Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Krafthouse Mayneapple Souvenir Totebag dari Serat Alami Daun Nanas yang Dikombinasikan dengan Batik Khas Riau Veni Dayu Putri; Dona Martilova; Vera Yulia Hakiki; Nadilah Putri Sani Siregar; Nofiana Nofiana; Firna Asri Melani; Indah Rahma Yena
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6885

Abstract

Desa Rimbo Panjang merupakan salah satu daerah penghasil nanas terbanyak di Pekanbaru, selama ini pemanfaatan tanaman nanas hanya sebatas buahya saja. Namun, selain buahnya ada beberapa bagian yang dapat dimanfaatakn yaitu daunnya, selama ini daun nanas belum optimal dimanfaatkan dan dibiarkan begitu saja sehingga menjadi sampah yang berserakan. Dengan adanya kejadian tersebut, tim membuat solusi berupa pemanfaatan daun nanas yang diolah menjadi suatu produk berupa tas, dimana tas tersebut dibuat dengan bahan baku serat yang dihasilkan dari pengolahan limbah daun nanas, karena selain untuk membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan dilingkungan, serat daun nanas juga memiliki tekstur yang kuat dan halus sehingga dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk. Tahapan implementasi dari kegiatan ini meliputi kegiatan survei pasar dan produksi. Survei pasar dilakukan untuk melihat gambaran potensi pemasaran. Tahapan produksi terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan/produksi dan penyelesaian. Produk ini dibuat dalam bentuk tas slingbag HP, slingbag, dan totebag. Hasil dari kegaitan ini yaitu, dapat memberikan peluang usaha dan sekaligus memanfaatkan bahan-bahan dilingkungan sekitar yang selama ini belum dimanfaatkan terutama dijadikan suatu produk yang memiliki nilai jual.
Kotak Safety Box Bagasse Sebagai Tempat Sampah Limbah Medis Dari Bahan Dasar Limbah Ampas Tebu Dona Martilova; Novia Nurrahmawati; Neneng Lisma Sari; Nia Listari
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v2i2.749

Abstract

In the Riau region, especially in the city of Pekanbaru, there are many sellers of sugarcane ice drinks who produce a lot of wasted bagasse waste. The processing of bagasse waste from these sellers is not optimal so there is still a lot of rubbish strewn around the road which causes environmental pollution. Therefore, to optimize waste cleaning, apart from throwing it away, we took the initiative to use the bagasse waste into safety boxes. In general, sugar cane bagasse has fiber properties that are almost the same as those of broadleaf wood fiber. The aim of this service is to utilize waste that still has the potential to be reprocessed into high-value goods. This service method is divided into 3 stages, namely the survey stage, production stage and marketing stage. The result of this service was that a 5ml safety baggage box was formed with a selling price of IDR 35,000.00 per box. The bagasse safety box is a unique product on the market because it uses sugarcane bagasse waste and uses an environmentally friendly concept.