Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Senam Yoga Dan Kompres Hangat Terhadap Penurunan Tingkat Dismenorea Pada Remaja di SMA Negeri 7 Kota Bengkulu Maya Rumanti; Sri Yanniarti; Else Sri Rahayu
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 1 No 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v1i1.11

Abstract

Permasalahan nyeri haid (Dismenorea) adalah permasalahan yang sering dikeluhkan saat perempuan datang ke dokter atau tenaga kesehatan yang berkaitan dengan haid. Kondisi ini dapat bertambah parah bila disertai dengan kondisi psikis yang tidak stabil, seperti stres, depresi, cemas berlebihan, dan keadaan sedih atau gembira yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Experiment Design dengan Pretest-Posttest Control Grup Design. Pengambilan sampel dilakukan secara proportional stratified random sampling dengan jumlah masing-masing kelompok eksperimen dan kontrol yaitu 22 siswi. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa lembar pengukuran skala nyeri NRS (numeric rating scale) untuk mengetahui responden dalam mengalami dismenorea. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang    signifikan antara dilakukan yoga terhadap perubahan intensitas nyeri haid (dismenorea) dengan p-value=0,034<0,05. Sehingga yoga dan kompres hangat dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif dalam menangani dismenorea. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak SMA Negeri 7 Kota Bengkulu guna memberikan penyuluhan kepada siswi SMA Negeri 7 Kota Bengkulu mengenai reproduksi wanita khususnya dismenorea dan serta cara penanganan dismenorea.
HUBUNGAN STATUS GIZI, LAMA MENSTRUASI DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 21 KOTA BENGKULU: THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS, MENSTRUAL DURATION AND COMPLIANCE WITH FE TABLET CONSUMPTION TO THE INCIDENCE OF ANEMIA IN ADOLESCENT GIRLS AT SMP N 21 BENGKULU CITY Cahyanti, Anten Sapitri; Darwis; Sri Yanniarti
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v13i2.35813

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO, 2021), prevalensi anemia pada wanita usia 13-49 tahun di dunia sebesar 29, 9 % dan di indonesia sebesar 23%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Status Gizi, Lama Menstruasi, dan Kepatuhan Konsumsi Tablet FE terhadap Kejadian Anemia pada Remaja putri di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. Bahan dan Metode: Desain Penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel dengan rumus total sampling yaitu 167 orang. Pengumpulan data menggunakan alat ukur tinggi badan, timbangan, easy touch GCHb dan kuesioner. Analisis uji menggunakan chi square dan regresi logistik untuk menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia. Hasil: Hasil penelitian dari remaja putri berjumlah 167 remaja putri mengalami anemia sebesar (13,2%) berjumlah 22 orang. Remaja putri yang status gizi kurus sebesar (31,1%) berjumlah 52 orang, lama menstruasi tidak normal sebesar (43,1%) berjumlah 72 orang, dan tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebesar (37,1%) berjumlah 62 orang. Ada hubungan bermakna antara Hubungan Status Gizi, Lama Menstruasi, dan Kepatuhan Konsumsi Tablet FE. Faktor dominan yang mempengaruhi yaitu Kepatuhan Konsumsi Tablet FE memiliki nilai Exp (B) paling tinggi sebesar 29,761. Kesimpulan: Diharapkan pelayanan kesehatan terkait, tempat penelitian, mahasiswa dan peneliti lain agar dapat melakukan penyuluhan/edukasi/pendidikan kesehatan agar dapat meningkatkan ilmu tentang Status Gizi, Lama Menstruasi dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe terhadap kejadian Anemia pada Remaja putri.
DETERMINANTS OF PRECANCEROUS CERVICAL LESIONS IN FEMALE SALTED FISH ARTISANS Lusi Andriani; Zamharira Muslim; Sri Yanniarti; Agnestya Nurul Fergita
Proceeding of Banten Internasional Conference on Health Advancement and Research Vol. 1 No. 1 (2026): Proceeding Banten International Conference on Health Advancement & Research (BI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cervical cancer is the second leading cause of death in women, with 36,633 cases or 9.2% of total cancer cases. Risk factors for cervical cancer include age, age at first marriage, duration of hormonal contraceptive use, parity, smoking, family history of cancer, unhealthy diet, exposure to hazardous substances, and unhealthy lifestyle. The aim of this study was to determine the factors contributing to the incidence of precancerous cervical lesions in women who work as salted fish artisans. A cross-sectional study was conducted involving 70 women who work as salted fish artisans in the Padang Serai Community Health Centre working area who met the criteria. Data were obtained through questionnaires and VIA (Visual Inspection with Acetic Acid) tests. The results showed that 51.4% were under 20 years old and over 35 years old, 55.7% were married under the age of 20, 64.3% were multiparous, 77.1% had used and were currently using hormonal contraceptives, 57.1% had used hormonal contraceptives for more than 2 years, 96.8% did not smoke, 80% of the respondents' husbands or family members smoked, 98.6% had no history of cancer in their families, 98.6% consumed processed salted fish, 100% had negative formalin test results, and 8.6% had precancerous cervical lesions. Variables associated with the occurrence of precancerous cervical lesions were age with a p-value of 0.025 and duration of hormonal contraceptive use with a p-value of 0.034. It is recommended to provide continuous education to women about the dangers of cervical cancer, motivate them to undergo early detection of cervical cancer, maintain vulvovaginal hygiene, and use contraceptives rationally.