Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

DESAIN DAN PENERAPAN SISTEM MONITORING GANGGUAN DAN KUALITAS DAYA DENGAN TEKNOLOGI ADVANCED METERING INFRASTRUCTURE (AMI) UNTUK MENDUKUNG SMART GRID Fauziah, Khotimatul; Syafei, Suhraeni; Suhendra, Agus; Hilal, Hamzah; Armansyah, Ferdi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 17, No 1 (2018): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kompleksitas jaringan kelistrikan, pertumbuhan kebutuhan energi listrik dan kebutuhan sistem kelistrikan yang andal, berkualitas serta efisien, menjadi tantangan dalam dunia kelistrikan. Smart grid sebagai generasi baru dalam sistem kelistrikan menawarkan konsep modernisasi pada jaringan listrik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas, keandalan dan efisiensi. Advanced metering infrastructure (AMI) merupakan bagian penting dari smart grid yang berfungsi sebagai pembacaan meter secara kontinyu, monitoring penggunaan daya, deteksi gangguan pada konsumen, sistem manajemen dan kontrol data. Dalam makalah ini telah dilakukan desain dan penerapan sistem monitoring gangguan dan kualitas daya dengan teknologi AMI. Sistem monitoring menggunakan komunikasi nirkabel via general packet radio service (GPRS) yang diintegrasikan dengan aplikasi supervisory control and data acquisition (SCADA) dan sistem database. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem tersebut dapat memonitor kualitas daya pada jaringan yang mendekati waktu sebenarnya. Sistem monitoring bisa mendeteksi gangguan dan kualitas daya melalui informasi alarm pada aplikasi SCADA. Pada pengembangan lebih lanjut, sistem monitoring ini bisa diintegrasikan dengan sistem kontrol dengan algoritma manajemen gangguan seperti pelepasan beban, pembagian beban, pergeseran beban puncak dan perbaikan kualitas daya untuk peningkatan keandalan jaringan dalam smart grid.  
PENGKAJIAN BEBERAPA ALGORITMA UNTUK MENGEVALUASI DAN MENGHITUNG LOSSES ENERGI PADA SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK hilal, hamzah
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 14 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.329 KB) | DOI: 10.29122/jsti.v14i2.916

Abstract

This paper presents an assessment of some algorithms to evaluate and costing energy losses in electrical power distribution systems. The algorithms had considered the accuracy and computational speed as variables. A simplified feeder serving large residensial and industrial loads is used to test the algoritms, and the results for each algorithm are compared.
SISTIM LONG TERM EVOLUTION (LTE) PADA SELULER - TEKNOLOGI DAN APLIKASI Hamzah Hilal; Mudrik Alaydrus
Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Vol 5, No 1 (2019): JAM (Jurnal Abdi Masyarakat) - September
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.876 KB) | DOI: 10.22441/jam.2019.v5.i1.010

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi wireless dengan kecepatan data yang tinggi didorong oleh tuntutan pengguna komunikasi data yang terus membesar. Kapasitas sistim yang ditandai dengan jumlah data yang dikirimkan dalam setiap detiknya bisa diperbesar dengan memperbesar bandwidth dari sistim komunikasi ini. Sistim komunikasi wireless generasi keempat 4G Long Term Evolution (LTE) memberikan solusi kecepatan data yang tinggi dengan teknik OFDMdan MIMO.
PENGKAJIAN KINERJA FOTOVOLTAIK TERSAMBUNG LANGSUNG DENGAN POMPA AIR Hamzah Hilal
Jurnal Teknologi Elektro Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.251 KB) | DOI: 10.22441/jte.v6i3.804

