Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Senam Lansia Aerobic Low Impact Training Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Widjayanti, Yhenti; Silalahi, Veronika; Merrianda, Priska
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 4, No 2 (2019): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.252 KB) | DOI: 10.30651/jkm.v4i2.3167

Abstract

Hypertension is a disease with a systolic > 140 mmHg and a diastolic > 90 mmHg. This disease often occurs in the elderly due to aging as cell, physiological, and psychological changes occur. Phenomenon found in Griya Usila Santo Yosef many elderly were hypertensive suferer. One non-pharmacological management for hypertension is low impact training aerobic exercise. This study aims to analyse effect of low impact training aerobic exercise on decreasing blood pressure in elderly with hypertension. Desiign of this study was a pre-experimental design with a one group pre-post test design. The independent variable in this study was low impact aerobic exercise, and the dependent variable was blood pressure. Respondents of this study were 32 elderly people with hypertension who fulfilled the inclusion criteria whom were collected by simple random sampling. Results of this study showed that  mean of systolic and diastolic blood pressure before intervention was 149.84 ± 6.66 and 83.25 ± 11.41, mean systolic and diastolic blood pressure after intervention was 145.09 ± 5.71 and 79.44 ± 11, 55, and the results of paired T-Test statistical tests with SPSS 20 software were obtained p (0,000) <α (α = 0.05) for the systolic and diastolic pressure. It meant that there was an influence of low impact aerobic exercise on blood pressure reduction. Based on the results of the research, elderly gymnastics aerobic low impact is important in which the training given to elderly patients hypertension to help in controling blood pressure.  Keywords: Hypertension, Elderly, Aerobic Low Impact Exercise
Status Gizi, Aktivitas Fisik Dan Keluhan Menopause Widjayanti, Yhenti
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 1 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i1.7711

Abstract

Pada masa menopause terjadi perubahan fisik dan psikologis akibat penurunan kadar estrogen yang dapat menyebabkan gangguan ringan sampai berat yang menimbulkan ketidaknyamanan. Keluhan menopause t berpengaruh pada kualitas hidup wanita menopause. Beberapa faktor berhubungan dengan tingkat keparahan keluhan menopause diantaranya adalah status gizi dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara status gizi, aktivitas fisik dan keluhan menopause. Sampel penelitian ini adalah 48 wanita menopause yang memenuhi kriteria inklusi. Dan dikumpulkan menggunakan simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah status gizi, aktivitas fisik dan keluhan menopause. Instrumen yang digunakan adalah hasil  pengukuran berat badan dan tinggi badan, IPAQ dan MRS. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskripsi proporsi prosentase dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian didapatkan 50% wanita menopause memiliki status gizi normal, 31 % status gizi lebih dan 19%, obesitas, 43 % tingkat aktivitas sedang, 38 % tingkat aktivitas ringan dan 19% tingkat aktivitas berat, 31% wanita menopause mengalami keluhan menopause dengan tingkat keparahan berat, 31 % dengan tingkat keparahan sedang, 23 % dengan tingkat keparahan ringan dan 15% tidak mengalami keluhan menopause, Hasil Uji statistik p < α, α=0,05, berarti H0 ditolak sehingga disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara status gizi, aktivitas fisik dan keluhan menopause. Bagi wanita menopause diharapkan tetap menjaga berat badan guna mempertahankan status gizi normal dan juga melakukan aktivitas dalam tingkat sedang sehingga dapat menurunkan keluhan menopause akibat penurunan kadar estrogen.
Gambaran Fungsi Seksual Wanita Menopause Yhenti Widjayanti
Bahasa Indonesia Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.354 KB) | DOI: 10.47560/kep.v7i1.116

