Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana fasilitas yang disediakan pemerintah dan kemudahan akses permodalan berperan dalam membentuk tingkat pendapatan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) logam di Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei, melibatkan seluruh populasi sebanyak 76 pelaku IKM logam melalui teknik sampel jenuh sehingga tidak diperlukan prosedur penarikan sampel tersendiri. Data dihimpun melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS, didahului dengan pengujian validitas dan reliabilitas terhadap seluruh indikator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fasilitas pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan IKM (t hitung = 4,267; sig. < 0,001), demikian pula akses permodalan yang turut memberikan kontribusi positif dan signifikan (t hitung = 3,626; sig. < 0,001). Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (F hitung = 21,451; sig. < 0,001), dengan koefisien determinasi sebesar 0,370 yang berarti kedua prediktor mampu menjelaskan 37,0 persen variasi pendapatan, sedangkan 63,0 persen sisanya dipengaruhi faktor di luar model. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan program bantuan pemerintah dan kemudahan akses pembiayaan formal merupakan dua pengungkit yang saling melengkapi dan sama-sama diperlukan untuk mendorong kesejahteraan pengrajin logam di Ngingas.