Abstract

Penerapan fotovoltaik yang terhubung langsung dengan sistem elektromekanikal untuk pompa air telah meningkat di daerah terpencil. Pada penelitian ini, unjuk kerja suatu fotovoltaik yang mensuplai secara langsung motor dc magnit permanen (DCMP) yang dikopel dengan pompa sentrifugal telah dianalisa pada intensitas matahari yang berbeda dengan temperatur sel yang teerkait. Hasil-hasil yang diperoleh melalui percobaan dibandingkan dengan nilai-nilai yang diperoleh dari perhitungan, mengindikasikan bahwa sistem ini mempunyai kesepadanan yang baik antara karakteristik susunan modul fotovoltaik dan karakteristik sistem elektromekanikal.  Melalui perubahan posisi susunan modul fotovoltaik yang dilakukan secara manual 3 kali  dalam sehari supaya mengarah ke matahari, output yang diperoleh 20% lebih besar dibandingkan dengan posisi susunan modul fotovoltaik yang tetap. Hasil observasi memperlihatkan bahwa kurva torsi-kecepatan dengan intensitas matahari yang rendah untuk sistem fotovoltaik-elektromekanikal seharusnya lebih landai dibanding dengan pada saat intensitas matahari yang lebih tinggi, dan kurva torsi-kecepatan beban seharusnya selandai mungkin dalam daerah operasi dengan torsi start rendah. Pengkajian kinerja ini berguna untuk menyeleseksi sistem fotovoltaik-elektromekanikal yang sesuai untuk penerapan pompa air.Kata kunci : Pompa Sentrifugal, Motor dc Magnet Permanen, Fotovoltaik, Beban Elektromekanikal, Pompa Air
Analisa Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid PLTD-PLTS di Pulau Tunda Serang Banten Prian Gagani Chamdareno; Hamzah Hilal
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 1, No 1 (2018): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.007 KB) | DOI: 10.24853/resistor.1.1.35-42

Abstract

Pulau Tunda mempunyai jumlah penduduk 2000 jiwa, dimana sistem kelistrikannya disuplai oleh genset dengan kapasitas 100 kW yang beroperasi selama13 jam setiap hari. Dengan sumber daya Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dapat dikembangkan yaitu energi surya dengan potensi rata-rata sebesar 5,08 KWh/m2/hari. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kapasitas pembangkit hibrid dari PLTD-PLTS, yang berdasarkan Net Present Cost (NPC) dan hasil analisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melakukan simulasi dengan menggunakan software HOMER. Berdasarkan hasil simulasi tersebut kemudian akan dilakukan analisis untuk mengukur seberapa layak sistem pembangkit hibrid ini apabila diterapkan. Dari hasil simulai sistem pembangkit hirbrida PLTD-PLTS yang direncanakan didapat hasil total produksi listrik 206.961 kWh/tahun  dengan kondtribusi PLTD 81,3 % dan kontirbusi PLTS 18,7 %, dimana NPC sebesar $ 2.180.000, biaya listrik $0.919 per kWh, kelebihan listrik sebesar 42.711 kWh/tahun, emisi CO2 yang dihasilkan pada sistem ini adalah sebesar 147 ton pertahun, terjadi penurunan jumlah emisi CO2 sebesar 27 ton pertahun atau 15,5 %.   
Analisis Penerapan Firewall Nftables Sebagai Sistem Keamanan Server Pada Mesin Virtualisasi Malik Purwoko; Hamzah Hilal
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v9i1.5676

Abstract

Teknologi virtualisasi telah mengubah arah revolusi industri komputer dengan cara penurunan biaya-biaya modal, biaya operasional, ketersediaan layanan yang lebih tinggi dan mekanisme perlindungan data. Begitupun di Balai Teknologi Polimer yang menerapkan server-servernya di dalam mesin virtualisasi, pada penelitian ini dilakukan analisa dan penerapan  firewall dengan menggunakan nftables  pada mesin virtualisasi. Nftables adalah firewall generasi baru di sistem operasi linux  yang siap menggantikan iptables sebagai firewall. Penelitian ini menguji kinerja firewall nftables terhadap serangan DDoS ( Distribution Denial of Service). Pengambilan data pengujian DDoS  dilakukan sebanyak 30 kali dengan tools yang ada di linux, yaitu htping3 dan wireshark. Skenario 1 tanpa gangguan DDoS diambil data sebanyak 10 kali, skenario 2 dengan DDoS gangguan ke server sebanyak 32000 byte dengan 3 komputer sebanyak 10 kali. Dan terakhir skenario 3 dengan gangguan DDoS sebanyak 65000 byte dengan 6 komputer sebanyak 10 kali juga. Hasil penelitian menunjukan saat tidak ada serangan DDoS server berjalan baik dengan troughput yang besar dan pemakaian sumber daya CPU (%) yang kecil. Namun setelah dilakukan serangan DDoS terjadi penurunan nilai troughput dan pemakaian CPU yang besar. Semakin besar jumlah serangan maka semakin menurunkan nilai troughput dan makin membesarnya pemakaian sumber daya CPU dari server firewall.
Analisa Potensi Keunggulan Kompetitif Re-farming Frekuensi 900 MHz Dwi Cahyanto; Hamzah Hilal
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v4i1.1125

