Sebuah ritual dikatakan sarat spiritual adalah karena pengaruh yang didapatkan para pengamalnya. Tawasul pada sebagian kalangan muslim menjadi bagian penting dari sebuah doa dalam permohonan dan munajat yang disenandungkan kepada Allah. Menjadi jembatan penyambung atas pemenuhan hajat. Tawasul lebih tepat dinilai sebagai anugerah untuk manusia guna berjalan menuju keharibaan Tuhannya. Kontroversi yang kemudian lahir dari persoalan tawasul tidak substansial. Rupa dari sebuah ritual tidak semestinya menimbulkan perselisihan. Tauhid yang lurus dan sejalan dengan tuntunan agama menjadi penting untuk diperhatikan. Musyrik atau tidaknya seseorang terletak pada keyakinan akan wasilah yang menjadi perantara dirinya dan Allah. Melestarikan ritual agama adalah juga dengan menjaga makna dari keringnya serangkaian ibadah tanpa ruhaniah.
Copyrights © 2023