Abstract

Menopause merupakan kondisi normal yang dialami wanita seiring dengan pertambahan usia. Saat menopause, produksi hormon estrogen dan progesteron mulai berkurang dan menimbulkan gejala fisik dan psikis yang berakibat timbulnya disfungsi seksual. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang fungsi seksual wanita menopause. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Responden penelitian ini adalah 35 wanita menopause di RT 12 dan 13 RW VKelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi dan dikumpulkan menggunakan teknik simple random sampling. Variabel penelitian ini adalah fungsi seksual wanita menopause diukur dengan FSFI (Female Sexual Function Index). Hasil penelitian didapatkan lebih dari 50 % (51%) responden memiliki fungsi seksual baik dan 49 % memiliki fungsi seksual buruk. Kader kesehatan diharapkan dapat bekerjasama dengan Puskesmas dalammemberikan penyuluhan tentang upaya untuk mengatasi gejala menopause khususnya yang terkait dengan fungsi seksual bagi wanita menopause agar wanita menopause dapat memiliki fungsi seksual yang baik.
HUBUNGAN ANTARA POSISI DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA MAHASISWA STIKES KATOLIK ST VINCENTIUS A PAULO SURABAYA Yhenti Widjayanti; Rosalia Ragil Dita Pratiwi
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i2.169

Abstract

Seseorang dituntut untuk melakukan posisi yang benar pada saat melakukan aktivitas seperti duduk tegak dan posisi membungkuk. Fenomena yang terjadi pada mahasiswa STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya didapatkan mahasiswa yang mengeluh nyeri punggung bawah duduk dengan posisi yang salah seperti duduk dengan posisi membungkuk, tegak dan menyandar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa. Desain penelitian ini yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Variabel independen penelitian ini adalah posisi duduk mahasiswa dan variabel dependennya adalah keluhan nyeri punggung bawah mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya. Sampel pada penelitian ini sebanyak 46 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 85% responden memiliki kebiasaan duduk yang salah, 78% responden mengeluh nyeri punggung bawah. Hasil uji chi-square dengan nilai signifikasi α = 0,05 dan hasil uji didapatkan nilai p = 0,001 (p<α), maka H0 ditolak yang berarti posisi duduk berhubungan secara signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa. Kebiasaan olahraga yang jarang dilakukan dapat menunjang posisi duduk yang salah dan menyebabkan nyeri punggung bawah. Oleh karena itu, peneliti menyarankan kepada pihak STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya khususnya kemahasiswaan untuk memberikan informasi tentang posisi duduk yang benar, upaya menurunkan berat badan dan bekerja sama dengan UKM olahraga agar dapat mengurangi keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa.
Persepsi Keyakinan Kesehatan Memengaruhi Perilaku Wanita Usia Subur (WUS) Terhadap Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) Yhenti Widjayanti
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v5i2.5056

Abstract

Cervical cancer is the most causa of deaths for women. Acetic Acid Visual Inspection Examination (IVA) is an effort to detect cervical cancer early. Conduct early detection is closely related to the perception of health beliefs (health belief). This study aimed to analyze the effect of perceived health beliefs on the behavior of women during childbearing age in conducting IVA examinations. The design of this study was observational analytic with a cross-sectional approach. The subjects of this study were 123 women who collected by simple random sampling. The variables of this study were the perception of health beliefs and behavior towards the IVA examination as early detection of cervical cancer. Data were collected by a questionnaire. The results showed that 57.7% of subjects had negative health belief perceptions, 60.2% had negative attitudes and 61.8% of subjects had never done an IVA examination. The results of the linear regression statistical test showed between the perception of health beliefs with attitudes obtained p-value = 0.00, the correlation value (R) = 0.951, the coefficient of determination = 0.904, between the perception of health beliefs with the act of conducting an IVA examination obtained p = 0.00, Correlation value (R) = 0.851 coefficient of determination = 0.724, It meant that there is an effect of perception of health beliefs on behavior (attitude & action) on IVA examination as early detection of cervical cancer. The implication in nursing is the need for collaboration between health cadres and the Public Health Center to increase socialization about IVA to women of childbearing age and family.
Peningkatan Pengetahuan, Sikap Dan Kesadaran WUS Terhadap Pemeriksaan IVA Sebagai Deteksi Dini Kanker Serviks yhenti widjayanti
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2021.2.2.95-101