Abstract

PT. Indosat adalah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan informasi terkemuka di Indonesia yang menyediakan layanan seluler prabayar dan pascabayar. Indosat juga menyediakan jasa telekomunikasi tetap atau fixed voice termasuk IBD, jasa tetap nirkabel, dan jasa telepon tetap. Sebagai tambahan Indosat merupakan pelopor dalam memperkenalkan layanan jaringan nirkabel yang menggunakan teknologi kecepatan 3,5G HSDPA di Indonesia. Pada tahun 2009 Indosat memperoleh lisensi tambahan frekuensi 3G (second carrier) dari Kementrian Komunikasi dan Informatika, dengan modal ini Indosat menargetkan pangsa pasar yang luas. Sekarang ini merupakan Era Data dan semakin meninggalkan era terdahulu yaitu Era Suara, operator telekomunikassi berlomba-lomba untuk merebut pangsa pasar khususnya Layanan Data. Masyarakat pada umumnya banyak menggunakan layanan data facebook, twitter, streamming maupun video call. Dengan kebutuhan layanan data ini diperlukan suatu inovasi agar semua kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi. Keterbatasan frekuensi yang ada menjadi hambatan semua operator untuk meningkatkan jumlah pelanggannya maupun meningkatkan layanan jaringan. Di sisi lain penggunaan frekuensi 900MHz sudah mulai ditinggalkan oleh pelanggannya, dikarenakan layanannya sudah tidak diminati oleh pengguna seluler yang cenderung beralih kelayanan data. Dari permasalahan tersebut maka solusinya yaitu dilakukan re-farming frekuensi yang sudah mulai ditinggalkan oleh pelanggannya yaitu frekuensi 900MHz. Dengan menggunakan analisis Porter 5 Forces ternyata didapatkan bahwa Indosat memiliki potensi keunggulan kompetitif yang tinggi pasca re-farming frekuensi. Hasil analisis ini selanjutnya dapat digunakan oleh Indosat dalam penyusunan strategi bersaing sehingga Indosat dapat merebut pasar pada layanan data.
Performance of the PV Subsystems in Smart Micro Grid Sumba Kholid Akhmad; Eka Nurdiana; Nur Aryanto Aryono; Hamzah Hilal
IJITEE (International Journal of Information Technology and Electrical Engineering) Vol 1, No 1 (2017): March 2017
Publisher : Department of Electrical Engineering and Information Technology,Faculty of Engineering UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.617 KB) | DOI: 10.22146/ijitee.25143

Abstract

Smart Micro Grid (SMG) Sumba is inaugurated in 2012. The SMG consists of sub-system PV of a-Si/μc-Si with capasity 500 kWp, smart generator of 2x135 kVA, VRB of 2x240 kWh, and sub-system control and data communication. The output of the SMG is connected to the grid at 20 kV. Sub-system PV is connected to the 5 unit’s inverter of PV-grid type with each power capacity of 100 kW.At the beginning of operation, sub-system PV is operated at maximum level (100%). Electrical power is about 400 kW-500 kW supplied to the grid in clear daytime continuously from 10:00-15:00. When it is cloudy, the electrical energy supplied to the grid varies according to fluctuations in the intensity of light on the surface of PV arrays. Base load during the daytime in Southwest Sumba Regency at the time is about 1.5 MW, meaning that the contribution of electric energy of PV array is almost 30%. The change of cloud abruptly causes the output of PV to drop significantly, which could lead to black out at the local grid because the generators of PLN are not able to cover the power loss immediately. These restrictions result in Sumba SMG can not be operated optimally. Local power company can not tolerate frequent black outs due to the fluctuating of power injection from PV array.Over time some of the components of VRB are damaged so that the VRB is not enabled. Then, the SMG is applied to the extent of PV-grid connections, with the restriction of the power output of PV array at a rate of 30%, or power supplies 150 kW continuously during the daytime. As the SMG has been operated for about four years, the performance of the PV array has degraded about 20%-30%. The changes evidenced in the form of an electric current-voltage curves of PV module are measured by Sun-Simulator.In this paper, it is also discussed general information about the SMG system built in Southwest Sumba Regency, and specifically reviewing the performance of the sub-systems PV since it was built until now.