Aska Pattinaja
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Teks “Malaikat Tuhan” dalam Hakim-Hakim 6:21-22: Sebagai Antitesis Terhadap Yesus Andris Kiamani; Aska Pattinaja
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 16 No. 2 (2023): Pelayanan di Era Industri 4.0
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v16i2.231

Abstract

Gagasan tentang Yesus dan Malaikat Tuhan adalah dua entitas yang berbeda. Meskipun keduanya sering dianggap sebagai entitas rohaniah, pertanyaan dan diskusi yang sering muncul dari keduanya adalah tentang keberadaan mereka dalam kerangka keilahian. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis arti teks sebenarnya tentang “Malaikat Tuhan” yang terdapat dalam kitab Hakim-hakim 6:21-22 sebagai antitesis terhadap Yesus. Latar belakang penelitian ini karena banyaknya peneliti yang memberikan pemahaman secara “alegoris” mengenai arti frasa “Malaikat Tuhan.” Banyak ahli menafsirkan “Malaikat Tuhan” sebagai rujukan kepada kepribadian Yesus. Sehingga peneliti mengkaji secara komprehensif makna frasa “Malaikat Tuhan” dengan menggunakan metode kualitatif interpretatif lewat proses eksegesis untuk memahami teks dimaksud. Artikel ini menemukan bahwa frasa “Malaikat Tuhan” dapat nampak dalam wujud kemuliaan maupun dalam wujud manusia normal; arti Malaikat Tuhan adalah “pembawa pesan dari Tuhan” dan tidak dapat diartikan sebagai Yesus; makna Malaikat Tuhan tidak dapat dipaksakan sebagai Yesus karena akan menyalahi makna konteks perjanjian lama dan posisi Yesus yang lebih tinggi dari pada Malaikat; secara posisi, Malaikat adalah roh yang diutus untuk melayani orang-orang percaya yang memperoleh keselamatan. Hasil kajian ini telah membuktikan sebuah antitetis penafsiran Malaikat Tuhan sebagai Yesus (Kristofani).
Faktor Keteladanan Paulus dan Implementasinya Bagi Orang Percaya: Studi Eksegesis Dalam Filipi 4:9 Pattinaja, Aska Aprilano; Liling, Sifera Sampe; Harahap, Firdaus Rinto
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53674/teleios.v4i1.106

Abstract

Abstract: There are two controversial interpretations of Philippians 4:9: one is the discussion of strengthening the spiritual stability of the church, and the other is exemplification as the main factor of Paul's emphasis. If so, what exactly is Paul's main emphasis in this verse? The purpose of this study is to examine the meaning and context of this verse in order to provide a correct understanding based on the author's intention. For this reason, based on the descriptive qualitative method, with a hermeneutic approach to exegesis studies, this study found that Paul's main focus is to emphasize the importance of maintaining a living example and paying attention to the principles of exemplary, namely, first, exemplary begins with what is learned; second, exemplary is closely related to what is received, heard, and seen; third, exemplary speaks of application not knowledge; and fourth, exemplary is very involved with God's participation. This research will be a reference and input for every believer about Christian example, so that his life remains a blessing and not a stumbling block.Abstrak: Terdapat dua interpretasi yang menjadi perdebatan dalam membahas Filipi 4:9, yakni pertama, pembahasan mengenai penguatan kestabilan rohani jemaat dan kedua, mengenai faktor keteladanan. Jika demikian apakah sebenarnya penekanan utama dari Paulus mengenai ayat ini? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan konteks ayat ini sehingga bisa memberikan pemahaman yang tepat berdasarkan maksud penulis. Untuk itulah berdasarkan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan hermeneutik studi eksegesis, maka penelitian ini menemukan, bahwa fokus utama Paulus adalah menekankan pentingnya menjaga teladan hidup serta memperhatikan prinsip-prinsip keteladanan, yakni pertama keteladanan dimulai dengan apa yang dipelajari; kedua, keteladanan sangat berhubungan dengan apa yang diterima, didengar dan dilihat; ketiga keteladanan berbicara tentang penerapan bukan pengetahuan; dan keempat, keteladanan sangat berimplikasi kepada penyertaan Tuhan. Penelitian ini akan menjadi rujukan dan masukan bagi setiap orang percaya tentang keteladanan Kristen, agar kehidupannya tetap menjadi berkat dan bukan menjadi batu sandungan.