Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Korelasi Prososial Dan Religiusitas Dengan Perilaku Remaja Dalam Gerakan Menghafal “100 Hadits Populer Untuk Hafalan” Pada Pondok Pesantren Syiar Islam Arifah Yahya; Hardianto Rahman; Burhanuddin Burhanuddin; Rahmatullah Rahmatullah
Jurnal Al-Ilmi: Jurnal Riset Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2023): Volume 04 Nomor 01 September 2023
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ilmi.v4i1.2229

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui apakah ada korelasi prososial dengan perilaku remaja dalam gerakan menghafal “100 Hadits Populer untuk Hafalan” pada Pondok Pesantren Syiar Islam, 2) mengetahui apakah ada korelasi religiusitas dengan perilaku remaja dalam gerakan menghafal “100 Hadits Populer untuk Hafalan” pada Pondok Pesantren Syiar Islam, dan 3) mengetahui apakah ada korelasi prososial dan religiusitas dengan perilaku remaja dalam gerakan menghafal “100 Hadits Populer untuk Hafalan” pada Pondok Pesantren Syiar Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja Pondok Pesantren Syiar Islam yang berjumlah 140 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 110. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada korelasi prososial dengan perilaku remaja dalam gerakan menghafal “100 Hadits Populer untuk Hafalan” pada Pondok Pesantren Syiar Islam, dengan kriteria hubungan adalah lemah dengan nilai rhitung > rtabel yaitu 0, 369 > 0,186 dan signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti H1 diterima H0 ditolak, 2) ada korelasi religiusitas dengan perilaku remaja dalam gerakan menghafal “100 Hadits Populer untuk Hafalan” pada Pondok Pesantren Syiar Islam, dengan kriteria hubungan adalah sangat kuat dengan nilai rhitung > rtabel yaitu 0, 958 > 0,186 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti H1 diterima H0 ditolak, dan 3) ada korelasi prososial dan religiusitas dengan perilaku remaja dalam gerakan menghafal “100 Hadits Populer untuk Hafalan” pada Pondok Pesantren Syiar Islam, dengan kriteria hubungan adalah sangat kuat dengan nilai rhitung > rtabel yaitu 0,958 > 0,186 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti H1 diterima H0 ditolak.
Pembinaan TK/TPA Di Masjid Nuru Sadda Desa Samaturue Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai Suriyati suriyati; Fahrul Fahrul; Darwis Darwis; Burhanuddin Burhanuddin
INKAMKU : Integrasi Akademisi dan Masyarakat yang Berkualitas Vol 2 No 2 (2023): INKAMKU : Journal of Community Service
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/inkamku.v2i1.2208

Abstract

Community service is a very important thing to do, especially related to mentoring and coaching on how to write the Koran specifically for TK/TPA in Korong hamlet, Samaturue Village, Tellulimpoe District, Sinjai Regency, which is an embodiment of children's potential in the religious field both in terms of reading and memorize prayers as well as other short suras contained in the Qur'an. The purpose of this service is to observe how the model for mentoring TK/TPA students in Samaturue Village is also to measure the level of ability of TK/TPA students in reading and memorizing short surahs. There are several ways to do coaching in TK/TPA, namely by observation, this is done to see and get an overview of the implementation and development of TK/TPA, second, activity planning, preparation of teaching materials, third, activity implementation, and evaluation, then followed up from the results of the implementation The results of this coaching found that out of 25 TK/TPA students all showed good results both in terms of reading ability using the Iqro, Tartil, and Qiroati methods. The follow-up to the results of this coaching activity is the submission of TK/TPA learning books which will later be used by the supervisor and then the next implementer to carry out coaching. The next implementation of PKM requires continuous and consistent assistance and coaching as well as commitment.