Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Penderita Kanker Kolorektal di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar Tahun 2022 Asmaul Husnah; Andi Kartini Eka Yanti; Arina Fathiyyah Arifin; Berry Erida Hasbi; Dzul Ikram
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.435

Abstract

Di Indonesia, kanker kolorektal merupakan pembunuh utama. Mengacu pada tumor ganas di usus besar dan rektum, kami mengatakan bahwa kanker ini berkembang dari jaringan epitel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil tipe orang yang terdiagnosis kanker kolorektal di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar pada tahun 2022. Penelitian deskriptif observasional dilakukan. Total sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel penelitian sebanyak 55 pasien, yang diambil dari populasi pasien kanker kolorektal di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar. Kriteria inklusi diperhitungkan selama pengumpulan sampel, yaitu pasien kanker kolorektal dengan data rekam medik lengkap. Data diolah dengan metode univariat. Mayoritas pasien kanker kolorektal berusia 46-55 tahun (38,2%), didominasi oleh laki-laki (52,7%), riwayat keluarga yaitu yang tidak memiliki riwayat keluarga (80,0%), tingkat pendidikan terbanyak SD (36,4%), jenis pekerjaan sebagai IRT (30,9%), berdasarkan suku yaitu makassar (58,2%), riwayat sering konsumsi daging merah dengan pasien yang memiliki riwayat (80,0%), riwayat merokok dengan pasien yang tidak memiliki riwayat (52,7%), lokasi tersering berada di rektum (69,1%), gambaran histopatologi adenokarsinoma (96,4%) dan jenis kemoterapi yaitu regimen FOLFOX (56,4%. Usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, pendidikan, pekerjaan, suku, riwayat konsumsi daging merah, riwayat merokok, lokasi kanker, gambaran histopatologi serta jenis kemoterapi dari pasien kanker kolorektal merupakan hal yang perlu untuk diperhatikan.
Literatur Review: The Relationship Between Macronutrient Intake and Sleep Duration and the Occurrence of Menstrual Disorders in Women of Reproductive Age Zul Fajri; M. Hamsah; Andi Kartini Eka Yanti; Asrini Safitri; Gina Isni Djanuaresty Iskandar
Journal of Asian-african Focus in Health Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Asian-african Focus in Health
Publisher : ScieClouds Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71435/734647

Abstract

This literature review examines the relationship between macronutrient intake and sleep duration with the incidence of menstrual disorders in women of reproductive age. Based on a systematic analysis of ten selected scientific studies, the findings indicate that carbohydrate intake is significantly associated with menstrual disorders, particularly when high glycemic index foods and excessive added sugars are consumed, leading to hormonal imbalances through insulin dysregulation. Protein intake also shows a significant relationship, where both deficiency and excessive consumption of animal protein may disrupt ovulation, while plant-based protein demonstrates a protective effect. Fat intake, especially high saturated fat consumption, is linked to increased severity of dysmenorrhea and premenstrual syndrome (PMS), whereas omega-3 fatty acids contribute to symptom relief. In addition, insufficient sleep duration (less than 7 hours per day) significantly increases the risk of menstrual irregularities and pain intensity. Biologically, these relationships are explained through multiple mechanisms, including disruption of the hypothalamic-pituitary-ovarian (HPO) axis, insulin resistance, increased prostaglandin production, and the reciprocal interaction between poor diet and inadequate sleep. Despite strong evidence, significant research gaps remain, particularly the lack of experimental or clinical studies examining the combined effects of dietary and sleep interventions on menstrual health. Therefore, a comprehensive approach integrating nutritional and lifestyle modifications is essential in managing menstrual disorders.