Mursyid Al Haq
Khatamun Nabiyyin Study Center Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS SURAH AL-HUJURAT DAN PEMAKNAAN MENUJU AKTUALITAS PENGAMALAN Mursyid Al Haq
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol. 1 No. 1 (2023): Journal Sibook - Volume 1 Number 1 (April 2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62475/3zmpt398

Abstract

Tata krama termasuk bagian utama yang dibahas dalam surah Al-Hujurat, bagaimana bergaul dengan Allah, Rasul, dan sesama manusia. Interaksi dengan manusia memiliki kesulitan tersendiri, juga banyak menimbukan masalah. Sehinga Allah membimbing manusia melalui Rasul-Nya untuk menyelenggarakan kehidupan dengan baik dan sejahtera. Melalui hubungan baik dengan Allah dan Rasulnya kita mendapatkan petunjuk menuju hidup yang bahagia. Surat Al-Hujurat ayat 6-8 bahasannya mengenai Tabayyun mengecek sebuah kabar guna membuktikan validitasnya, ketaatan kepada rasul, kecintaan pada keimanan dan membenci lawan serta penghalangnya, dan karunia yang diberikan kepada mereka yang berada dijalan yang lurus dan mencapai cinta sejati pada keimanan. Adapun Tabayyun merupakan solusi yang Al-Qur’an tawarkan dizaman Informasi dan Tekhnologi yang semakin canggih.
Poligami dalam Perspektif Al-Qur’an Mursyid Al Haq
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol. 1 No. 2 (2023): Journal Sibook - Volume 1 Number 2 (October 2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62475/cfkhfg79

Abstract

Poligami merupakan fenomena dalam kehidupan manusia yang sudah terjadi sejak zaman terdahulu. Hadirnya Islam di tengah-tengah umat membuatnya juga ikut mengatur dan menawarkan hukum sebagai upaya pengendalian sosial yang agama sumbangkan, selain juga sebagai jawaban dari masalah yang terjadi pada individu manusia. Sehingga poligami lebih tepat dikatakan tanggung jawab, beban, atau solusi yang menjadi jalan keluar dari suatu masalah pada situasi dan kondisi tertentu. Pernyataan poligami merupakan sunnah atau anjuran agama jelas tak mendasar, karena tidak ditemukan dalil yang menyatakannya. Upaya menghiasi kecenderungan dan keinginan diri pribadi dengan balutan syariat atau hukum agama, sejatinya telah merendahkan ajaran agama yang begitu luhur dan agung, bersumber dari Allah guna mengatur manusia menuju kemaslahatan dan kebahagiaan yang paripurna. 
Analisis Tawasul dan Kebutuhan Manusia Terhadap Ritual Keagamaan Mursyid Al Haq
Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Vol. 1 No. 2 (2023): Journal Sibook - Volume 1 Number 2 (October 2023)
Publisher : Yayasan Insanulhaq

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62475/afqd1383

Abstract

Sebuah ritual dikatakan sarat spiritual adalah karena pengaruh yang didapatkan para pengamalnya. Tawasul pada sebagian kalangan muslim menjadi bagian penting dari sebuah doa dalam permohonan dan munajat yang disenandungkan kepada Allah. Menjadi jembatan penyambung atas pemenuhan hajat. Tawasul lebih tepat dinilai sebagai anugerah untuk manusia guna berjalan menuju keharibaan Tuhannya. Kontroversi yang kemudian lahir dari persoalan tawasul tidak substansial. Rupa dari sebuah ritual tidak semestinya menimbulkan perselisihan. Tauhid yang lurus dan sejalan dengan tuntunan agama menjadi penting untuk diperhatikan. Musyrik atau tidaknya seseorang terletak pada keyakinan akan wasilah yang menjadi perantara dirinya dan Allah. Melestarikan ritual agama adalah juga dengan menjaga makna dari keringnya serangkaian ibadah tanpa ruhaniah.