Yustina Kristianingsih
STIKES KATOLIK ST.VINCENTIUS A PAULO SURABAYA

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TERAPI TAWA MENURUKAN DEPRESI LANSIA Ni Putu Esi Pradnyadiansari; Yustina Kristianingsih; Theresia Etik Lusiana
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i2.113

Abstract

Proses menua menyebabkan perubahan fisik, kognitif, psikososial dan akan menjadi stresor pada lansia. Salah satu penanganan nonfamakologi untuk menurunkan depresi adalah terapi tawa. Fenomena yang terjadi di Panti Werdha Bakti Luhur, beberapa lansia mengungkapkan perasaan kesepian dan bosan, lebih suka menyendiri, insomnia, tidak bahagia tinggal di panti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh terapi tawa terhadap tingkat depresi lansia. Desain penelitian ini adalah pra eksperimental one-group-pre-post test design. Populasi dalam penelitian adalah lansia di panti wedha Bhakti Luhur dan dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 40 responden. Variabel independen adalah terapi tawa dan variabel dependen adalah depresi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian kuesioner Geriatric Depression Scale. Hasil penelitian sebelum diberikan terapi tawa lebih dari 50% (55%) responden mengalami depresi sedang-berat. Sesudah diberikan terapi tawa sebagian besar 68% responden mengalami depresi ringan. 12,5% responden tidak mengalami perubahan tingkat depresi. Hasil uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan ? = 0,05 dan harga p = 0,000, nilai p < ? maka ada pengaruh terapi tawa terhadap tingkat depresi lansia. Terapi tawa dapat menurunkan depresi lansia. Oleh karena itu peneliti memberikan saran kepada panti dan lansia di Panti Werdha Bhakti Luhur dalam menangani depresi lansia salah satunya dengan terapi tawa.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Maria Yuliana Wanda; Yustina Kristianingsih; Yuni Kurniawaty
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i1.123

Abstract

Pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat yang semakin optimal dan efektif akan memberikan kepuasan terhadap pasien. Tujuan penelitianini adalah menganalisis hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Desain penelitian ini adalah studi korelasidengan pendekatan cross sectional.Pengambilan sampling menggunakan teknik consecutive sampling, besar sampel 33 responden. Hasil penelitian didapatkan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat sangat baik 46%, pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat sedang 21%, pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat baik 12%, pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat buruk 12%, pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat sangat buruk 9% dan tingkat kepuasan pasien 46% responden sangat puas, 30% responden kurang puas dan 24% responden puas. Berdasarkan hasil uji statstik Rank Spearman menggunakan program SPSS16.0 didapatkan hasil p=0,002P < ? 0,005 maka H0 ditolak dengan koefisien korelasi +0.521. Peneliti memberikan saran kepada rumah sakit bekerja sama dengan diklat rumah sakit dan diklat kepeawatan untuk memberikan pembinaan terhadap perawat tentang holistic care dan transcultural nursing.
TINGKAT DEPRESI DAN KETERGANTUNGAN ADL (ACTIVITY OF DAILY LIVING) PADA LANSIA Yustina Kristianingsih; Yhenti Widjayanti; Suryagustina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v1i1.134

Abstract

Depresi sering dialami lansia sebagai suatu kondisi medis-psikiatris yang menyebabkan terganggunya aktivitas sosial dan aktivitas kehidupan sehari-hari (Activity of Daily Living/ADL). Lansia yang tidak mengalami keterbatasan fisik, yang sebenarnya mampu melakukan kebutuhan aktivitas sehari-harinya tetapi tidak mau melakukannya, sehingga perawatan dirinya hanya tergantung pada orang lain saja. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan rancangan cross sectional yang bertujuan untuk mempelajari hubungan tingkat depresi dengan ketergantungan ADL pada lansia. Teknik sampling yang digunakan Simple Random Sampling, dengan besar sampel 31 lansia.Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan lembar inventaris depresi Beck dan observasi menggunakan Indeks ADL’s Barthel.Hasil penelitian didapatkan terbanyak lansia dengan tingkat depresi ringan 35%.tingkat ketergantungan ADL terbanyak ketergantungan ringan 66%. Data dianalisa menggunakan Rank Spearman didapatkan +0,479 dengan p sebesar 0,006< p 0,05 berarti ada hubungan antara tingkat depresi dengan ketergantungan ADL. Pada lansia di Panti Werdha Bakti Luhur Sidoarjo yang mengalami depresi mengalami penurunan minat untuk memenuhi ADL secara mandiri, semakin tinggi tingkat depresi yang dialami maka tingkat ketergantungan untuk pemenuhan ADLnya juga semakin tinggi.
LATIHAN FISIK (SENAM AEROBIK) MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DM TIPE 2 Yustina Kristianingsih; Maria S.C.W.J
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2011): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v2i1.141

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah suatu keadaan hiperglikemia yang disebabkan gangguan pada resistensi insulin dan sekresi insulin sehingga metabolisme tubuh juga terganggu. Pada DM tipe 2, latihan fisik atau olahraga berperan sebagai glykemic control yaitu mengatur dan mengendalikan kadar gula darah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental one group pre post test design. Responden yang menjadi subyek penelitian adalah 30 orang yang menderita DM tipe 2. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang berisi tentang data demografi responden dan lembar observasi untuk mengetahui kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan. Hasil uji menggunakan t test didapatkan hasil p = 0.00 berarti ada pengaruh latihan fisik: senam aerobik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2 di wilayah Puskesmas Pakis Kelurahan Pakis Kecamatan Sawahan Surabaya. Karena manfaat senam yang dapat mengontrol kadar glukosa darah maka diharapkan Puskesmas dapat memberikan informasi tentang manfaat senam sehingga dapat meningkatkan minat penderita DM untuk berolahraga.