Sanitasi lingkungan pasar tradisional merupakan faktor penting dalam mencegah berkembangnya vektor penyakit seperti lalat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan pedagang mengenai sanitasi lingkungan serta mengukur kepadatan lalat di Pasar Tradisional Pancur Batu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 50 pedagang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan pedagang dan observasi langsung menggunakan metode fly grill pada tiga lokasi pengamatan, yaitu Tempat Pembuangan Sementara (TPS), area pedagang ikan, dan kamar mandi/WC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang memiliki tingkat pengetahuan kategori sangat baik (22%), baik (48%), cukup baik (20%), kurang baik (8%), sangat tidak baik (2%). Pengukuran kepadatan lalat menunjukkan rata-rata kepadatan tertinggi ditemukan pada area TPS sebesar 5,0 ekor per menit, diikuti area pedagang ikan sebesar 3,0 ekor per menit, dan terendah pada kamar mandi/WC sebesar 1,0 ekor per menit. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan pedagang mengenai sanitasi lingkungan tergolong baik, kepadatan lalat masih ditemukan terutama pada area yang memiliki akumulasi sampah organik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan sampah yang lebih optimal serta pemeliharaan sanitasi lingkungan secara berkelanjutan untuk mengendalikan populasi lalat dan menciptakan lingkungan pasar yang lebih sehat.