Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kotak Safety Box Bagasse Sebagai Tempat Sampah Limbah Medis Dari Bahan Dasar Limbah Ampas Tebu Dona Martilova; Novia Nurrahmawati; Neneng Lisma Sari; Nia Listari
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v2i2.749

Abstract

In the Riau region, especially in the city of Pekanbaru, there are many sellers of sugarcane ice drinks who produce a lot of wasted bagasse waste. The processing of bagasse waste from these sellers is not optimal so there is still a lot of rubbish strewn around the road which causes environmental pollution. Therefore, to optimize waste cleaning, apart from throwing it away, we took the initiative to use the bagasse waste into safety boxes. In general, sugar cane bagasse has fiber properties that are almost the same as those of broadleaf wood fiber. The aim of this service is to utilize waste that still has the potential to be reprocessed into high-value goods. This service method is divided into 3 stages, namely the survey stage, production stage and marketing stage. The result of this service was that a 5ml safety baggage box was formed with a selling price of IDR 35,000.00 per box. The bagasse safety box is a unique product on the market because it uses sugarcane bagasse waste and uses an environmentally friendly concept.
Penyuluhan Mengenal Disminore (Nyeri Haid) dan Cara Mengatasinya Pada Anak Sekolah Dasar di SDN 28 Pekanbaru Novia Nurrahmawati; Yunni Safitri; Dany Ariyani; Nofiana; Nola Wati
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i2.1552

Abstract

Dismenore atau nyeri saat menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami oleh remaja putri akibat kontraksi berlebih pada otot rahim selama menstruasi. Kurangnya pengetahuan anak perempuan mengenai penyebab dan cara mengatasi disminore dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswi sekolah dasar mengenai dismenore dan cara penanganannya melalui kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan sesi tanya jawab yang diberikan kepada 12 siswi kelas VI SDN 28 Pekanbaru yang telah memasuki masa pubertas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana kategori pengetahuan “baik” meningkat dari 50% menjadi 90%. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan memahami berbagai cara penanganan nonfarmakologis seperti kompres hangat, olahraga ringan, relaksasi, serta menjaga pola makan sehat. Dengan demikian, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan anak perempuan menghadapi masa menstruasi secara sehat dan positif.