Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Ibu Dalam Membudayakan Minat Baca Melalui Kegiatan Mendongeng Bagi Anak Christiana Evy Tri Widyahening; Luqman Al Hakim
AKM Vol 4 No 2 (2024): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v4i2.986

Abstract

Pesatnya arus budaya global sering dikaitkan dengan kemajuan di bidang komunikasi, teknologi, dan ilmu pengetahuan. Kemajuan di ketiga bidang tersebut mengakibatkan proses penyebaran informasi yang sangat cepat dan pesat ke seluruh penjuru dunia melalui media cetak maupun elektronik, terutama media sosial berupa facebook, instagram, line, twitter, dan lain sebagainya. Hal ini juga berpengaruh terhadap pemahaman ideologi, agama, budaya, norma dan nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Pengaruh arus budaya global yang begitu cepat ini tidak hanya membawa dampak positif tetapi juga dampak negatif yang mengakibatkan kesadaran akan nilai-nilai budaya bangsa semakin menurun dan juga memberikan pengaruh terhadap kurangnya minat baca masyarakat. Justru melalui sarana yang canggih seperti gawai untuk mendapatkan informasi dengan cepat, dapat menjebak masyarakat dalam mendapatkan informasi yang bersifat 'hoax' atau palsu. Untuk itu diperlukan upaya dan strategi yang tepat melalui pemberdayaan agar generasi muda dan para pendidik dapat mempertahankan nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa Indonesia sehingga tidak kehilangan kepribadian sebagai warga negara Indonesia dan dapat menggunakan gawai di media sosial dengan bijak. Pemberdayaan diterapkan untuk seluruh komponen masyarakat mulai dari orang dewasa, lansia, remaja hingga anak-anak. Budaya membaca dapat membuka wawasan, pandangan dan pola pikir seseorang menjadi lebih baik dan mengasah softskill dalam bermasyarakat. Dalam hal ini diperlukan peran ibu dalam mendorong literasi membaca dengan cara mendongengkan cerita untuk anak-anaknya sehingga hal tersebut dapat membuat anak-anak mereka tertarik untuk membaca dan mengenal buku dengan cara yang menyenangkan
SOSIALISASI BLENDED LEARNING DALAM BELAJAR BAHASA INGGRIS BAGI ANGGOTA PKK RW 01 KELURAHAN SANGKRAH, PASAR KLIWON SURAKARTA Christiana Evy Tri Widyahening; Luqman Al Hakim; Laurensia Fanny
MINDA BAHARU Vol 9, No 2 (2025): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v9i2.7601

Abstract

. Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi konsep pembelajaran blended learning dan penerapannya dalam pembelajaran Bahasa Inggris bagi anggota PKK RW 01 Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan model blended learning sebagai alternatif metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Metode yang digunakan meliputi pemaparan teori melalui ceramah interaktif dan pemaparan video blended learning, diskusi kelompok, serta simulasi penggunaan teknologi yang mendukung blended learning. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang dapat ditemukan dalam pembelajaran dengan metode blended learning. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta memahami konsep blended learning dan menunjukkan peningkatan motivasi dalam belajar Bahasa Inggris. Selain itu, peserta juga mampu menerapkan penggunaan teknologi yang mendukung blended learning seperti ponsel pintar dan aplikasi belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris, sehingga mendukung peningkatan keterampilan berbahasa Inggris dengan cara yang lebih fleksibel, efektif, sekaligus menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kemampuan literasi digital dan Bahasa Inggris di kalangan anggota PKK, serta menjadi model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan di masyarakat luas.