Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pembiayaan Pendidikan di MIS Al-Quba Rizki Utami Batubara; Fitri Amaliyah Batubara; Akhir Pardamean Harahap
Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat dan Dakwah Islamiyah Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/prosidinguniks.v0i0.2714

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembiayaan pendidikan di Di MIS Al-Quba. Penelitian ini dilakukan di MIS Al-Quba Jl. Denai. Medan Denai, Provinsi Sumatera Utaran. Adapun waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat sekolah di MIS Al-Quba Jl. Denai yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tenaga kependidikan dan siswa. Dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan 3 tahapan yaitu : Tahap reduksi data, Tahap penyajian data dan Tahap penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pembiayaan pendidikan di MIS Al-Quba, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pembiayaan pendidikan di MIS Al-Quba berasal dari BOS Pusat/ BOS Reguler, BOS Provinsi/ BOSDA, dan BOS Kabupaten dengan jumlah Rp 267.625.000.,- yang pengalokasiannya digunakan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan, diantaranya Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, dan Standar Penilaian Pendidikan, kecuali Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Biaya operasional dan Biaya investasi terdiri dari biaya kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan, penyelenggaraan KBM, pemeliharaan dan pergantian, daya dan jasa kesiswaan., sarana prasarana dan tenaga sekolah saat ini ditanggung oleh pemerintah pusat melalui program bos pusat, ditanggung oleh pemerintah propinsi melalui program bos propinsi, dan kab./kota melalui bos pendamping.
Rekonstruksi Diri Digital: Studi Konseptual Integrasi Cognitive Behavioral Therapy dalam Cybercounseling Islami untuk Mengatasi FoMO dan Quarter-Life Crisis pada Mahasiswa Muslim. Indah Syahputri; Nurindah Hasanah; Muhammad Alfarizi; Sultan Halipah; Affryyana Febbryyana L.; Melda khairani; Akhir Pardamean Harahap
Educational Journal of Islamic Management Vol. 6 No. 1 (2026): Research Article Mei 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ejim.v6i1.8958

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara mahasiswa Muslim membentuk identitas diri, namun juga memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan Quarter-Life Crisis (QLC) akibat budaya perbandingan sosial di ruang siber. Penelitian ini merupakan studi konseptual yang bertujuan membangun model rekonstruksi diri digital melalui integrasi Cybercounseling Islami. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur psikologi digital, konseling, dan nilai-nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi diri digital dapat dilakukan melalui tiga tahap: Digital Consciousness sebagai kesadaran terhadap dampak media sosial, Tazkiyatun Nafs di Ruang Siber sebagai penyucian niat dan etika digital, serta Digital Stewardship sebagai peran mahasiswa menjadi khalifah digital yang produktif. Integrasi Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dengan prinsip Islam seperti muhasabah, qana’ah, syukur, tawakkal, dan ikhtiar dalam layanan Cybercounseling Islami terbukti efektif secara konseptual untuk mereduksi FOMO dan QLC. Teknik cognitive restructuring, thought stopping, dan religious CBT dipadukan dengan praktik spiritual untuk mengubah pola pikir maladaptif sekaligus memperkuat ketahanan batin. Kesimpulannya, model Cybercounseling Islami menghasilkan transformasi psikologis-spiritual dari comparison trap menuju self-acceptance yang berlandaskan ketetapan Allah. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi preventif dan kuratif untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa Muslim di era digital.