Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Tentang Pentingnya Pencegahan Jentik pada Fase Aquatik dan 4M plus (Kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru) Pardi Affandi Affandi; Thresye Thresye; Mariatul Q; Andriyani Andriyani; Anjel A; Mawardi Mawardi; Aisyah Aisyah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.9883

Abstract

Data Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2020 menginformasikan bahwa penyakit yang disebabkan oleh Dengue erat kaitannya dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat yang masih kurang dalam melakukan 4M plus yaitu menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air supaya tidak dijadikan tempat perindukan nyamuk, serta memantau jentik secara rutin. Selain itu faktor aquatik juga sangat penting dipahami sehingga dapat melakukan pencegahan terhadap jentik secara dini. Hal ini dapat mencegah pertumbuhan nyamuk penyebab DBD dengan cepat. Faktor-faktor ini menjadi penyebab penyakit DBD bersifat endemik baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.  Salah satu daerah Banjarbaru yang banyak terjadi DBD adalah di Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan..
Pencegahan Jentik pada Fase Akuatik dan 4M Plus di SDN Pematang Panjang Pardi Affandi Affandi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.16647

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease in Indonesia caused by the dengue virus and transmitted by Aedes aegypti mosquitoes. One effective measure to prevent its transmission is the eradication of mosquito larvae during the aquatic phase. This article discusses an outreach program conducted at SDN Pematang Panjang, Banjar Regency, which aimed to enhance elementary school students’ understanding of the dangers of DHF and the importance of clean and healthy living behaviors through the 4M Plus movement. The method employed was interactive counseling using psychological, scientific, and practical approaches, accompanied by evaluations through pretests and posttests. The results showed an improvement in students’ comprehension of DHF prevention, as indicated by increased posttest scores and enthusiasm throughout the activity. Early education of this kind is expected to serve as a long-term strategy to reduce DHF cases in endemic areas.