Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Sadar Hukum Mengenai Judi Online Kepada Siswa SMA Negeri 66 Jakarta Beniharmoni Harefa; Handar Subhandi Bakhtiar; Abdul Kholiq; Yuliana Yuli Wahyuningsih; Salma Agustina; Jeanny Anggita Fitriyani; Maria Yohana
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 6 (2023): November
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v2i6.335

Abstract

Dalam Peraturan Perundang-Undangan Republik Indonesia, judi online telah diatur dengan tegas dan dilarang. Namun, sangat disayangkan hal ini tidak mempengaruhi kesadaran masyarakat terkait larangan permainan judi online. Untuk menciptakan generasi yang memiliki kesadaran akan bahaya judi online, diperlukan pembekalan materi dan arahan yang tepat bagi masyarakat. Melalui kegiatan edukasi hukum tentang judi online merupakan salah satu bentuk upaya dalam memberikan edukasi kepada siswa di SMA Negeri 66 Jakarta. Pada pengabdian kepada masyarakat ini, penyusun menggunakan metode pemaparan dan diskusi terkait pencegahan dan penanganan judi online yang berjudul Judi Online : Hindari, Jauhkan, dan Musuhi Demi Masa Depan Pelajar Harapan Bangsa. Target khusus pengabdian ini adalah para siswa SMA Negeri 66 Jakarta dapat teredukasi dengan baik mengenai pengertian, pengertian, dasar hukum dan upaya-upaya dalam mencegah dan mengatasi kasus judi online. Tujuan utama diadakannya kegiatan ini diharapkan agar dapat menerapkan nilai yang menunjukan semangat bela negara terhadap generasi penerus bangsa dalam menjadi generasi unggul pada masa mendatang. Peningkatan pemahaman serta pengetahuan peserta didik dapat dilihat dari hasil post test yang menunjukan bahwa peserta didik mampu memahami materi yang telah dipaparkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini.
Valuing Environmental Damage as State Financial Loss in Corruption Cases: A Substantive Justice Analysis of The Harvey Moeis Verdicts Laily Maghfiroh; Abdul Kholiq
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 4 No. 4 (2025): December
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v4i4.884

Abstract

This study examines the regulatory framework for assessing environmental damage as a basis for establishing state financial losses in corruption cases and analyzes judicial reasoning in sentencing to realize substantive justice. It addresses a key gap in Indonesian legal practice: the absence of an integrated framework linking environmental damage valuation to state loss calculations, and the limited inclusion of ecological restoration costs in criminal sanctions. The research employs a normative juridical method, drawing on legislative, conceptual, case-based, and comparative approaches, supported by primary, secondary, and tertiary legal materials. Data were obtained through a literature review and limited structured interviews with environmental law experts and practitioners. Within the normative juridical framework, the interviews serve solely as supplementary secondary data to complement and confirm the normative analysis of statutory regulations, particularly to verify the adequacy and practical applicability of the legal framework governing environmental damage assessment and state financial loss calculation. Legal materials were analyzed using qualitative descriptive analysis. The findings indicate that environmental damage calculations rely on ecological components regulated under the Environmental Protection and Management Law, Ministry of Environment Regulation No. 7 of 2014, and Government Regulation No. 22 of 2021. In the sentencing of Harvey Moeis and Nur Alam, judges emphasized abuse of authority, official position, degree of culpability, and motive; however, ecological restoration costs were not systematically integrated into sentencing, thereby constraining the realization of substantive justice. This study recommends adopting a unified guideline linking environmental damage valuation to state financial losses and mandating the incorporation of environmental restoration obligations into criminal sentencing. The research is limited to two court decisions and does not include a broader empirical analysis of sentencing patterns.