Faizin
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nutrigenomics and Medical Genetics Perspectives of the Qur’an: Scientific Exegesis of Q.S. ʻAbasa (80): 24–32 in Ṭanṭāwī Jauharī’s Al-Jawāhir Malinda Meinapuri; Faizin; Sefriyono; Andri Ashadi
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol. 10 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v10i1.11104

Abstract

Abstract This article examines Ṭanṭawī Jauharī's tafsīr ʻilmī of Surah ʻAbasa (80:24–32) in Al‑Jawāhir in dialogue with contemporary nutrigenomics and medical genetics. While existing scholarship focuses on thematic food surveys, ethics, or broad methodological exegesis, integration between Qur’anic food discourse and biomedical science remains limited—even as diet–gene interactions, metabolic dysregulation, inflammation, and long-term biological risk shape health challenges. This study's novelty lies in showing how Jauharī’s reflections on food diversity, proportion, and moderation serve as a contextual bridge to modern nutrition science, rather than claiming he formulated modern theories. Employing qualitative library research with a contextual-hermeneutic approach, this study synthesizes textual analysis of Surah ʻAbasa 24–32 and Al‑Jawāhir, Jauharī’s historical scientific reformism, and current nutrigenomics literature. Findings show that Jauharī’s emphasis on proportional composition, differentiated food qualities, and moderation offers an essential exegetical resource for current discussions of nutritional quality, metabolic health, and intergenerational biological responsibility.   Abstract Artikel ini mengkaji tafsīr ʻilmī Ṭanṭāwī Jauharī atas Surah ʻAbasa (80:24–32) dalam Al‑Jawāhir melalui dialog dengan nutrigenomik dan genetika kedokteran kontemporer. Kajian terdahulu umumnya berfokus pada survei tematik pangan, etika halal–ṭayyib, atau metodologi tafsir ilmiah secara umum. Integrasi antara eksegesis Al-Qur'an dan diskursus biomedis masih terbatas, padahal persoalan kesehatan modern ditandai oleh interaksi gen–diet, disregulasi metabolik, inflamasi, serta risiko biologis jangka panjang. Kebaruan artikel ini menunjukkan bagaimana refleksi Jauharī tentang keragaman pangan, proporsi, dan moderasi dapat ditafsirkan sebagai jembatan kontekstual menuju sains nutrisi mutakhir, tanpa mengklaim bahwa ia merumuskan teori biomedis modern. Menggunakan metode kualitatif studi pustaka dengan pendekatan hermeneutik-kontekstual, artikel ini memadukan analisis tekstual QS ʻAbasa 24–32 dan Al‑Jawāhir, pembacaan historis reformisme Jauharī, serta literatur nutrigenomik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penekanan Jauharī pada komposisi proporsional, perbedaan kualitas pangan, dan moderasi sangat relevan sebagai sumber eksegetis bagi diskusi mengenai kualitas nutrisi, kesehatan metabolik, dan tanggung jawab biologis antargenerasi.