Salsabilla Aishya Khaiyath
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Korelasi Tingkat Pengetahuan Pedagang Dengan Kepadatan Lalat di Pasar Tradisional Pancur Batu Kota Medan Meutia Nanda; Zahra Kayla Mazril; Salsabilla Aishya Khaiyath; Syifa Amalia; Kusnur Kholijah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8817

Abstract

Sanitasi lingkungan pasar tradisional merupakan faktor penting dalam mencegah berkembangnya vektor penyakit seperti lalat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan pedagang mengenai sanitasi lingkungan serta mengukur kepadatan lalat di Pasar Tradisional Pancur Batu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 50 pedagang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan pedagang dan observasi langsung menggunakan metode fly grill pada tiga lokasi pengamatan, yaitu Tempat Pembuangan Sementara (TPS), area pedagang ikan, dan kamar mandi/WC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang memiliki tingkat pengetahuan kategori sangat baik (22%), baik (48%), cukup baik (20%), kurang baik (8%), sangat tidak baik (2%). Pengukuran kepadatan lalat menunjukkan rata-rata kepadatan tertinggi ditemukan pada area TPS sebesar 5,0 ekor per menit, diikuti area pedagang ikan sebesar 3,0 ekor per menit, dan terendah pada kamar mandi/WC sebesar 1,0 ekor per menit. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan pedagang mengenai sanitasi lingkungan tergolong baik, kepadatan lalat masih ditemukan terutama pada area yang memiliki akumulasi sampah organik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan sampah yang lebih optimal serta pemeliharaan sanitasi lingkungan secara berkelanjutan untuk mengendalikan populasi lalat dan menciptakan lingkungan pasar yang lebih sehat.
Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia di Desa Gongsol Tahun 2026 Delfriana Ayu Astuty; Aqila Najwa; Azzahra Sabrina Nasution; Salsabilla Aishya Khaiyath; Sandra Dwi Aldini; Firza Audina Sirait; Chalisa Naila Ridana; Yogi Rishandi Siagian
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9025

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah masalah kesehatanmasyarakat yang meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin. Karena tingkat pendidikan berpengaruh pada kemampuanuntuk menerima dan memahami informasi kesehatan, tingkatpendidikan adalah salah satu komponen yang didugamemengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang anemia. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara tingkatpendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang anemia di Desa Gongsol pada tahun 2026. Studi ini menggunakan desainkuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 32 ibu hamil yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dan uji Chi-Square digunakanuntuk menganalisisnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwasebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SD (34,4%) dan pengetahuan yang baik tentang anemia (65,6%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antaratingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang anemia (p = 0,009). Ibu hamil dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggicenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang penyakittersebut. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah anemia selama kehamilan, edukasi kesehatan yang lebih baik harus terus diberikan kepada ibu hamil yang kurang pendidikan.