Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Novel “Dear Nathan” Karya Erisca Febriani : Kajian Formula Sastra Populer Arif Nurulloh; Novita Kurniastuti; Intan Rahmawati Patonah; Fauziana Ulfi; Dodi Firmansyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6634

Abstract

Novel populer adalah sebuah cerita panjang yang ditulis dalam bentuk prosa yang memiliki banyak disukai oleh masyarakat umum. Kriteria populeritas sebuah novel bisa bervariasi, mulai dari jumlah penjualan yang tinggi, popularitas di kalangan pembaca, hingga adaptasi ke dalam film atau serial televisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan formula unsur interistik pada novel Dear Nathan karya Erisca Febriani dan apa pula formula yang membuat novel ini menjadi populer di kalangan masyarakat sehingga menjadi jajaran novel best seller. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu teknik simak dan catat. Hasil dari penelitian ini yaitu peneliti menemukan formula unsur interistik pada novel dear Nathan karya Erisca Febriani yang berupa tema, latar tempat, latar waktu, tokoh dan penokohan, alur dan gaya bahasa. Selain itu peneliti juga menemukan formula unsur intrinsik yang paling dominan atau yang menjadi penggerak hadirnya kepopuleran novel ini yaitu tema dan gaya bahasa yang mendominan.
EUFEMISME DAN DISFEMISME PADA JUDUL BERITA KASUS PELECEHAN SEKSUAL DI KOMPAS.COM JANUARI (2024–2025) Fauziana Ulfi; Dodi Firmansyah; Ade Anggraini Kartika Devi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2026

Abstract

This study discusses the role of semantics in news headline writing in mass media, particularly focusing on the use of euphemism and dysphemism. Choosing the right diction is essential to convey meaning accurately and avoid misunderstandings. Euphemisms provide a softened impression and uphold ethical standards, especially in sensitive issues such as sexual violence. In contrast, dysphemisms tend to be harsh and can trigger negative reactions. Headlines that deviate from semantic principles and journalistic ethics may reduce public trust in the media. Therefore, semantic understanding is crucial for producing informative and ethical news. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The researcher uses Allan & Burridge’s theory of euphemism forms, and the functions of euphemism as proposed by Sutarman, Wijana & Rohmadi, and Allan & Burridge. The researcher also applies Allan & Burridge’s theory of dysphemism forms and the functions of dysphemism by Sutarman and Allan & Burridge. The analysis found 19 instances of euphemism and 7 of dysphemism, each with varying forms and functions. Euphemisms were predominantly used for softening language, while dysphemisms served to intensify fear and clarify meaning. These findings have positive implications for Indonesian language learning, especially as source material and instructional content for news text in the Merdeka Curriculum. This study is also recommended for students, teachers, and researchers as a reference for understanding and developing linguistic studies in mass media.