Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsentrasi Industri Pada Perekonomian Wilayah Di Jawa Timur Alvazaki Ikbar Maulana; Dinda Widya Kumalasari; Verinda Yelanita; Galang Rambu A.; Muhammad Yasin
SANTRI : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : SANTRI : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/santri.v2i1.220

Abstract

Industry concentration is centered on the number and size distribution of companies. In this case it can be said that the fewer the number of companies in the market, the level of industry concentration tends to be linked to the ability of sellers (producers) in the market. This can be a form of suppressing competition and coordinating price policies which tend to be high.
PERAN FASILITAS PEMERINTAH DAN AKSES PERMODALAN TERHADAP PENDAPATAN INDUSTRI KECIL MENENGAH LOGAM DI DESA NGINGAS, SIDOARJO Alvazaki Ikbar Maulana; Arga Christian Sitohang
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2899

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana fasilitas yang disediakan pemerintah dan kemudahan akses permodalan berperan dalam membentuk tingkat pendapatan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) logam di Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei, melibatkan seluruh populasi sebanyak 76 pelaku IKM logam melalui teknik sampel jenuh sehingga tidak diperlukan prosedur penarikan sampel tersendiri. Data dihimpun melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS, didahului dengan pengujian validitas dan reliabilitas terhadap seluruh indikator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fasilitas pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan IKM (t hitung = 4,267; sig. < 0,001), demikian pula akses permodalan yang turut memberikan kontribusi positif dan signifikan (t hitung = 3,626; sig. < 0,001). Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (F hitung = 21,451; sig. < 0,001), dengan koefisien determinasi sebesar 0,370 yang berarti kedua prediktor mampu menjelaskan 37,0 persen variasi pendapatan, sedangkan 63,0 persen sisanya dipengaruhi faktor di luar model. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan program bantuan pemerintah dan kemudahan akses pembiayaan formal merupakan dua pengungkit yang saling melengkapi dan sama-sama diperlukan untuk mendorong kesejahteraan pengrajin logam di Ngingas.