Ibnu Mas’ud
Universitas Yudharta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EPISTEMOLOGI PENAFSIRAN ACENG ZAKARIA DALAM KITAB TAFSIR AL-FATIHAH. Ibnu Mas’ud; Ahmad Zainuddin; Amir Mahmud; Mukhid Mashuri
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.702

Abstract

Penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui Epistemologi penafsiran pada kitab tafsir Surah Al-Fatihah karya Aceng Zakaria. Berangkat dari berbagai macam tafsir yang beredar pada masa sekarang, tentulah terdapat gaya penafsiran serta aliran-aliran tafsir yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan motivasi penulis untuk mengupas kitab tafsir karya Aceng Zakaria. Selain itu, hal menarik yang menjadi latar belakang memilih kitab tafsir karya Kiayi Aceng, karena tafsir ini dikarang oleh Ulama yang namanya masyhur berasal dari organisasi Persis (Persatuan Islam). Maka dirasa perlu untuk mengkaji terlebih dahulu mengenai sumber penafsiran serta kevalidannya sebelum dikonsumsi oleh masyarakat luas.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Pustaka (Library research) dengan pendekatan kualitatif, karena bertujuan untuk mendiskripsikan Epistemologi penafsiran pada karyanya Kitab Tafsir Al-Fatihah.Sebagaimana pada umumnya penelitian ini juga menggunakan dua sumber dalam penguraiannya, yaitu kitab Tafsir surah Al-Fatihah sebagai sumber primernya, dan beberapa kitab tafsir dan ulumul Qur’an sebagai sumber sekundernya.Kitab Tafsir Al-Fatihah ini tergolong kepada Tafsir Bi al-Iqtiran, karena sumber yang digunakan adalah kombinasi dari al-Qur’an, hadist, pendapat Shahabat, serta pemikiran Mufassir. Adapun setelah membaca dan melakukan pengamatan, kitab tafsir Al-Fatihah karya Aceng Zakaria ini dikatakan Valid. Dengan diukur menggunakan teori Korespondensi dan teori Pragmatisme. teori korespondensi adalah teori yang mengukur kebenaran sebuah penafsiran ketika terdapat keselarasan penafsiran dengan kejadian di alam raya. Sedangkan teori Pragmatisme penafsiran dikatakan valid yaitu penafsiran mengandung solusi atau pencerahan terhadap masyarakat.