Abstract

Wanita usia subur (WUS) rentan mengalami kanker serviks. Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)merupakan salah satu deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan IVA dapat dilaksanakan di layanan kesehatan terdekat. Mayoritas WUS di RT 03 RW 03 Desa Laban Kulon tidak melakukan pemeriksaan IVA. Tujuan PKM ini meningkatkan pengetahuan, sikap dan kesadaran tentang pemeriksaan IVA. Metode yang dilakukan adalah pelatihan kader kesehatan, pembuatan media pendidikan kesehatan dan pemberian pendidikan kesehatan dengan pendekatan health belief model. Hasil PKM menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. 94,6% peserta menyampaikan lebih memahami tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA. 70,3% peserta memiliki keinginan mencari informasi lebih lanjut, 64,9 % berkeinginan melakukan pemeriksaan IVA dan 54,1% berencana mengikuti pemeriksaan IVA. Pelatihan kesehatan dengan pendekatan health belief model meningkatkan pengetahuan, sikap dan kesadaran WUS terhadap pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA WANITA MENOPAUSE: Description of Quality of Life in Menopausal Women Yhenti Widjayanti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 2 (2022): JIKep | Juni 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.892 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i2.911

Abstract

During menopause there are physical and psychological changes that can reduce quality of life. This study aimed to identify the quality of life of postmenopausal women. Design of this study was descriptive. The subjects of this study were 33 postmenopausal women whom were collected using simple random sampling technique. Variable of this study was quality of life. Data were collected ny WHOQoL questionnaire. The data was analyzed descriptively by the percentage proportion. The results showed that in the physical domain 70% respondents had good quality of life and 30% had moderate, in the psychological domain, 52% respondents had good quality of life and 48% had moderate. In the social domain, the results showed that 73% respondents had good quality of life, 15% had very good quality of life and 12% had moderate quality of life, while in the environmental domain 73%respondents had good quality of life, 19% had very good quality of life and 8% had moderate quality of life. Recommendations for health cadres always motivate menopausal women to actively participate in physical activities such as exercise, religious activities and health counseling. Health cadres are also expected to provide information about women's health during menopause.
GAMBARAN KELUHAN AKIBAT PENURUNAN KADAR HORMON ESTROGEN PADA MASA MENOPAUSE (Studi Deskriptif di Wanita Hindu Dharma Indonesia Pura Jagad Dumadi Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik) Yhenti Widjayanti
Adi Husada Nursing Journal Vol 2 No 1 (2016): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.7 KB)

Abstract

ABSTRAKPerubahan yang pasti dialami oleh seorang wanita adalah menopause. Pada masa menopause terjadi perubahan-perubahan tertentu akibat penurunan kadar estrogen yang dapat menyebabkan gangguan ringan sampai berat antara lain, seorang wanita mengalamihaid atau menstruasi tidak teratur,timbul rasa panas (hot fluses), atrofi vagina, pengecilan payudara, penurunan elastisitas kulit, dan terjadi osteoporosis serta penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh defisiensi estrogen. Perubahan psikis pada masa menopause yaitu depresi, cepat lelah, kurang bersemangat, insomnia atau sulit tidur. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keluhan akibat penurunan kadar estrogen pada masa menopause. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anggota WHDI Pura Jagad Dumadi Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik yang telah menopause. Responden pada penelitian ini sebanyak 31 responden yang dikumpulkan dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan mayoritas (90.32 %) responden mengeluhkan rasa tidak nyaman pada tulang, persendian dan otot (sakit pada persendian, keluhan rematik), sebagian besar (85.87 %) responden mengeluhkan hot flushes dan sebagian besar (74.19 %) mengeluh kelelahan secara fisik dan mental akibat penurunan kadar estrogen pada masa menopause. seluruh responden mengalami keluhan akibat penrurunan kadar estrogen pada masa menopause, maka peneliti menyarankan kepada pengurus WHDI Pura Jagad Dumadi Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik untuk bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan akibat penurunan kadar estrogen pada masa menopause.Kata Kunci: Menopause, penurunan kadar estrogen, keluhan fisik & psikologisABSTRACTMenopausal must be experienced by a woman is menopausal. At the time of menopause occur certain changes due to the decline of in estrogen levels that can cause mild to severe menopausal symptoms such as a arises a sense of heat (hot fluses), vaginal atrophy, breast atrophy, decreased of skin elasticity, and occur osteoporosis and cardiovascular diseases. Psychological changes during menopause are depressed, tired, lackluster, insomnia or difficulty sleeping. The purpose of this study was to identify the menopausal symptoms due to the decline of estrogen levels at menopause. This study was descriptive. The population in this study were all members of WHDI Pura Jagat Dumadi Desa Laban Menganti, Gresik who had been menopause. Respondents in this study were 31 respondents. Sampling technique used simple random sampling technique. Data were collected using a questionnaire. The result showed a majority (90.32%) of respondents complained of discomfort in the bones, joints and muscles (pain in the joints, rheumatic complaints), the majority (85.87%) of respondents complained of hot flushes and the vast majority (74.19% ) complained of fatigue physically and mentally as a result of decreased levels of estrogen at menopause. Based of this study, researcher suggests to WHDI Pura Jagat Dumadi Desa Laban Menganti, Gresik with the health worker give some health education for the member especially menopausal women about menopausal symptoms and the way to eliminate it. Key words: Menopause, decline of estrogen level, physical and psychological complaints DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
GAMBARAN GAYA BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI DIPLOMA III (D3) KEPERAWATAN STIKES KATOLIK ST VINCENTIUS A PAULO SURABAYA Yhenti Widjayanti
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.309 KB)

