Dewi Satria Elmiana
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pemerintah Desa dalam Penanganan Stunting Berbasis Modal Sosial di Desa Bilebante, Lombok Tengah Saipul Hamdi; Dewi Satria Elmiana; Ikmal Maulana; Nurul Haromain; Ihfan Rahmawadi; Firdaus Abdul Malik
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 2 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOL.18 NO.2 DESEMBER 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i2.346

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear dalam status gizi rendah yang dapat diartikan sebagai kondisi pada seseorang dengan tubuh pendek atau sangat pendek karena malnutrisi. Prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) naik dari 31,4% pada tahun 2021 menjadi 32,7% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang dikembangkan pemerintah desa di Bilebante dalam mengatasi permasalahan stunting, yang mana Desa Bilebante, Lombok Tengah, yang mana sukses dalam mengembangkan program kampung Keluarga Berencana yang erat kaitannya dengan pengendalian pola hidup sehat dan manajemen keluarga di masyarakatnya. Penelitian ini juga melakukan stakeholder mapping dan pemetaan modal sosial untuk menemukan formulasi kebijakan yang tepat dalam mengatasi isu stunting di NTB, sehingga dapat dihasilkan suatu rekomendasi kebijakan yang dapat di replikasi pada sejumlah desa lainnya yang ada di wilayah provinsi NTB. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan (Juni-Agustus 2023) dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion (FGD) dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi, pemerintah desa, bidan desa, kader posyandu, karang taruna, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), tokoh adat, ibu hamil, ibu bayi dua tahun, dan masyarakat lokal lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elaborasi kebijakan dan penguatan modal sosial oleh pemerintah Desa Bilebante dapat meodorong percepatan pembangunan di berbagai bidang. Sikap masyarakat yang kolaboratif dan peran aktif dari berbagai stakeholder mengantarkan Desa Bilebante berhasil menekan angka stunting secara signifikan dalam tiga tahun jalannya program.
An Analysis of 21st-Century Skills Representation in The Indonesian EFL Textbooks for Seventh Graders Ida Ayu Putri Pradnya Utami; Untung Waluyo; Ahmad Zamzam; Henny Soepriyanti; Dewi Satria Elmiana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4852

Abstract

The integration of 21st-century skills into English as a Foreign Language (EFL) textbooks is increasingly important to help students meet the challenges of global communication, technological developments, and the demands of modern education. The purpose of this study was to identify the 21st-century skills represented in the seventh-grade EFL textbooks English for Nusantara and English in Mind, how they are represented, and the differences in their representation. This study uses a qualitative descriptive research design with content analysis based on the Partnership for 21st-Century Learning (P21) framework. Data were collected through documentation techniques by identifying textbook content, such as tasks, activities, texts, visual representations, and instructions, that reflected the 12 21st-century skills. Data analysis was conducted through coding, frequency, and percentage calculations, comparative analysis, and descriptive interpretation. The findings indicate that both textbooks cover all twelve skills, but with different emphases. Critical thinking and problem-solving, communication, media literacy, and information literacy were dominant in both textbooks. In contrast, life and career skills such as flexibility and adaptability, leadership and responsibility, productivity and accountability, and initiative and self-direction were minimally represented. This study concludes that English for Nusantara emphasizes structured and directed learning, while English in Mind encourages a more communicative, collaborative, and interactive learning experience.