Lia Dharmayanti
Program Studi Kebidanan, Akademi Kebidanan Sakinah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN SARI KURMA TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI Endang Yuliani; Lia Dharmayanti
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Volume 1, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyusui merupakan perilaku yang wajib dipelajari oleh ibu untuk bayi waktu dan kesabaran selama enam bulan untuk mencukupi nutrisi pada bayi. Berbagai macam tumbuhan yang mengandung galaktogogus dapat membantu pengeluaran dan produksi. ASI antara lain daun katuk, fenugreek dan kurma. Galaktogogus dapat menginduksi laktasi dengan menekan antagonis reseptor dopamin sehingga terjadi peningkatan produksi prolaktin. Tujuan penelitian untuk menganalisa pengaruh pemberian sari kurma terhadap kelancaran ASI. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan one group pretest-posttest design, yang dilaksanakan pada bulan april 2022 dengan alat ukur lembar observasi, sampelnya sebanyak 30 ibu menyusui dengan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik sample paired T-test. Hasil penelitian diperoleh data mayoritas responden berusia 20-23 tahun sebanyak 23 orang (76,7%), ASI tidak lancar didapatkan nilai 6,53. Hasil uji statistik sample paired T test pengaruh pemberian sari kurma terhadap kelancaran ASI didapatkan skor antara sebelum dan sesudah perlakuan mean 5,30 dengan nilai signifikan 0,000 (p< 0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian sari kurma terhadap kelancaran ASI di PMB Ny Y Desa Sladi dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Sari Kurma dengan manfaat salah satunya memperlancar produksi ASI, maka ibu menyusui sangat di anjurkan untuk mengkonsumsi sari kurma sesuai takaran yang telah di tentukan, agar produksi ASI lancar dan bayi tetap mendapatkan nutrisi alamiah
FAKTOR RESIKO TERJADINYA KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN Lia Dharmayanti; Riska Aprilia Wardani
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Volume 1, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuban pecah dini merupakan pecahnya selaput sebelum terdapat tanda persalinan mulai dan ditunggu satu jam belum terjadi inpartu terjadi pada pembukaan < 4 cm yang dapat terjadi pada usia kehamilan cukup waktu atau kurang waktu. Ada beberapa faktor resiko terjadinya ketuban pecah dini yaitu hubungan seksual, riwayat ketuban pecah dini, usia ibu, paritas, pekerjaan dan Cephalo Pelvic Disproportion. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko terjadinya Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Puskesmas Rejoso. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain retrospektif, dengan data sekunder dari buku register dan data primer dari hasil wawancara dengan responden. Jumlah sampel adalah 20 Responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor hubungan seksual dari 20 responden sebagian besar 12 responden (60%) melakukan hubungan seksual. Berdasarkan faktor riwayat ketuban pecah dini dari 20 responden sebagian besar 14 responden (70%) tidak memiliki riwayat ketuban pecah dini. Berdasarkan faktor usia ibu dari 20 responden sebagian besar 13 responden (65%) berusia 20-35 tahun. Berdasarkan faktor paritas dari 20 responden sebagian besar 15 responden (75%) ibu dengan multipara. Berdasarkan faktor aktivitas dari 20 responden sebagian besar 14 responden (70%) memiliki aktivitas berat. Berdasarkan faktor Cephalo Pelvic Disproportion dari 20 responden sebagian besar 17 responden (85%) tidak Cephalo Pelvic Disproportion. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor resiko terjadinya ketuban pecah dini adalah hubungan seksual, usia ibu dan pekerjaan. Maka disarankan pada ibu bersalin dengan resiko ketuban pecah dini untuk selalu memeriksakan kehamilan secara teratur dan mengkonsumsi makanan gizi seimbang serta menghindari faktor resiko terjadinya ketuban pecah dini