Abstract

Keberhasilan studi mahasiswa dapat dilihat dari lama masa studi serta indeks prestasi kumulatif (IPK) yang diraih. Nilai IPK menunjukkan penguasaan mahasiswa terhadap pengetahuan dan keterampilan dengan nilai tertinggi 4,00. Keberhasilan belajar mahasiswa atau prestasi akdemik yang diraih oleh mahasiswa ikut ditentukan oleh gaya belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah Menggambarkan gaya belajar mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan STIKES Katolik St Vincentius a Paulo. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 33 mahasiswa program studi D3 Keperawatan yang didapatkan dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Variabel penelitian ini adalah gaya belajar mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan kutub kecenderungan sebanyak 40 % responden menerapkan gaya belajar theorist, 33 % gaya belajar activist, 21% gaya belajar reflector dan 6 % gaya belajar pragmatist sedangkan berdasarkan modalitas yang digunakan untuk memproses informasi didapatkan 46% responden menerapkan gaya belajar visual, 33 % responden memiliki gaya belajar kinestetik dan 21 % responden menerapkan gaya belajar auditoris. Bagi STIKES Katolik St Vincentius a Paulo Surabaya khususnya bagi pembimbing akademik Program studi D3 Keperawatan diharapkan dapat mengarahkan mahasiswa untuk melakukan strategi belajar yang tepat sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki oleh setiap mahasiswa. Bagi dosen pengajar diharapkan dapat memilih metode pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan mayoritas gaya belajar mahasiswa Prodi D3 Keperawatan.
Pendidikan Kesehatan Dengan Pendekatan Health Belief Model Meningkatkan Perilaku Perempuan Menopause Tentang Resiko Osteoporosis Yhenti Widjayanti
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 7 No 4 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v7i4.12497

Abstract

Objective:   Menopausal women are at high risk for osteoporosis. Osteoporosis can be prevented by health behavior. Prevention efforts are strongly influenced by the results of a person's health beliefs.  Purpose of this study was to   analyze the influence of health education with a health belief model approach on the behavior of menopausal women on the risk of osteoporosis . Methods:  Design of this study  was a pre-experimental pre-posttest design. The research subjects were 44 postmenopausal women who met the inclusion criteria. This study used a simple random sampling technique. This study’s variables were health education,  knowledge, attitudes and actions of menopausal women on the risk of osteoporosis during menopause. Data collected by questionnaire and  be analyzed descriptively by the percentage and statistical test and  Wilcoxon signed rank test. Results: The results showed that before intervention was given 43.2% respondents had fair level of knowledge,29.5%  respondents had  poor and 27.3%, respondents had good knowledge,  56.8% respondents had negative attitude and 43.2% had  positive attitude. While adequate action 45.5 % had less,  31.8% had enough and 22.7% respondents had adequate action.  After getting the intervention with a good knowledge level of 61.4%, 34.1% fair and 4.5% poor, while positive attitudes were 84.1% and negative attitudes were 15.9%, for good actions 61.4%, enough 25.0 % and less actions 13.6%. The results of statistical tests using the Wilcoxon signed rank test obtained each p <α , α= 0.5, which means that there was an effect of health education with the health belief model approach with the behavior of menopausal women on the risk of osteoporosisConclusion:  Health education with a health belief model approach effective to increase  knowledge of menopausal women so that they can form a positive attitude so that they motivate them to do menopause prevention actions.