate strategies for strengthening Indonesia’s economic cooperation with Brazil, Russia, India, China, and South Africa (BRICS) to achieve national food security. Food security is one of Indonesia’s priority issues, particularly amid growing global challenges such as climate change, population growth, and economic uncertainty. As the most populous country in Southeast Asia and the world’s sixteenth-largest economy, Indonesia needs to ensure food availability, access, quality, nutrition, safety, and affordability for its population. Global trends indicate that international cooperation has become an important instrument for strengthening sustainable food security. Economic cooperation between Indonesia and BRICS in the food sector has the potential to support national food security through technology transfer, increased investment, access to financing, supply chain strengthening, diversification of food sources, and market expansion. This paper recommends several policy strategies, including strengthening cooperation in agricultural technology, developing logistics and storage infrastructure, facilitating investment in the sustainable food sector, diversifying food sources, enhancing research and development (R&D) collaboration, utilizing preferential trade schemes and financing through the New Development Bank (NDB) of BRICS, and strengthening food security diplomacy