Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN KECERDASAN BUATAN DALAM SISTEM INFORMASI: TINJAUAN LITERATUR TENTANG APLIKASI, ETIKA, DAN DAMPAK SOSIAL Ully Muzakir; Baharuddin Baharuddin; Abraham Manuhutu; Heru Widoyo
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.20719

Abstract

Artikel ini membahas dampak penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem informasi pada tenaga kerja dan masyarakat. Penerapan AI telah mengubah cara sistem informasi beroperasi, menciptakan peluang baru, dan menghadirkan tantangan signifikan. Dalam aspek positif, penggunaan AI telah meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kualitas hidup melalui diagnosis medis yang lebih akurat, dan memberikan layanan pelanggan yang lebih baik. AI juga mengoptimalkan rantai pasokan dan menyediakan pendidikan yang lebih personal. Namun, dampak negatif termasuk kehilangan pekerjaan, disparitas ekonomi, bias dalam algoritma, serta isu privasi dan ketergantungan pada teknologi. Kendati begitu, AI tetap menjadi kekuatan penggerak perubahan dalam sistem informasi yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Investasi dalam pelatihan tenaga kerja, pengembangan regulasi yang bijaksana, dan penerapan etika dalam penggunaan AI adalah langkah-langkah penting menuju pemanfaatan AI yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Artikel ini memberikan gambaran tentang peran AI dalam transformasi sistem informasi modern dan pentingnya pertimbangan etika dalam penerapannya.
LINGUISTIC RACISM IN INDONESIAN CLASROOM CONTEXT: HOW STANDARD ENGLISH MARGINALIZES DIVERSE VOICES Margaret Stevani; Gus Leonardo Sinabutar; Rendy Bagus Pratama; Heru Widoyo; Alexander Adrian Saragi
Wiralodra English Journal Vol. 9 No. 2 (2025): Wiralodra English Journal (WEJ)
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/wej.v9i2.460

Abstract

This study investigated linguistic racism in Indonesian EFL classrooms, where Standard English dominated and marginalized regional linguistic identities. Employing Critical Race Theory, raciolinguistics, and postcolonial applied linguistics, it analyzed observations, interviews, and discourse from three junior high schools in Medan. Findings revealed that regional accents and non-standard grammar were policed, corrected, and ridiculed, fostering internalized hierarchies that equated fluency with whiteness and global prestige. English-only policies and Anglo-American curricular content further silenced diverse voices, perpetuating colonial language gatekeeping. Emotional harm, identity suppression, and peer surveillance exacerbated students’ withdrawal and conformity pressures. Nevertheless, students resisted through translanguaging, code-switching, parody, and peer support, asserting hybrid identities and challenging hegemonic norms. The study called for pedagogical reforms embracing culturally responsive and inclusive approaches that validated multilingualism, dismantled linguistic hierarchies, and promoted equitable English learning. This shift was vital to transform classrooms from sites of exclusion to spaces where diverse linguistic identities were empowered.