Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Makna Meaningfull Work Guru SMK Selama Pembelajaran Daring Variani, Davita; Aini, Luthfi Noor; Wijaya, Dimas Adi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan guru SMK di masa sekarang semakin kompleks. Guru dituntut menyiapkan lulusan siap kerja dan mengembangkan profesinya secara berkelanjutan. Menjalankan peran dan tanggung jawabnya sebagai guru SMK terlebih di masa pandemic covid-19, bagaimana guru dapat menjalankan dan memaknai peran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengeksplorasi pekerjaan yang bermakna pada guru SMK. Subjek dalam penelitian ini adalah enam guru SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) karena memiliki prosedur analisis data yang sistematis dan terperinci. Prosedur yang sistematis ini akan menghasilkan hal yang mendalam terkait dengan latar belakang, pengalaman, pemikiran unik subjek yang didapatkan melalui wawancara semi terstruktur. Penelitian menghasilkan tiga tema induk utama yaitu 1. Karir menjadi guru SMK; 2. Hubungan interpersonal guru SMK; 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran. Karir menjadi guru ada yang memang dari awal bercita-cita menjadi guru, namun ada yang tidak. Hubungan interpersonal guru SMK tetap terjalin kebersamaan dengan rekan guru lain walaupun pembelajaran daring jarang bertemu, berusaha melayani kebutuhan siswa apalagi saat pembelajaran daring butuh ektra penjelasan mata pelajaran dan kreativitas agar siswa lebih paham. Guru merasakan adanya perbedaan pembelajaran daring dan luring, yang dapat mendukung dan menghambat potensi guru dan siswa.
Inovasi dalam Pelatihan Keterampilan Komunikasi: Mengoptimalkan Pengalaman Magang Mahasiswa Wardhani, Nia Kusuma; Variani, Davita; Aini, ⁠Luthfi Noor
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i4.4736

Abstract

Soft skills are skills related to personality and individual characteristics that are difficult to measure quantitatively. Communication is one of the skills that is very important in the work environment. These skills contribute to creating an open and friendly atmosphere and ensure that the resulting performance is clearer and more focused. Students' inability to build productive communication can hinder the smoothness of the internship process at the practice location. Conflicts between colleagues and human resources can create disharmony in company operations. The Student Creativity Program (PKM) aims to provide training. By obtaining soft skills training in the form of productive communication skills, students are expected to be able to: (1) focus on solutions, not problems; (2) get used to using positive and motivational sentences; (3) focus on the goals to be achieved; and (4) be visionary, with an orientation towards the future rather than the past. The method applied is online training for students participating in the MSIB program. The training implementation consists of three stages: material delivery, training, roleplay, and assessment. The result of this training is more organized material, which ensures students gain in-depth understanding and skills in effective communication. The participants' responses to this coaching and training showed that 100% felt that the training provided motivation and was fun to learn, especially prospective internship students because this training was very effective online.
Pengaruh Kepemimpinan Adaptif dan Self Control terhadap Keterlibatan Kerja Barista Davita Variani; Luthfi Noor Aini
Jurnal Riset Psikologi Volume 6, No. 1 Juli 2026, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v6i1.10220

Abstract

Abstract.This study aims to examine the influence of adaptive leadership and self-control on baristas’ job involvement. Adaptive leadership refers to a leader’s ability to respond flexibly to situational demands, adjust approaches, navigate conflicting demands, and adapt behaviour to the complexity of the work environment. Self-control is defined as the ability to regulate emotions, impulses, and actions in alignment with long-term goals, while job involvement reflects a condition in which individuals are cognitively, emotionally, and behaviourally fully engaged in their work. This study employed a quantitative approach with an explanatory research design involving 115 baristas selected through purposive sampling. The instruments used were the Adaptive Leadership Behaviour Scale, the Short Self-control Scale, and the job involvement scale developed by Kanungo. The results of multiple linear regression analysis indicate that adaptive leadership has a significant effect on job involvement (p = 0.000), and self-control also has a significant effect (p = 0.000). Simultaneously, both variables show a significant effect on job involvement, with an F value of 211.479 and p = 0.000. The R² value of 0.791 indicates that 79.1% of the variance in job involvement can be explained by adaptive leadership and self-control. However, violations of the assumptions of normality, multicollinearity, and heteroscedasticity were found; therefore, the interpretation of the model should be approached with caution. Overall, this study highlights the important role of adaptive leadership and self-control in enhancing baristas’ job involvement.Abstrak. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan adaptif, dan self-control terhadap keterlibatan kerja barista. Gaya kepemimpinan adaptif merujuk pada kemampuan pemimpin merespons kebutuhan situasi secara fleksibel, mengubah pendekatan, menavigasi tuntutan yang kontradiktif, dan menyesuaikan perilaku dengan kompleksitas lingkungan kerja, self-control merupakan kemampuan mengatur emosi, impuls, dan tindakan agar selaras dengan tujuan jangka panjang sedangkan keterlibatan kerja merupakan kondisi ketika individu secara kognitif, emosional, dan perilaku terlibat sepenuhnya dalam pekerjaannya. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain eksplanatori dengan 115 barista sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen meliputi Adaptive Leadership Behavior Scale, Short Self-control Scale, skala keterlibatan kerja dari Kanungo.  Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan adaptif berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan kerja barista (p = 0,000), demikian pula self-control memiliki pengaruh signifikan (p = 0,000). Secara simultan, kedua variabel juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keterlibatan kerja dengan nilai F = 211,479 dan p = 0,000. Nilai R² sebesar 0,791 mengindikasikan bahwa 79,1% variasi keterlibatan kerja dapat dijelaskan oleh gaya kepemimpinan adaptif dan self-control. Meskipun demikian, terdapat pelanggaran pada asumsi normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas sehingga interpretasi model perlu dilakukan secara hati-hati. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan adaptif dan kontrol diri dalam meningkatkan keterlibatan kerja barista.