Siti Khoiriyah
Institut Agama Islam Negeri Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Constructive Act: The Urgency of the Hamlet Name Signboards to Optimize the Economic Potential in Poncogati Village Sofiah Sofiah; Novia Indi Suhasti; Siti Khoiriyah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i2.18

Abstract

Program kerja yang dijalankan berfokus pada sektor perekonomian. Tujuan utama program Kuliah Kerja Nyata (KKN) posko 61 berupa pembuatan plang nama dusun ini adalah untuk melengkapi sarana prasarana yang ada di Desa Poncogati. Program kerja di atas berdasarkan aset perekonomian yang ada di Desa Poncogati yang kurang diketahui titik lokasinya, terutama oleh pendatang baru desa. Dengan adanya plang nama dusun di Desa Poncogati, diharapkan seluruh UMKM maupun home industry yang tersebar di seluruh Poncogati bisa lebih mudah ditemukan titik lokasinya. Metode yang digunakan dalam program kerja KKN ini, yaitu Asset Based Approach. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara dan observasi yang didukung oleh data kepustakaan. Metode Asset Based Approach dalam pelaksanaan program kerja KKN ini meliputi pemetaan asset (design/mapping), memobilisasi aset/perencanaan aksi (deliver/do it) dan monitoring. Output yang dihasilkan dari program kerja ini adalah terlengkapinya sarana desa berupa plang penunjuk nama dusun yang diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya para pelaku usaha agar titik lokasinya lebih mudah ditemukan.   Kata Kunci: program kerja, KKN, plang nama dusun, Poncogati, lokasi, UMKM, home industry, asset based approach, titik lokasi.
Pendidikan Berbasis Local Wisdom Tengger: Studi Kasus Sekolah Dasar Negeri Argosari 01 Senduro Lumajang: Education Based on Tenggerese Local Wisdom: A Case Study of Argosari 01 Public Elementary School, Senduro, Lumajang Siti Khoiriyah; Wildatul Maghfiroh
Fenomena Vol 17 No 1 (2018): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v17i1.281

Abstract

The decline of local cultural values among younger generations due to globalization necessitates the integration of local wisdom into formal education. Decentralized curriculum policies in Indonesia allow schools to develop place-based education rooted in local traditions. This study aims to describe the forms, Pasraman involvement, and implications of local wisdom-based learning at SD Negeri Argosari 01, a school in the Tengger community of Lumajang. A qualitative case study approach was employed, using interviews, observations, and documentation. Findings reveal that local wisdom values are manifested through the hidden curriculum, especially in Hindu Religious Education, and through the Pasraman extracurricular program, which teaches Javanese script, ethics, kidung, sloka, and offerings. Pasraman significantly supports the school in instilling cultural and spiritual values. The study concludes that local wisdom-based education effectively preserves Tengger heritage, and recommends stronger synergy between schools, traditional leaders, and local communities to sustain such programs. Menurunnya nilai-nilai budaya lokal di kalangan generasi muda akibat globalisasi menuntut integrasi kearifan lokal ke dalam pendidikan formal. Kebijakan desentralisasi kurikulum di Indonesia memungkinkan sekolah mengembangkan pendidikan berbasis potensi daerah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pengejawantahan, keterlibatan Pasraman, dan implikasi pembelajaran berbasis kearifan lokal di SD Negeri Argosari 01, yang berada di komunitas Tengger Lumajang. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal diwujudkan melalui kurikulum tersembunyi, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu, serta kegiatan ekstrakurikuler Pasraman yang mengajarkan aksara Jawa, etika, kidung, sloka, dan jejahitan. Pasraman sangat membantu sekolah dalam menanamkan nilai spiritual dan budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan berbasis kearifan lokal efektif melestarikan warisan Tengger, dan merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, tokoh adat, dan masyarakat untuk keberlanjutan program.