Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Travel Photography Sebagai Media Promosi Desa Wisata Silokek Aziz Fauzi Rahmat; Melisa Fitri Rahmadinata; Fauziah Sri Andria Hafid
Journal of Tourism Sciences, Technology and Industry Vol 2, No 1 (2023): JTSTI- Journal Of Tourism Science, Technology and Industry
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jtsti.v2i1.3735

Abstract

Photography is a method of producing images using light as the main composition. Photography is currently not only a medium for recording images for documentation, but is also developing as a medium for promoting goods, services and tourist destinations. Its use as a promotional media for tourist destinations is currently considered more efficient, because through attractive photos it can attract tourists to visit these tourist destinations, one of which is the Silokek tourist village. Silokek Tourism Village is one of the tourist villages that has been registered in the Indonesian Tourism Village Award event. The charm of tourism in the Silokek Tourism Village is packed with documentation through travel photography so that people are more familiar with the beauty of the Silokek tourist village.
VISUALISASI EMOSIONAL FANS CLUB MANCHESTER UNITED DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI M Rolly Fajar Pratama; Aziz Fauzi Rahmat
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.546

Abstract

Karya ini bertujuan untuk memvisualisasikan beragam emosi yang dialami oleh fans Club sepakbola melalui pendekatan fotografi ekspresi. Fenomena emosional para pendukung sepakbola tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan, tetapi juga mencerminkan aspek sosial, psikologis, dan identitas kolektif yang melekat pada hubungan antara fans dan klub yang mereka dukung. Emosi-emosi tersebut dapat berupa emosi positif seperti bangga, harapan, kebahagiaan, kepercayaan, kesetiaan, keterikatan, optimisme, dan solidaritas, maupun emosi negatif seperti cemas, frustasi, kehilangan semangat, kehilangan harapan, kekecewaan, kesedihan, marah, overthinking, pasrah, putus asa, rasa malu, dan ketidakpuasan. Dalam proses penciptaannya, pengkarya menggunakan metode penciptaan yang meliputi tahap persiapan, perancangan, dan perwujudan. Pengkarya melakukan pemotretan pada fans dengan menunjukkan ekspresi emosional sesuai konsep yang telah dirancang, serta memotret objek-objek simbolik seperti atribut klub, poster pemain, dan elemen pendukung lainnya. Seluruh visual kemudian diolah dalam proses digital imaging untuk memperkuat karakter emosional dan membangun narasi yang relevan dengan pengalaman nyata para fans sepakbola. Hasil karya menunjukkan bahwa dinamika emosional fans sepakbola merupakan fenomena sosial yang kompleks dan terus berulang, baik dalam bentuk dukungan positif maupun reaksi negatif terhadap perkembangan klub. Karya ini diharapkan dapat membantu menginterpretasikan realitas psikologis dan sosial para pendukung sepakbola serta menjadi bentuk kritik maupun refleksi visual terhadap fenomena emosional yang muncul dalam budaya supporter masa kini.
EKSISTENSI TALEMPONG KAYU DI NAGARI DURIAN GADANG DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Muhammad Fauzan; Aziz Fauzi Rahmat
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.607

Abstract

Penciptaan karya ini berjudul “Eksistensi Talempong Kayu Di Nagari Durian Gadang dalam Fotografi Dokumenter” dengan menggunakan pendekatan fotografi dokumenter. Karya ini mengangkat keberadaan talempong kayu sebagai salah satu alat musik tradisional khas Nagari Durian Gadang, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Talempong kayu merupakan warisan budaya Minangkabau yang memiliki nilai sejarah dan identitas budaya bagi masyarakat setempat. Namun, penurunan akibat berkurangnya minat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikannya. Perkembangan teknologi, budaya popular dan media digital menjadi salah satu faktor yang menyebabkan proses pewarisan kesenian talempong kayu ini semakin terhambat. Melalui pendekatan fotografi dokumenter dalam bentuk photo story, karya ini memvisualkan proses pencarian bahan baku, pembuatan talempong kayu, para pelaku seni, aktivitas pertunjukan, serta fenomena sosial yang memengaruhi keberlangsungan kesenian tersebut. Penciptaan karya ini bertujuan untuk memvisualisasikan eksistensi talempong kayu sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Minangkabau, sekaligus menjadi arsip visual dan media edukatif yang tepat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya tradisional agar tetap dikenal dan diwariskan kepeda generasi yang akan mendatang. Hasil penciptaan ini diwujudkan dalam 22 karya fotografi dokumenter yang disusun dalam bentuk photo story untuk menggambarkan secara utuh eksistensi talempong kayu di Nagari Durian Gadang.
XIII Koto Kampar dalam Fotografi Perjalanan Danu Ramadhan; Aziz Fauzi Rahmat
Matalensa: Journal of Photography and Media Vol 6, No 1 (2026): Matalensa: Journal Of Photography and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/matalensa.v6i1.6251

Abstract

Artikel ilmiah berjudul “XIII Koto Kampar dalam Fotografi Perjalanan” menyajikan eksplorasi visual terhadap potensi alam, tradisi, dan kuliner di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Karya ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan pengkarya terhadap kekayaan lokal yang memiliki nilai estetika dan budaya tinggi, namun masih belum terekspos secara optimal melalui media visual. Pendekatan fotografi perjalanan diterapkan dengan memadukan aliran landscape, human interest, arsitektur, dan food photography untuk membangun narasi visual yang utuh dan informatif. Setiap aliran fotografi dimanfaatkan untuk merepresentasikan karakter wilayah, mulai dari keindahan lanskap alam, aktivitas masyarakat, arsitektur bernilai sejarah, hingga kuliner khas sebagai identitas daerah. Proses penciptaan karya dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan konsep, eksplorasi lapangan, pemotretan, seleksi karya, pengeditan, dan penyajian akhir dalam bentuk pameran fotografi. Karya ini diharapkan dapat berfungsi sebagai media promosi pariwisata lokal sekaligus sarana pengembangan kemampuan teknis pengkarya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian budaya dan potensi wisata daerah secara berkelanjutan.